Poin utama:
- IHSG berada di 6.375,33 (+0,38%) pada pukul 09:20 WIB, 6 Agustus 2026, naik dari penutupan resmi 5 Agustus 2026 sebesar 6.351,14.
- Total nilai transaksi sepanjang sesi mencapai Rp 13,95 triliun; 400 saham teratas menyumbang Rp 2,87 triliun.
- Saham teramai di pembukaan: TPIA (Rp 192,78 juta), KOTA (Rp 170,52 juta), dan ANTM (Rp 164,97 juta).
- MDIA menjadi top gainer dengan kenaikan 23,15%, sedangkan BACH menjadi top loser dengan penurunan 14,86%.
- Arus netto asing tercatat Rp -174,02 juta atau keluaran modal asing sebesar Rp 174,02 juta.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di 6.375,33 atau naik 24,19 poin (0,38%) pada pukul 09:20 WIB, Kamis 6 Agustus 2026. Data ini tertunda sekitar 10 menit dan bukan merupakan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir pada 5 Agustus 2026 tercatat 6.351,14.
Ringkasan Cepat
- IHSG pukul 09:20 WIB: 6.375,33 (+24,19 poin / +0,38%) — data tertunda 10 menit.
- Penutupan resmi terakhir (5 Agustus 2026): 6.351,14 (+31,53 poin / +0,5%).
- Total nilai transaksi sepanjang sesi: Rp 13,95 triliun; 400 saham teratas: Rp 2,87 triliun.
- Saham teramai: TPIA (Rp 192,78 juta), KOTA (Rp 170,52 juta), ANTM (Rp 164,97 juta).
- 180 saham naik, 136 turun dari 400 saham dipantau; arus netto asing: Rp -174,02 juta.
Pergerakan Indeks Acuan di Pembukaan
IHSG dan Indeks Terkait
IHSG bergerak ke level 6.375,33 pada pukul 09:20 WIB, atau meningkat 24,19 poin dari penutupan resmi 5 Agustus 2026. Persentase kenaikan tercatat 0,38%. Emiten besar yang bergerak di sektor non-energi mineral memimpin pergerakan positif di awal sesi.
Indeks LQ45, yang memuat 45 saham likuid, berada di 636,87 atau naik 0,45% (2,88 poin). IDX30, indeks 30 saham terkapitalisasi, berada di 357,45 atau naik 0,44% (1,55 poin). KOMPAS100 mencatat kenaikan 0,58% ke level 839,91. Keempat indeks utama menunjukkan sentimen positif di pembukaan.
IHSG merupakan indeks utama yang memuat semua saham terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perkembangan IHSG menjadi acuan bagi kesehatan pasar modal secara keseluruhan. Kenaikan 0,38% di pembukaan menunjukkan sentimen positif di awal hari.
Rentang Perdagangan Awal
Rentang perdagangan IHSG pada pembukaan berada antara 6.355,66 dan 6.388,20. Level terbuka tercatat 6.379,92, sedangkan level terendah 6.355,66 dan tertinggi 6.388,20. Indeks berada di atas penutupan resmi sepanjang rentang tersebut, menandakan tekanan beli di awal sesi.
Volatilitas intraday tercatat sekitar 32,54 poin antara high dan low. Level 6.379,92 menjadi referensi bagi pelaku pasar untuk menentukan arah selanjutnya. Posisi IHSG di atas level penutupan sebelumnya mengindikasikan pembukaan yang kuat.
Volume perdagangan yang meningkat pada pembukaan mengindikasikan partisipasi pelaku pasar yang tinggi. Tingkat partisipasi ini penting untuk menentukan arah tren harian. IHSG yang berada di atas level penutupan sebelumnya memberikan keyakinan bagi pelaku pasar untuk tetap terlibat.
Saham Paling Ramai di Sesi Pembukaan
TPIA Memimpin Nilai Transaksi
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 192,78 juta atau sekitar 13,8% dari total 400 saham teratas. Harga saham naik 2,91% menjadi Rp 2.120. PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) berada di posisi kedua dengan nilai Rp 170,52 juta dan kenaikan 6,43%.
Sektor process industries dan finance mendominasi peringkat teratas nilai transaksi. TPIA adalah satu-satunya emiten sektor kimia yang masuk delapan besar, sementara KOTA mewakili sektor keuangan. Nilai transaksi tinggi mengindikasikan minat besar dari pelaku pasar.
