Poin utama:
- ALKA menguat 24,43% ke Rp 5.500 per saham pada pukul 14:50 WIB, 30 Oktober 2026.
- Nilai transaksi ALKA pada sesi berjalan tercatat Rp 9,58 miliar.
- ALKA sudah mencatat kenaikan 24,86% ke Rp 4.420 pada penutupan resmi 29 Oktober 2026.
- IHSG berada di 5.043,48 turun 1,07% di tengah sesi perdagangan 30 Oktober 2026.
- Emiten sektor Non-Energy Minerals yang aktif meliputi BUMI, AMMN, ANTM, TINS, DKFT, dan MARK.
ALKA menguat 24,43% ke Rp 5.500 per saham pada pukul 14:50 WIB, 30 Oktober 2026, dengan nilai transaksi Rp 9,58 miliar. Sementara itu, IHSG berada di 5.043,48 turun 54,58 poin atau 1,07% dari penutupan resmi 29 Oktober 2026 di level 5.098,06. Data intraday tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi hari ini.
Ringkasan Cepat
- ALKA menguat 24,43% ke Rp 5.500 per saham pada pukul 14:50 WIB, 30 Oktober 2026, dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,58 miliar pada sesi berjalan
- Nilai transaksi ALKA pada penutupan resmi 29 Oktober 2026 tercatat Rp 3,48 miliar dengan kenaikan 24,86% ke Rp 4.420 per saham
- IHSG berada di 5.043,48 turun 54,58 poin atau 1,07% di tengah sesi perdagangan 30 Oktober 2026
- Dari 400 saham yang dipantau, 83 saham naik dan 285 saham turun pada pukul 14:50 WIB
- Sebelum rebound dua hari berturut-turut, ALKA mengalami empat sesi penurunan sekitar 6,8% per sesi dari 23 hingga 28 Oktober 2026
Seberapa Besar Pergerakan ALKA Hari Ini
ALKA bertambah 24,43% atau 1.080 poin dari penutupan 29 Oktober 2026 ke harga Rp 5.500 per saham pada pukul 14:50 WIB. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan pasar yang membuat IHSG turun 1,07% ke level 5.043,48. Nilai transaksi emiten Non-Energy Minerals tersebut mencapai Rp 9,58 miliar pada sesi berjalan, lebih dari dua kali lipat dari nilai transaksi penutupan kemarin. Perbandingan dengan indeks utama menunjukkan ALKA bergerak berlawanan dari arah pasar yang umumnya melemah.
Perbandingan dengan Penutupan Kemarin
Pada penutupan resmi 29 Oktober 2026, ALKA sudah menguat 24,86% ke Rp 4.420 dengan nilai transaksi Rp 3,48 miliar. Volume perdagangan pada 29 Oktober melonjak drastis menjadi 858.600 lembar dari 40.600 lembar sehari sebelumnya. Kenaikan dua hari berturut-turut tersebut memulihkan harga dari level terendah Rp 3.800 pada 27 Oktober 2026. Sebelum rebound, emiten tersebut mengalami tekanan penjualan sejak 22 Oktober 2026 yang membawa harga turun dari Rp 4.700 ke Rp 3.540 pada 28 Oktober 2026.
Bagaimana Riwayat Pergerakan ALKA Enam Sesi Terakhir
Tabel di bawah ini merangkum perjalanan harga ALKA dari 22 Oktober hingga 30 Oktober 2026. Emiten tersebut membuka periode dengan tekanan penurunan beruntun selama empat sesi sebelum rebound signifikan pada 29 Oktober yang berlanjut ke sesi berikutnya. Volume perdagangan menurun drastis selama periode tekanan, dari 478.300 lembar pada 22 Oktober menjadi 40.600 lembar pada 28 Oktober, sebelum melonjak menjadi 858.600 lembar pada 29 Oktober.
| Tanggal | Penutupan (Rp) | Perubahan (%) | Nilai Transaksi | Net Asing |
|---|---|---|---|---|
| 22 Okt 2026 | 4.700 | -6,93% | Rp 2,26 miliar | Rp 9,4 juta |
| 23 Okt 2026 | 4.380 | -6,81% | Rp 1,84 miliar | Rp 108,6 juta |
| 26 Okt 2026 | 4.080 | -6,85% | Rp 268,1 juta | Rp 0 |
| 27 Okt 2026 | 3.800 | -6,86% | Rp 141,7 juta | Rp 0 |
| 28 Okt 2026 | 3.540 | -6,84% | Rp 143,7 juta | Rp 0 |
| 29 Okt 2026 | 4.420 | 24,86% | Rp 3,48 miliar | Rp 89,7 juta |
| 30 Okt 2026 | 5.500 | 24,43% | Rp 9,58 miliar | N/A |
Apakah Ini Isu Satu Saham atau Isu Sektor
ALKA bergerak di sektor Non-Energy Minerals bersama enam emiten lain yang masuk daftar paling aktif hari ini. Pergerakan tajam ALKA mencapai 24,43% pada sesi berjalan, sementara rekan sektornya menunjukkan variasi pergerakan yang lebih moderate, mengindikasikan dinamika spesifik emiten tersebut. Dari 831 saham aktif, 104 naik dan 653 turun, menandakan tekanan luas di pasar yang tidak khusus menimpa sektor Non-Energy Minerals.
