TPIA Teramai dan Terjual Asing; TLKM, MAPI Beli Terbesar di 3 Agustus

Asing jual bersih lebih besar dari beli pada 3 Agustus. TPIA dan AMMN paling digemari, sementara TLKM dan MAPI mendapatk

Pada sesi sore hari 3 Agustus 2026, pasar modal Indonesia mencatat Rp 12,78 triliun nilai transaksi dari 831 saham yang aktif diperdagangkan. Berdasarkan data IDX Stock Summary, aliran dana asing justru memberi sinyal lemah: total beli bersih asing di 10 saham teratas (Rp 389,96 juta) tidak mampu menyeimbankan total jual bersih di 10 saham teratas (Rp 698,74 juta) — selisihnya sekitar Rp 309 juta. Dengan demikian dana asing lebih banyak keluar dari pasar, menegaskan bahwa sentimen eksternal belum cukup nyaman membesarkan posisi di Indonesia pada akhir pekan pertama Agustus.

Aliran Dana Asing: Beli vs Jual

Investor asing paling bersorong pada TLKM, yang menjadi net buy tertinggi dengan Rp 121,14 juta atau +4,18%. Di posisi kedua, BBCA mencatat Rp 78,16 juta meski emiten ini turun -0,40%.

Net Buy Terbesar

Kode Saham Net Beli (Rp juta) Var % Close (Rp)
TLKM Telkom Indonesia 121.14 4.18 2.740
BBCA Bank Central Asia 78.16 -0.40 6.300
GGRM Gudang Garam 38.27 2.63 19.500
TINS TIMAH 30.37 -1.32 3.750
ICBP Indofood CBP 28.88 3.23 7.200
MAPI Mitra Adiperkasa 28.19 21.86 1.895
BRMS Bumi Resources Minerals 25.62 0.00 560
INDF Indofood Sukses 14.96 1.43 7.075
ERAA Erajaya Swasembada 13.22 1.43 426
KOTA DMS Propertindo 11.15 3.40 152

Perhatikan pola menarik pada MAPI: meski nilai beli bersihnya Rp 28,19 juta, varian hariannya mencapai +21,86%. Dalam volume perdagangan relatif kecil, dana masuk asing justru cukup besar secara relatif — sinyal likuiditas mikro yang kuat, meski belum tentu berkelanjutan.

Net Jual Terbesar

Di sisi berlawanan, TPIA menjadi net sell tertinggi dengan Rp -188,36 juta (-3,7%), sekaligus saham dengan nilai perdagangan tertinggi hari itu (Rp 716,68 juta). Ini mengisyaratkan profit-taking massal.

Kode Saham Net Jual (Rp juta) Var % Close (Rp)
TPIA Chandra Asri Pacific -188.36 -3.70 2.080
AMMN Amman Mineral -91.79 4.39 4.280
BMRI Bank Mandiri -88.36 -0.48 4.170
BBRI Bank Rakyat Indonesia -62.75 -0.66 3.020
ASII Astra International -53.30 -0.98 5.050
EMAS Merdeka Gold Resources -53.02 1.89 6.725
DSSA Dian Swastika Sentosa -48.49 -1.76 835
BREN Barito Renewables -47.20 -4.18 3.210
MDIA Intermedia Capital -35.47 5.76 202
INDY Indika Energy -30.00 -11.03 2.340

Menarik catatan pada AMMN: asing jual bersih Rp -91,79 juta, namun emiten naik +4,39% hingga Rp 4.280. Pola ini sering muncul saat akhir pekan — investor asing menambah posisi dalam penarikan kecil sementara retil cenderung menjual keuntungan. BMRI dan BBRI kesulitan mempertahankan dorongan meski sudah berada di zona likuiditas tertinggi.

Saham Teramai

Nilai transaksi tertinggi tercatat pada TPIA (Rp 716,68 juta), diikuti AMMN (Rp 569,97 juta) dan BUMI (Rp 540,61 juta). Enam dari sepuluh saham teramai juga muncul di daftar aliran asing — termasuk TPIA, AMMN, BBCA, BBRI, BMRI, dan KOTA — menegaskan bahwa mayoritas likuiditas sehari dipusatkan pada sektor energi, pertambangan, dan keuangan.

Peringkat Kode Nilai Transaksi (Rp juta) Var %
1 TPIA 716.68 -3.70
2 AMMN 569.97 4.39
3 BUMI 540.61 1.82
4 BACH 520.45 15.34
5 KOTA 485.78 3.40
6 BUVA 444.65 -11.36
7 BBCA 429.18 -0.40
8 DEWA 388.11 0.87
9 BBRI 359.76 -0.66
10 BMRI 318.21 -0.48

Curiositas: BACH melesat +15,34% dan menembus jajaran saham teramai (Rp 520,45 juta) — lonjakan relatif besar yang layak diwaspadai, sama halnya BUVA yang turun -11,36% (Rp 444,65 juta), mencerminkan koreksi setelah rally teknologi beberapa sesi lalu.

Apa yang Perlu Diketahui Ritel

Angka-angka ini memberi dua pesan utama. Pertama, asing tetap memilih saham bertema kebutuhan dasar — Telkom, bank, dan consumer goods — sebagai tempat menyimpan nilai, sekaligus mengurangi exposure pada sektor energi yang volatil. Kedua, likuiditas masih terpusat; sepuluh saham sudah menampung sebagian besar nilai transaksi. Bagi ritel, peluang sekaligus risiko besar berada pada konsentrasi ini: satu earnings atau berita spesifik pada TPIA atau AMMN bisa langsung menggeser arus masuk dan keluar asing secara signifikan.

Sementara itu, varian persentase ekstrim seperti MAPI (+21,86%) atau INDY (-11,03%) muncul pada saham dengan nilai transaksi dan net flow kecil. Akibatnya, persentase jadi rapuh: satu transaksi institusional kecil bisa memicu fluktuasi besar, sehingga investor ritel sebaiknya tidak terlalu terikat pada angka varian tunggal.

Total nilai transaksi Rp 12,78 triliun ini menunjukkan pasar masih aktif meski asing enggan membesar. Bagi rtil, penting tetap fokus pada likuiditas dan bukan sekadar mengikuti aliran asing — data IDX tidak merilis peringkasan net per emiten secara granular, sehingga setiap gerak harus dikonfirmasi ulang saat rilis laporan keuangan.

Catatan penting: Data foreign buy/sell di atas adalah agregat IDX Stock Summary per emiten. IDX tidak merilis identitas broker, jadi tidak ada penyebutan nama sekuritas. Nilai Rp 12,78 triliun adalah total transaksi pasar reguler (dan tidak termasuk pasar tanpa reguler). Angka net beli/jual adalah akumulasi posisi per hari, bukan rekomendasi.

Disclaimer

Artikel ini hanyalah rangkuman data pasar modal Indonesia berdasarkan laporan IDX Stock Summary tanggal 3 Agustus 2026. Informasi disampaikan tanpa rekomendasi beli atau jual saham. Investasi melibatkan risiko; kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Pembaca disarankan melakukan analisis sendiri (due diligence) dan berkonsultasi dengan advisor keuangan yang terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.