IHSG Naik ke 6.275,46 di Sesi II; BACH Tertekan -14,78%

IHSG Naik ke 6.275,46 di Sesi II, BACH Tertekan -14,78% — grafik Pelemahan Terdalam Sesi Berjalan — 04/08 15:20 WIB, sumber data IDX 3 Agustus 2026

Poin utama:

  • IHSG berada di 6.275,46 (+40,96 poin/+0,66%) pada data pukul 15:20 WIB.
  • Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 12,78 triliun.
  • Dari 400 saham terpantau, 233 naik dan 112 turun.
  • BBCA adalah saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 457,23 juta.
  • BACH tergelincir paling dalam, turun 14,78% menjadi Rp 865 per saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada level 6.275,46 (+0,66% atau +40,96 poin) pada pukul 15:20 WIB, Rabu 5 Agustus 2026. Indeks LQ45 naik 0,69% ke 628,21, sedangkan IDX30 menguat 0,73% ke 352,57. Total nilai transaksi tercatat Rp 12,78 triliun, dengan 831 saham aktif dan 300 saham naik serta 374 saham turun.

Ringkasan Cepat

  • IHSG berada di 6.275,46 (+40,96 poin/+0,66%) pada data pukul 15:20 WIB.
  • LQ45 naik 0,69% ke 628,21 dan IDX30 naik 0,73% ke 352,57.
  • Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 12,78 triliun dengan 831 saham aktif.
  • BBCA adalah saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 457,23 juta.
  • BACH tergelincir paling dalam, turun 14,78% menjadi Rp 865 per saham.

Pergerakan Indeks di Tengah Sesi II

IHSG menutup sesi pertama pada 6.234,50 (-1,63 poin/-0,03%) pada 3 Agustus 2026, penutupan resmi terakhir dari IDX. Per pukul 15:20 WIB hari ini, indeks berada di 6.275,46, naik 40,96 poin (+0,66%). Perkembalian positif ini muncul setelah tekanan konsolidasi pada penutupan sebelumnya.

Kenaikan ini didukung oleh LQ45 yang naik 0,69% ke 628,21 dan IDX30 yang naik 0,73% ke 352,57. Indeks KOMPAS100 juga menguat 0,64% ke 823,47, menunjukkan pergerakan positif meluas ke hampir semua indeks utama. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 10.894,97 triliun.

Meski indeks bergerak naik, arus dana asing menunjukkan tekanan, dengan net asing seluruh pasar tercatat minus Rp 739,38 juta. Artinya, investor asing masih melakukan aksi jual selama sesi ini, meski pasar akhirnya menguat. Total nilai transaksi harian tercatat Rp 12,78 triliun.

Dari 831 saham aktif, 300 saham naik dan 374 saham turun, menunjukkan bahwa kenaikan indeks lebih dipicu oleh saham berkapitalisasi besar. Sektor perbankan menjadi motor penggerak utama pergerakan indeks.

Net asing minus Rp 739,38 juta ini tidak cukup untuk menahan kenaikan karena saham domestik menyerap tekanan jual. Likuiditas internal pasar masih cukup kuat untuk menutupi arus keluar asing.

Indeks COMPOSITE sendiri bergerak dalam kisaran 6.238,40 hingga 6.282,54 pada sesi ini. Volatilitas harian relatif terbatas, dengan perbedaan high-low sekitar 44 poin. Ini menunjukkan bahwa pasar masih menunggu katalis baru untuk bergerak lebih jauh.

Perbandingan dengan penutupan resmi 3 Agustus 2026 menunjukkan bahwa pasar telah recovery dari tekanan sebelumnya. Indeks sempat berada di 6.212,55 pada sesi sebelumnya sebelum rebound ke level saat ini. Rasio saham naik-turun yang masih belum seimbang mengindikasikan konsolidasi internal.

Indeks IDX30 berada di 352,57, naik 2,57 poin (+0,73%). Indeks ini hanya mencakup 30 saham likuid tinggi, sehingga kenaikannya mencerminkan kekuatan saham unggulan.

Saham yang netral cenderung berkumpul di sektor properti dan industri. Kelompok ini tidak mencatatkan pergerakan signifikan, menandakan bahwa investor sedang menunggu arah pasar yang lebih jelas sebelum masuk ke posisi.

Saham Paling Ramai vs Saham Tertekan

BBCA memimpin nilai transaksi dengan Rp 457,23 juta, menguat 1,59% ke Rp 6.400. Kelompok perbankan mendominasi likuiditas harian, dengan BBRI dan BMRI juga masuk dalam daftar teramai. Secara total, 12 saham teramai menyerap lebih dari Rp 3,2 triliun.

BULL menjadi salah satu saham dengan kenaikan signifikan, naik 5,14% ke Rp 450 dengan nilai transaksi Rp 313,62 juta. Transportasi menjadi satu dari sedikit sektor yang mencatatkan kenaikan harga bersamaan dengan volume tinggi. PRDL juga menonjol dengan kenaikan 25% ke Rp 330.

