Poin utama:
- IHSG berada di 6.518,12 (-0,06%) pada 17:20 WIB, angka tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi.
- Net jual asing mencapai Rp 423,24 miliar (Rp -423,24 miliar) di seluruh pasar pada sesi kedua.
- RGAS tertekan paling dalam -14,91%, disusul IMPC -6,57% dan FILM -6,47% di sesi berjalan.
- DSSA memimpin nilai transaksi Rp 1,63 triliun, diikuti BBCA Rp 1,01 triliun dan TPIA Rp 694,25 miliar.
- Dari 400 saham terpantau, 167 menguat dan 179 melemah; total nilai transaksi Rp 14,33 triliun.
IHSG terpantau di level 6.518,12 pada pukul 17:20 WIB, melemah 3,63 poin atau -0,06% secara intraday, berdasar data IDX tertunda sekitar 10 menit yang belum merupakan penutupan resmi. Asing mencatat net jual Rp 423,24 miliar, setara posisi bersih Rp -423,24 miliar di seluruh pasar. Dari 400 saham terpantau, 179 melemah melampaui 167 yang menguat.
Ringkasan Cepat
- IHSG berada di 6.518,12 pada 17:20 WIB, turun 3,63 poin (-0,06%) secara intraday; angka tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi.
- Net jual asing mencapai Rp 423,24 miliar (Rp -423,24 miliar) di seluruh pasar pada sesi kedua 28 Agustus 2026.
- Dari 400 saham terpantau, 167 menguat dan 179 melemah, mencerminkan tekanan jual yang lebih luas.
- RGAS menjadi saham tertekan paling dalam dengan -14,91%, disusul IMPC -6,57% dan FILM -6,47%.
- DSSA memimpin nilai transaksi dengan Rp 1,63 triliun, diikuti BBCA Rp 1,01 triliun dan TPIA Rp 694,25 miliar.
IHSG Melemah di Sesi Kedua, Asing Keluar Rp 423,24 Miliar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di 6.518,12 pada 17:20 WIB, terkoreksi 3,63 poin atau -0,06% dari level pembukaan 6.535,72. Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang 6.495,74 hingga 6.566,90. Pelemahan tipis ini terjadi di tengah net jual asing Rp 423,24 miliar di seluruh pasar.
IHSG adalah indeks yang mengukur rata-rata pergerakan harga seluruh saham di Bursa Efek Indonesia. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.430,95 triliun berdasar data terkait. Posisi nyaris datar menunjukkan indeks tertahan di tengah tekanan selektif pada saham tertentu.
Bagaimana Indeks Lain Bergerak?
Indeks saham berkapitalisasi besar mencatat variasi arah. LQ45 naik 0,75 poin (+0,12%) ke 641,82, sementara IDX30 menguat 0,71 poin (+0,2%) ke 358,91. Sebaliknya, KOMPAS100 melemah 0,96 poin (-0,11%) ke 848,22.
| Indeks | Level | Perubahan Poin | Perubahan % | Tertinggi | Terendah |
|---|---|---|---|---|---|
| COMPOSITE | 6.518,12 | -3,63 | -0,06% | 6.566,90 | 6.495,74 |
| LQ45 | 641,82 | +0,75 | +0,12% | 646,17 | 639,62 |
| IDX30 | 358,91 | +0,71 | +0,2% | 360,89 | 357,82 |
| KOMPAS100 | 848,22 | -0,96 | -0,11% | 855,02 | 845,00 |
RGAS Tertekan Paling Dalam -14,91%, IMPC dan FILM Menyusul
RGAS (PT Kian Santang Muliatama Tbk) memimpin pelemahan dengan -14,91% ke harga 194, menjadikannya saham paling tertekan di sesi berjalan. IMPC (PT Impack Pratama Industri Tbk) menyusul di -6,57% ke 1.350, dan FILM (PT MD Entertainment Tbk) di -6,47% ke 795. Delapan saham dengan pelemahan terdalam tercatat turun dalam rentang -4,65% hingga -14,91%.
