Poin utama:
- IHSG berada di 6.459,72 (-1,25%) pada pukul 09:20 WIB, data tertunda sekitar 10 menit.
- BUMI menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 245,09 miliar.
- Penutupan resmi terakhir Jumat 11 September 2026: IHSG 6.541,38 (-0,73%).
- Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 13,67 triliun dengan 197 saham naik dan 471 turun.
- Net asing seluruh pasar tercatat Rp -721,16 miliar, menunjukkan penjualan bersih asing.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di 6.459,72 atau turun 1,25% (minus 81,65 poin) pada pukul 09:20 WIB, Senin 14 September 2026. Data ini tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir terjadi pada Jumat 11 September 2026 di level 6.541,38, dengan kapitalisasi pasar Rp 11.446,40 triliun. BUMI menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 245,09 miliar. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 13,67 triliun, dan net asing tercatat penjualan bersih Rp 721,16 miliar.
Ringkasan Cepat
- IHSG berada di 6.459,72 (-1,25%) pada pukul 09:20 WIB, data tertunda sekitar 10 menit.
- Penutupan resmi terakhir Jumat 11 September 2026: IHSG 6.541,38 (-0,73%).
- BUMI pimpin nilai transaksi sesi ini, mencapai Rp 245,09 miliar.
- Total nilai transaksi seluruh pasar: Rp 13,67 triliun.
- Net asing seluruh pasar: Rp -721,16 miliar (penjualan bersih).
Arah IHSG di Awal Sesi: Tekanan dari Bursa Asia
Koreksi Beriring di Asia
IHSG dibuka di 6.533,87 dan bergerak ke 6.459,72 pukul 09:20 WIB, anjlok 1,25% atau 81,65 poin. Indeks komposit ditembus tekanan seiring LQ45 ke 645,07 (-0,72%), IDX30 ke 358,50 (-0,75%), dan KOMPAS100 ke 850,32 (-0,93%). Penurunan menyeluruh terjadi di hampir seluruh sektor akibat sentimen negatif dari bursa regional.
Rentang dan Kapitalisasi Pasar
IHSG sempat menyentuh 6.543,28 dan terendah 6.457,81, menunjukkan volatilitas tinggi di awal sesi. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.446,40 triliun, dengan tekanan leher dari saham besar. Topik pencarian kospi menjadi yang paling trending dalam kategori terkait pasar modal, mencerminkan kekhawatiran akan tren bursa Asia yang terus berlanjut.
Saham Paling Ramai di Sesi Pembukaan
Dominasi Sektor Mineral Non-Energi
BUMI memimpin daftar saham teramai dengan nilai transaksi Rp 245,09 miliar, meskipun turun 3,77% ke Rp 204. Posisi berikutnya diisi AMMN (Rp 168,16 miliar, +0,41%) dan EMAS (Rp 142,09 miliar, -12,57%). BRMS naik 3,70% ke Rp 700 dengan nilai Rp 117,74 miliar. Lima dari delapan saham teramai berasal dari sektor Non-Energy Minerals, menunjukkan fokus pasar pada komoditas mineral.
Lainnya yang Menonjol
BBCA naik 0,00% ke Rp 6.325, mengumpulkan Rp 115,49 miliar. ANTM turun 3,06% ke Rp 3.170, BBRI turun 0,61% ke Rp 3.250, TPIA turun 2,66% ke Rp 1.830, dan DSSA turun 4,55% ke Rp 1.050. Keberadaan BBCA dan BBRI menunjukkan likuiditas tetap terjaga di sektor perbankkan meski arah pasar negatif.
| Kode | Nama | Harga (Rp) | Perubahan (%) | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| BUMI | PT Bumi Resources Tbk A | 204 | -3,77 | Rp 245,09 miliar |
| AMMN | PT Amman Mineral Internasional Tbk | 4.880 | +0,41 | Rp 168,16 miliar |
| EMAS | PT Merdeka Gold Resources Tbk | 7.650 | -12,57 | Rp 142,09 miliar |
| BRMS | PT Bumi Resources Minerals Tbk A | 700 | +3,70 | Rp 117,74 miliar |
| BBCA | PT Bank Central Asia Tbk | 6.325 | 0,00 | Rp 115,49 miliar |
Kontras Pergerakan: LAPD Melonjak 26,09%, EMAS Terjungkal
Top Gainer LAPD dan FORU
LAPD memimpin kenaikan dengan +26,09% ke Rp 87, diikuti FORU +25,00% ke Rp 4.650 dan SEMA +17,81% ke Rp 172. Pergerakan kuat terjadi di sektor Utilities, Commercial Services, dan Producer Manufacturing. MSKY naik 4,11% ke Rp 76, dan PTSN naik 11,83% ke Rp 416, menunjukkan diversifikasi di saham menengah.