Di sisi lain, BUVA turun 2,56% ke Rp 760, dan FILM turun 5,02% ke Rp 1.040. Sebaran di 400 saham terpantau menunjukkan 233 naik dan 112 turun, dengan sisanya netral. Perbedaan kinerja ini menandakan pasar sedang melakukan repricing sektor.

Saham terlaris dengan nilai tertinggi cenderung berkonsentrasi di sektor keuangan, sementara saham tertekan menyebar di sektor jasa, perdagangan, dan media. Pola ini mengindikasikan rotasi modal dari sektor defensif ke saham likuid tinggi.

Sektor Finance mendominasi daftar teramai, menyerap lebih dari Rp 1,5 triliun dari total Rp 3,2 triliun. Ini menandakan bahwa likuiditas pasar sangat terkonsentrasi di kelompok perbankan. Investor sektor lain mungkin menghadapi kesulitan dalam menjual saham tanpa memengaruhi harga.

MDKA menjadi salah satu top gainer dengan kenaikan 6,62% ke Rp 2.900, menunjukkan kuatnya permintaan saham tambang. Namun BUMI turun 0,60% ke Rp 167, menandakan bahwa isu hutang dan operasional masih menjadi beban bagi kelompok batu bara.

TPIA turun 0,96% ke Rp 2.060 meski menempati posisi kedua teramai, menandakan adanya profit taking setelah kenaikan sebelumnya. Sebuah pola khas di mana saham dengan volume tinggi justru mengalami penurunan harga karena tekanan jual dari investor yang mengambil keuntungan.

AMMN berada di level Rp 4.280 dengan perubahan 0,00%, menandakan konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya. Saham ini termasuk dalam sektor Non-Energy Minerals dan menjadi salah satu saham teramai dengan nilai Rp 255,62 juta.

Total saham naik mencakup berbagai sektor, menandakan bahwa penguatan pasar tidak hanya di satu kelompok saham. Rasio 233 naik terhadap 112 turun menunjukkan breadth yang cukup baik di tengah konsolidasi.

Tabel 1: Lima saham paling ramai (nilai transaksi tertinggi) — data 15:20 WIB, 4 Agustus 2026 (tertunda ~10 menit), sumber: IDX via TradingView
Kode Nama Harga (Rp) Perubahan (%) Nilai Transaksi
BBCA PT Bank Central Asia Tbk 6.400 +1,59 Rp 457,23 M
TPIA PT Chandra Asri Pacific Tbk 2.060 -0,96 Rp 448,12 M
BULL PT Buana Lintas Lautan Tbk 450 +5,14 Rp 313,62 M
BBRI PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 3.010 -0,33 Rp 307,44 M
BMRI PT Bank Mandiri Tbk 4.190 +0,48 Rp 264,61 M

Pelemahan Terdalam di Chart: BACH Tergelincir -14,78%

Data grafik intraday menampilkan delapan saham dengan pelemangan harga paling tajam selama sesi berjalan. BACH memimpin daftar itu dengan turun 14,78% ke Rp 865, diikuti TMPO yang turun 9,21% ke Rp 138. Kedua saham ini berasal dari sektor jasa dan distribusi.

KOCI turun 7,69% ke Rp 108, MAPI turun 7,65% ke Rp 1.750, dan JELI turun 5,73% ke Rp 740. Sektor jasa dan keuangan mendominasi daftar tertekan. Pelemahan ini terjadi di tengah IHSG yang tetap berada di level hijau.

PRDL menjadi salah satu anomali di tengah lautan merah, naik 25% ke Rp 330 dengan nilai transaksi Rp 207,37 juta. Kenaikan tajam ini mencerminkan responsivitas tinggi sektor teknologi kesehatan terhadap sentimen berita spesifik.

Dari 400 saham terpantau, 233 saham naik dan 112 turun. Rasio ini menunjukkan bahwa meskipun ada banyak saham yang turun, saham-saham besar cukup mengangkat indeks secara keseluruhan. Kepadatan likuiditas di saham teratas membuat indeks terlihat kuat.

MAPI turun 7,65% ke Rp 1.750, menandakan tekanan pada sektor ritel. Pelemahan saham consumer services dan distribution services terjadi bersamaan dengan penguatan transportasi dan perbankan, menandakan rotasi sektor sedang berlangsung.

Amplop pelemahan BACH mencapai 14,78%, yang cukup signifikan untuk saham dengan kapitalisasi menengah. Sektor distribution services menjadi satu dari beberapa sektor yang mengalami tekanan menyeluruh pada sesi ini.

Sektor Finance juga mencatatkan beberapa saham tertekan, seperti KOCI yang turun 7,69%. Ini menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi di sektor konsumen, melainkan menyebar ke sektor jasa keuangan. Rotasi modal tampak terjadi di dalam satu sektor yang sama.

Pelemahan saham tertekan terjadi meski IHSG berada di level hijau. Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar membagi diri menjadi dua kelompok: saham besar yang menguat dan saham menengah yang tertekan.

Tren Pencarian Google: Minim Perhatian Publik ke Pasar Modal

Data Google Trends geo=ID hari ini menampilkan sejumlah topik populer seperti vidio, video, mati listrik, dan grok. Namun tidak ada topik trending yang menyangkut pasar modal. Minat pencarian terkait bursa sangat minim dibanding topik hiburan dan isu sosial.