Penurunan RGAS sebesar -14,91% merupakan yang terdalam di antara seluruh saham yang dipantau. FILM dan IMPC termasuk emiten dengan likuiditas menengah sehingga pergerakan harganya cenderung lebih volatil. Data tertunda tidak menyertakan volume pasti per saham di luar nilai transaksi yang dirilis.
Apa Penyebab Tekanan pada Saham Ini?
Ringkasan bursa tidak merilis nama sekuritas perantara atau pihak penjamin tertentu, sehingga penyebab teknis tiap pergerakan tidak dapat diidentifikasi dari data ini. Tekanan tersebar di sektor industrial, manufaktur, konsumer, dan jasa keuangan. Investor disarankan memeriksa laporan emiten masing-masing untuk konteks fundamental yang lengkap.
| Kode | Nama Emiten | Harga | Perubahan % | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| RGAS | PT Kian Santang Muliatama Tbk | 194 | -14,91% | Rp 6,20 miliar |
| IMPC | PT Impack Pratama Industri Tbk | 1.350 | -6,57% | Rp 27,18 miliar |
| FILM | PT MD Entertainment Tbk | 795 | -6,47% | Rp 23,25 miliar |
| BEEF | PT Estika Tata Tiara Tbk | 442 | -5,96% | Rp 5,77 miliar |
| GRIA | PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk | 180 | -5,76% | Rp 9,36 miliar |
| KOTA | PT DMS Propertindo Tbk | 161 | -5,29% | Rp 92,98 miliar |
| JGLE | PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk | 80 | -4,76% | Rp 40,33 miliar |
| PSAB | PT J Resources Asia Pasifik Tbk | 615 | -4,65% | Rp 48,24 miliar |
DSSA Pimpin Nilai Transaksi Rp 1,63 Triliun di Sesi Kedua
DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk) menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 1,63 triliun, meski harganya hanya naik 0,44% ke 1.145. BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) menyusul dengan nilai Rp 1,01 triliun di harga 6.475 (+1,17%). Nilai transaksi mengukur volume uang yang berpindah, bukan arah atau kinerja keuangan emiten.
Nilai transaksi tinggi tidak selalu berarti harga naik; DSSA menguat tipis 0,44% meski memimpin nilai. BBCA dan BBRI justru naik lebih kuat yakni +1,17% dan +1,27% di tengah minat beli perbankan. Investor sering menggunakan nilai transaksi untuk mengukur ketertarikan pasar terhadap suatu saham.
| Kode | Nama Emiten | Harga | Perubahan % | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| DSSA | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk | 1.145 | +0,44% | Rp 1,63 triliun |
| BBCA | PT Bank Central Asia Tbk | 6.475 | +1,17% | Rp 1,01 triliun |
| TPIA | PT Chandra Asri Pacific Tbk | 1.965 | +0,77% | Rp 694,25 miliar |
| BUMI | PT Bumi Resources Tbk | 190 | -2,06% | Rp 551,22 miliar |
| BMRI | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | 4.250 | +0,95% | Rp 474,05 miliar |
| BBRI | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk | 3.190 | +1,27% | Rp 431,99 miliar |
Sebaran Pasar: 167 Menguat, 179 Melemah di 400 Saham Terpantau
Dari 400 saham yang dipantau, 167 menguat dan 179 melemah, menunjukkan tekanan jual yang lebih luas daripada aksi beli. Secara keseluruhan, pasar mencatat 833 saham aktif dengan 290 naik dan 348 turun. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 14,33 triliun.
Market breadth adalah metrik yang membandingkan jumlah saham naik dengan saham turun untuk mengukur kekuatan pergerakan pasar. Kondisi hari ini tergolong market breadth negatif karena lebih banyak saham melemah. Metrik ini berguna sebagai pelengkap, bukan pengganti, analisis fundamental per emiten.
Total nilai transaksi 400 saham teratas mencapai Rp 14,40 triliun, selisih tipis dari angka seluruh pasar Rp 14,33 triliun. Selisih wajar karena metode penghitungan agregat yang berbeda antar sumber. Penyebaran melemah yang luas mengindikasikan mayoritas saham kehilangan tenaga di sesi kedua.