Top Loser EMAS dan MDKA
EMAS menjadi penurun terbesar dengan -12,57% ke Rp 7.650, diikuti LUCY -9,79% ke Rp 350 dan MBTO -5,95% ke Rp 158. MDKA turun 5,90% ke Rp 2.870, FILM turun 5,56% ke Rp 765. KOTA turun 4,95% ke Rp 192, MGLV turun 4,92% ke Rp 14.500, dan MITI turun 4,90% ke Rp 272, mencerminkan tekanan lintas sektor.
Kospi Trending dan Dampaknya terhadap Pasar Modal Indonesia
Topik Pencarian dari Asia
Topik pencarian kospi menempati peringkat pertama dalam kategori terkait pasar modal di Indonesia. Berita terkait menyebutkan bursa Asia berguguran dan kekhawatiran inflasi jelang keputusan The Fed. IHSG ikut tertekan seiring ketidakpastian regional yang membayangi sentimen investor domestik.
Ketidakpastian Rupiah dan Komoditas
Harga minyak melonjak juga menjadi sorotan, yang biasanya mempengaruhi saham energi dan komoditas di Indonesia. Perdagangan sebesar Rp 13,67 triliun menunjukkan likuiditas tetap tinggi meski arah negatif. Net asing mencatat penjualan bersih Rp 721,16 miliar, menambah tekanan pasar. Total 828 saham aktif diperdagangkan dengan 197 naik dan 471 turun.
Leguasa Melemah: 273 Saham Turun dari 400 Dipantau
Rasio Naik-Turun
Dari 400 saham paling aktif, hanya 79 saham naik sementara 273 saham turun. Secara keseluruhan pasar, dari 828 saham aktif, 197 naik dan 471 turun. Rasio ini menunjukkan sentimen negatif yang luas, meskipun beberapa saham menengah seperti LAPD dan FORU masih mampu menguat signifikan.
Tekanan Asing
Net asing seluruh pasar tercatat Rp -721,16 miliar, menandakan arus keluar bersih dari investor asing. Kondisi ini beriringan dengan pelemahan IHSG 0,73% pada penutupan 11 September 2026, sehingga arah negatif berlanjut ke pembukaan 14 September 2026. Tekanan eksternal dari Asia dan ketidakpastian kebijakan moneter global menjadi faktor utama penggerak arus keluar tersebut.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa IHSG melemah di pembukaan 14 September 2026?
IHSG melemah 1,25% ke 6.459,72 pukul 09:20 WIB akibat tekanan dari bursa Asia yang berguguran, termasuk kospi yang menjadi topik pencarian trending. Indeks komposit dibuka di 6.533,87 dan menyentuh 6.543,28 sebelum tertekan ke 6.457,81. Tekanan regional dari kekhawatiran inflasi dan keputusan The Fed menjadi katalis utama pelemahan awal.
Apa saham yang paling ramai ditransaksikan?
BUMI adalah saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 245,09 miliar, diikuti AMMN Rp 168,16 miliar dan EMAS Rp 142,09 miliar. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 13,67 triliun dengan 828 saham aktif. Sektor Non-Energy Minerals mendominasi daftar teramai, didukung oleh fluktuasi harga komoditas global yang mempengaruhi sentimen saham tambang.
Bagaimana kondisi arus asing di pasar?
Net asing seluruh pasar tercatat Rp -721,16 miliar, berarti investor asing mencatatkan penjualan bersih. Kondisi ini terjadi saat IHSG bergerak turun dan sektor mineral mengalami tekanan. Total 197 saham naik dan 471 saham turun, mencerminkan sentimen negatif luas di pasar.
Metodologi dan Sumber Data
Data intraday berasal dari TradingView yang meneruskan data Bursa Efek Indonesia dengan tertunda sekitar 10 menit. Data diambil pukul 09:30 WIB untuk grafik pukul 09:20 WIB. Penutupan resmi terakhir adalah data IDX per Jumat 11 September 2026. Data tersebut mencakup 400 saham paling aktif dari total 828 saham yang diperdagangkan. Net asing dihitung dari seluruh pasar. Data tren Google Trends diperoleh dari Google Trends Daily Search Trends untuk geo=ID.
Artikel ini hanya berisi data pasar modal dan tidak mengandung ajakan beli atau jual. Investasi saham memiliki risiko tinggi; pembaca disarankan melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan. Data intraday dapat berubah sewaktu-waktu.
Baca juga
- GSMF Anjlok -14,52%, IHSG Melemah ke 6.541,38 di Sesi Kedua
- IHSG 6.512,39 (-1,17%), BBCA Pimpin Nilai Transaksi Rp 541,10 Miliar
- GSMF Melesat 34,78% ke Rp 124, Nilai Transaksi Rp 36,26 Miliar
- Sektor Transportasi Pesta Pora (PPGL, IMAS, TRUK)! Saham INDS Kini di 272, Waktu Tepat Serok Bawah?
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 11 September 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