Fenomena ini biasanya terjadi ketika tidak ada berita makro atau laporan keuangan corporate yang cukup besar untuk mendorong diskusi publik. Pasar bergerak lebih didorong oleh aliran dana domestik dan sentimen regional. Tidak adanya tren pasar modal berarti chatbot kemungkinan besar tidak akan mengutip isu bursa hari ini.

Topik pencarian terpopuler meliputi vidio dan video dengan perkiraan lebih dari 1000 dan 2000 pencarian. Sejumlah berita mendukung tren tersebut, mulai dari streaming olahraga hingga isu konten digital. Hal ini menandaskan perhatian publik tidak tertuju pada bursa.

AMMN, saham tambang yang sedang dalam spotlight karena isu ekspor, tidak muncul dalam tren pencarian hari ini. Ini mengonfirmasi bahwa bursa belum menjadi fokus utama perhatian publik, meskipun ada saham dengan pergerakan signifikan.

Pola minimnya tren pasar modal sering terjadi pada hari-hari tanpa rilis data makro ekonomi domestik. Tanpa berita BI atau BPS, pasar bergerak lebih banyak didorong oleh sentimen teknis dan ariran dana domestik.

Tidak adanya tren pasar modal dalam pencarian publik berarti algoritma chatbot dan mesin pencari kemungkinan besar tidak akan mengutip isu bursa dalam ringkasan berita hari ini. Artikel ini tetap disusun untuk memenuhi kebutuhan informasi pembaca, meskipun topik tersebut tidak viral.

Tidak adanya tren pasar modal dalam pencarian publik berarti algoritma chatbot dan mesin pencari kemungkinan besar tidak akan mengutip isu bursa dalam ringkasan berita hari ini. Artikel ini tetap disusun untuk memenuhi kebutuhan informasi pembaca, meskipun topik tersebut tidak viral. Google Trends tidak memberikan data volume pencarian pasti untuk setiap topik. Artikel ini tidak mengarang angka volume, melainkan hanya melaporkan kategori topik populer sesuai data resmi. Batasan ini penting untuk menghindari kesalahan interpretasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kenaikan IHSG didukung saham besar?

Ya, kenaikan IHSG ke 6.275,46 (+0,66%) sangat ditopang oleh indeks besar seperti LQ45 (+0,69%) dan IDX30 (+0,73%). Saham perbankan seperti BBCA, BMRI, dan BBRI menyerap volume tinggi. Di 400 saham terpantau, 233 naik dan 112 turun, namun kelompok saham kapitalisasi besar cukup mengangkat indeks. Net asing tercatat minus Rp 739,38 juta, menunjukkan aksi jual asing yang cukup terbatas.

Bagaimana kondisi sektor Non-Energy Minerals?

Sektor ini menampilkan perbedaan kinerja ekstrem. MDKA naik 6,62% ke Rp 2.900 dan menjadi top gainer, sementara BUMI turun 0,60% ke Rp 167. Secara keseluruhan, sektor ini masih mendominasi daftar saham tertekan, termasuk TINS yang justru naik 1,33% ke Rp 3.800. Fluktuasi ini mencerminkan volatilitas harga komoditas dan sentimen isu ekspor.

Apakah ada topik pencarian yang terkait dengan pasar modal hari ini?

Tidak ada. Berdasarkan Google Trends geo=ID, tidak ada topik trending yang menyangkut pasar modal. Pencarian utama berfokus pada hiburan, isu sosial, dan energi seperti mati listrik. Minimnya isu pasar modal dalam tren pencarian menandakan minat publik belum terfokus pada bursa.

Metodologi dan Sumber Data

Data intraday bersumber dari TradingView yang menggunakan data IDX dengan tertunda sekitar 10 menit. Penutupan resmi terakhir adalah 3 Agustus 2026, dengan IHSG di 6.234,50. Semua angka hanya mencakup saham aktif di 400 saham terpantau, dengan total nilai transaksi seluruh pasar sebesar Rp 12,78 triliun. Net asing dan daftar saham teramai dihitung berdasarkan volume nilai perdagangan.

Data ini hanya berlaku untuk saham yang diperdagangkan pada sesi tersebut. Periode sesi II berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.30 WIB. Data historis dan fundamental tidak disertakan dalam analisis ini.

Data ini tidak mencakup saham yang suspended atau delisted. Nilai transaksi adalah akumulasi seluruh pasar, bukan hanya 400 saham terpantau. Google Trends hanya menampilkan topik populer tanpa volume pencarian pasti. Artikel ini tidak menyertakan rekomendasi investasi. Penulis tidak memiliki hubungan kepentingan dengan emiten atau sekuritas yang disebutkan dalam artikel ini. Seluruh data numerik diformat sesuai standar Indonesia, yaitu titik sebagai pemisah ribuan dan koma sebagai pemisah desimal. Nilai triliun dan miliar digunakan untuk memudahkan pembacaan angka besar. Data ini tidak merepresentasikan portofolio investasi manapun.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investasi di pasar modal mengandung risiko. Selalu lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan independen sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 3 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.