Google Trends Hari Ini Tak Menyentuh Pasar Modal
Pencarian populer di Google Trends pada 28 Agustus 2026 tidak memuat satupun topik yang menyangkut pasar modal. Daftar tren harian didominasi tema di luar keuangan, seperti apple iphone 18 pro, FIFA ASEAN Cup 2026, dan AVC Women’s Continental Championship 2026. Dengan demikian, tidak ada topik trending yang secara langsung memengaruhi sentimen bursa hari ini.
Ketiadaan topik pasar modal dalam tren harian berarti sentimen pencarian publik tidak sedang terarah ke saham. Kondisi ini netral bagi bursa karena tidak ada narasi viral yang mendorong aliran dana masuk atau keluar. Pelaku pasar tetap perlu memantau rilis laporan keuangan emiten sebagai penggerak utama.
Topik Apa yang Sedang Tren?
Tren pencarian terbesar adalah AVC Women’s Continental Championship 2026, diikuti apple iphone 18 pro dan persija vs brisbane roar. Topik lain mencakup jalan layang Sheikh Mohammed bin Zayed, moto3, serta FIFA ASEAN Cup 2026. Seluruhnya berada di luar sektor keuangan dan pasar saham.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Di level berapa IHSG pada penutupan sesi berjalan 28 Agustus 2026?
Akhir sesi berjalan pukul 17:20 WIB, IHSG berada di 6.518,12 atau turun 3,63 poin (-0,06%) secara intraday menurut data IDX tertunda sekitar 10 menit. Angka ini bukan penutupan resmi karena data resmi terbit setelah bursa tutup. Penutupan resmi nanti akan mengonfirmasi posisi akhir indeks secara pasti.
Saham apa yang tertekan paling dalam hari ini?
RGAS (PT Kian Santang Muliatama Tbk) menjadi saham paling tertekan dengan penurunan -14,91% ke harga 194 pada 17:20 WIB. Posisi berikutnya ditempati IMPC -6,57% dan FILM -6,47% di sesi berjalan. Seluruh delapan saham terlemah turun dalam rentang -4,65% hingga -14,91% menurut data tertunda.
Berapa net jual asing dan siapa pimpin nilai transaksi?
Asing mencatat net jual Rp 423,24 miliar (Rp -423,24 miliar secara bersih) di seluruh pasar pada sesi kedua. DSSA memimpin nilai transaksi dengan Rp 1,63 triliun, diikuti BBCA Rp 1,01 triliun dan TPIA Rp 694,25 miliar. Nilai transaksi mengukur volume perdagangan harian, bukan arah pergerakan harga.
Metodologi dan Sumber Data
Artikel ini menggunakan ringkasan perdagangan (Trading Summary) dan ringkasan indeks (Index Summary) dari Bursa Efek Indonesia melalui feeds TradingView yang tertunda sekitar 10 menit. Titik data diambil pada 28 Agustus 2026 pukul 17:20 WIB, sebelum penutupan resmi diterbitkan. Seluruh angka bersifat intraday dan dapat berubah pada penutupan resmi nanti.
Batasan Data
Data tidak memuat nama sekuritas perantara, rekomendasi beli-jual, atau proyeksi harga; setiap angka adalah fakta tertunda dari ringkasan bursa. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.430,95 triliun per data terkait yang disajikan. Pembaca wajib memvalidasi angka final melalui pengumuman resmi IDX setelah pasar ditutup.
Disclaimer risiko: Informasi dalam artikel ini hanya ringkasan data pasar tertunda dan bukan ajakan membeli atau menjual efek. Harga saham dapat bergerak tiba-tiba karena berbagai faktor; setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pembaca sepenuhnya. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin sebelum bertransaksi.
Baca juga
- BAPA Menguat 19,18% ke Rp 174,00 di Sesi 28 Agustus 2026
- RGAS Anjlok -14,93% Pimpin Pelemahan, IHSG 6.521,75 (+1,81%)
- TMPO Melesat 34,76% ke Rp 252, Saham Paling Menguat Sesi Ini
- PADA Tertekan -14,78%, IHSG Melemah ke 6.405,69 di Sesi Kedua
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 28 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.

One thought on “RGAS, IMPC, FILM Pimpin Pelemahan, IHSG 6.518,12 (-0,06%)”