Likuiditas tinggi pada saham teramai memudahkan transaksi tanpa pergerakan harga yang ekstrem. TPIA dengan nilai Rp 192,78 juta menunjukkan bahwa emiten sektor kimia masih menjadi incaran utama. KOTA di sektor finance menunjukkan bahwa saham perbankan dan properti masih menarik perhatian pelaku pasar.
Daftar Saham Teramai dan Sektor Terkait
PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) menempati peringkat ketiga dengan nilai Rp 164,97 juta, diikuti PT Bumi Resources Tbk Class A (BUMI) sebesar Rp 137,34 juta. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) berada di peringkat kelima dengan nilai Rp 117,23 juta meskipun kenaikannya mencapai 23,15%.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH) juga termasuk delapan besar dengan nilai masing-masing Rp 111,33 juta dan Rp 104,48 juta. PT Bumi Resources Minerals Tbk Class A (BRMS) menutup peringkat dengan nilai Rp 97,31 juta. Emiten sektor non-energi mineral mendominasi daftar teramai.
Nilai transaksi teramai kesembilan belas saham pertama mencapai Rp 1,25 triliun. Konsentrasi nilai transaksi pada sektor non-energi mineral mencerminkan perhatian pasar terhadap komoditas dan pertambangan di awal Agustus 2026. Emiten sektor process industri juga mendapat perhatian signifikan dari pelaku pasar.
| Kode | Nama | Harga (Rp) | Perubahan (%) | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| TPIA | PT Chandra Asri Pacific Tbk | 2.120 | +2,91 | Rp 192,78 juta |
| KOTA | PT DMS Propertindo Tbk | 182 | +6,43 | Rp 170,52 juta |
| ANTM | PT ANTAM (Persero) Tbk | 3.150 | +2,61 | Rp 164,97 juta |
| BUMI | PT Bumi Resources Tbk Class A | 181 | +1,12 | Rp 137,34 juta |
| MDIA | PT Intermedia Capital Tbk | 266 | +23,15 | Rp 117,23 juta |
| CUAN | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk | 720 | +6,67 | Rp 111,33 juta |
| BACH | PT Bach Multi Global Tbk | 630 | -14,86 | Rp 104,48 juta |
| BRMS | PT Bumi Resources Minerals Tbk Class A | 630 | +3,28 | Rp 97,31 juta |
Top Gainer dan Top Loser
MDIA Catat Kenaikan Terbesar
PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menjadi top gainer dengan kenaikan 23,15% ke harga Rp 266, menempati peringkat kelima saham teramai. Kenaikan ini membuat MDIA menjadi salah satu saham paling diminati di awal sesi di sektor consumer services. Kinerja MDIA memberikan warna positif diversifikasi sektor.
BACH Tertinggal Paling Dalam
PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mencatat kerugian terbesar, turun 14,86% ke Rp 630. BACH juga masuk dalam daftar delapan saham teramai dengan nilai transaksi Rp 104,48 juta, menunjukkan bahwa volume tinggi tidak menjamin kenaikan harga. BACH menjadi contoh dinamika saham yang actively traded namun harga melemah.
Fluktuasi harga ekstrem pada MDIA dan BACH menunjukkan dinamika yang cepat di awal sesi. MDIA yang naik 23,15% dalam waktu singkat bisa jadi respons terhadap sentimen sektor consumer services. BACH yang turun 14,86% menunjukkan tekanan jual yang signifikan meskipun nilai transaksinya tinggi.
Laju Perdagangan dan Arus Modal Asing
Total Nilai Transaksi
Total nilai transaksi sepanjang sesi pembukaan mencapai Rp 13,95 triliun. Dari jumlah itu, 400 saham teratas menyumbang Rp 2,87 triliun atau sekitar 20,6%. Total saham aktif di pasar adalah 833 saham, dengan 422 saham naik dan 223 saham turun.
Nilai transaksi sebesar Rp 13,95 triliun menunjukkan likuiditas pasar yang sehat di awal hari. Dengan 180 saham naik dan 136 saham turun dari 400 saham yang dipantau, breadth pasar cenderung positif. Rasio naik:turun sebesar 1,32:1 mengindikasikan sentimen yang masih optimis meskipun arus asing keluar.