Pergerakan Rekan Sektor Non-Energy Minerals
BUMI, emiten dengan nilai transaksi terbesar di sektor ini sebesar Rp 293,38 miliar, berada di harga Rp 121 tanpa perubahan. AMMN mencatat penurunan 3,21% ke Rp 3.620 dengan nilai transaksi Rp 292,34 miliar, sementara ANTM turun 2,25% ke Rp 2.610 dengan nilai transaksi Rp 146,00 miliar. Di sisi lain, TINS naik 1,67% ke Rp 3.660 dengan nilai transaksi Rp 144,06 miliar, DKFT melonjak 8,33% ke Rp 650 dengan nilai transaksi Rp 11,27 miliar, dan MARK naik 5,53% ke Rp 1.145 dengan nilai transaksi Rp 14,50 miliar. Pola pergerakan rekan sektor tidak mengikuti arah yang sama dengan ALKA, yang tercatat naik 24,43% dengan nilai transaksi Rp 9,58 miliar.
Aliran Dana Asing pada ALKA
ALKA mencatat net asing positif sebesar Rp 89,7 juta pada penutupan 29 Oktober 2026, menjadi pembalikan dari arus keluar sebesar Rp 108,6 juta pada 23 Oktober. Riwayat menunjukkan emiten tersebut mencatat net asing nihil pada 26, 27, dan 28 Oktober 2026, menandakan tidak ada aktivitas signifikan dari investor asing selama empat hari sebelum rebound. Arus keluar asing agregat pasar pada 30 Oktober tercatat sebesar Rp 1,48 triliun, menunjukkan tekanan eksternal yang masih meluas meskipun ALKA mendapat dana asing. Transisi dari arus keluar ke arus masuk tersebut menguatkan indikasi perubahan sentimen investor asing terhadap emiten tersebut.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kenaikan harga saham ALKA pada pukul 14:50 WIB, 30 Oktober 2026?
ALKA bertambah 24,43% menjadi Rp 5.500 per saham pada pukul 14:50 WIB, 30 Oktober 2026. Nilai transaksi yang terlaporkan sebesar Rp 9,58 miliar. Angka intraday ini tertunda sekitar 10 menit dan bukan merupakan penutupan resmi bursa hari ini. Data tersebut diambil dari TradingView yang mengangkatin data IDX.
Apakah kenaikan ALKA merupakan kelanjutan tren atau pembalikan?
Kenaikan 24,43% pada 30 Oktober 2026 adalah pembalikan setelah empat sesi penurunan berturut-turut dari 23 hingga 28 Oktober 2026, dengan penurunan masing-masing sekitar 6,81% hingga 6,86%. Penutupan 29 Oktober 2026 sudah mencatat rebound 24,86% ke Rp 4.420, menandai pergeseran tren signifikan dari bearish ke bullish.
Bagaimana pergerakan rekan sektor Non-Energy Minerals saat ini?
Di sektor Non-Energy Minerals, BUMI stagnan di Rp 121, AMMN turun 3,21%, ANTM turun 2,25%, TINS naik 1,67%, DKFT naik 8,33%, dan MARK naik 5,53%. Tidak ada pola kenaikan tunggal yang menyerupai ALKA di antara rekan sektornya hari ini, mengindikasikan pergerakan spesifik emiten tersebut.
Metodologi dan Sumber Data
Data intraday per 30 Oktober 2026 pukul 14:50 WIB diambil dari TradingView, yang mengangkatin data IDX dengan tertunda sekitar 10 menit. Data penutupan resmi 29 Oktober 2026 disusun dari laporan IDX Trading Summary dan Index Summary. Semua angka harga, persen, nilai transaksi, dan net asing disajikan tanpa penyesuaian. Artikel ini hanya melaporkan pergerakan harga dan bukan rekomendasi investasi, proyeksi, atau ajakan beli/jual. Pengguna disarankan menunggu laporan resmi IDX setelah penutupan bursa untuk angka final yang terverifikasi.
Artikel ini hanya laporan pergerakan harga berdasarkan data pasar modal dan bukan rekomendasi investasi, ajakan beli, atau ajakan jual. Pembaca diingatkan bahwa ALKA menunjukkan fluktuasi harga ekstrem, termasuk empat sesi penurunan berturut-turut sebesar sekitar 6,8% per sesi dari 23 hingga 28 Oktober 2026, diikuti rebound 24,86% pada 29 Oktober 2026 dan kenaikan 24,43% pada 30 Oktober 2026. Saham dengan pergerakan tajam seperti ALKA memiliki risiko volatilitas tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu. Selalu pertimbangkan profil risiko, tujuan investasi, dan kemampuan finansial sebelum bertransaksi di pasar modal.
Baca juga
- IHSG Anjlok Lebih dari 10%, MSCI Usulkan Indonesia Turun ke Standalone Market Setara Zimbabwe
- Peluang Emas Saham Otomotif: Potensi Menjadi Pemasok Utama Per Keong (Coil Spring) Pabrik Raksasa BYD di Subang
- MGNA Melonjak 35% ke Rp 189, Nilai Transaksi Rp 8,07 Miliar
- Panduan Lengkap Short Selling BEI 1 Oktober 2026: Daftar Saham, Broker yang Terdaftar, dan Syarat Pengajuannya
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 29 Oktober 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.

One thought on “ALKA Melonjak 24,43% ke Rp 5.500 di Sesi 14:50 WIB, IHSG Melemah 1,07%”