Pasar modal Indonesia mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 13,95 triliun pada pembukaan 6 Agustus 2026. Angka ini menunjukkan bahwa likuiditas pasar memadai untuk menampung transaksi dalam jumlah besar. Tingginya likuiditas mengurangi risiko slippage bagi pelaku pasar.
Arus Netto Asing
Arus netto asing di seluruh pasar tercatat Rp -174,02 juta, artinya terjadi keluaran modal asing sebesar Rp 174,02 juta. Data ini diambil dari ringkasan perdagangan IDX pada pukul 09:20 WIB, 6 Agustus 2026. Keluaran modal asing menunjukkan sentimen eksternal yang masih skeptis pada awal sesi.
Arus asing keluar terjadi meskipun IHSG bergerak positif. Fenomena ini menunjukkan bahwa pembeli domestik lebih dominan menyerap penawaran dibanding pembeli asing di awal hari. Pengaruh arus asing terhadap pergerakan indeks perlu dipantau sepanjang hari.
Arus asing keluar sebesar Rp 174,02 juta relatif kecil dibanding total nilai transaksi sebesar Rp 13,95 triliun. Persentase arus asing terhadap total transaksi adalah sekitar 0,001%. Artinya, pengaruh asing terhadap pergerakan pasar masih terbatas pada awal hari.
Tren Pencarian Publik
Tidak Ada Topik Pasar Modal yang Trending
Data Google Trends Daily Search Trends untuk geo=ID pada 6 Agustus 2026 tidak menampilkan topik pencarian yang menyangkut pasar modal. Daftar trending hari ini hanya memuat topik umum dan olahraga, tanpa koneksi langsung ke indeks atau emiten saham.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perhatian publik terhadap pasar modal masih berada pada tingkat normal tanpa dorongan berita khusus yang memicu peningkatan pencarian signifikan. Tingkat perhatian pasar yang normal ini sejalan dengan pola perdagangan pagi hari yang tanpa kejutan khusus.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana kinerja IHSG pada pembukaan 6 Agustus 2026?
IHSG berada di 6.375,33 atau naik 24,19 poin (0,38%) pada pukul 09:20 WIB, Kamis 6 Agustus 2026. Data ini tertunda sekitar 10 menit dari bursa dan bukan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir pada 5 Agustus 2026 tercatat 6.351,14 atau naik 31,53 poin (0,5%).
Saham apa yang paling ramai ditransaksikan pada pembukaan hari ini?
Saham paling ramai adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai transaksi Rp 192,78 juta, diikuti PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) sebesar Rp 170,52 juta, dan PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) sebesar Rp 164,97 juta. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 13,95 triliun dengan 833 saham aktif.
Apakah ada arus modal asing yang masuk atau keluar?
Arus netto asing di seluruh pasar tercatat Rp -174,02 juta, artinya terjadi keluaran modal asing sebesar Rp 174,02 juta. Data ini diambil dari ringkasan perdagangan IDX pada pukul 09:20 WIB, 6 Agustus 2026, berdasarkan monitoring terhadap 400 saham dari total 833 saham aktif.
Metodologi dan Sumber Data
Data intraday bersumber dari Ringkasan Perdagangan IDX (Trading Summary) yang disajikan melalui TradingView pada pukul 09:20 WIB, 6 Agustus 2026. Data penutupan resmi terakhir berasal dari laporan penutupan IDX tanggal 5 Agustus 2026. Data Google Trends diambil dari Google Trends Daily Search Trends untuk geo=ID pada tanggal yang sama. Data intraday tertunda sekitar 10 menit dan bukan merupakan penutupan resmi. Monitoring melibatkan 400 saham dari total 833 saham aktif di bursa.
Disclaimer: Artikel ini merupakan laporan berita berdasarkan data pasar yang tertunda dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Pasar modal memiliki risiko; pastikan Anda memahami profil risiko sebelum mengambil keputusan.
Baca juga
- IHSG Naik 0,5% ke 6.351, Sektor Kesehatan Pimpin Perubahan
- ANTM Pimpin Net Buy Asing Rp 183,11 Miliar, IHSG 6.351,14
- BACH dan PRDL Pimpin Daftar Saham Tertekan, IHSG Bergerak di 6.357,11
- BBNI Pimpin Nilai Transaksi Emiten Pelapor Laporan TW2 2026
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 5 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
