ANTM Pimpin Net Buy Asing Rp 183,11 Miliar, IHSG 6.351,14

Grafik Net Buy Asing Emiten Indonesia 5 Agustus 2026 ANTM TINS BUMI — grafik Net Buy Asing (Rp miliar) — 2026-08-05, sumber data IDX 5 Agustus 2026

Poin utama:

  • ANTM memimpin net buy asing senilai Rp 183,11 miliar di antara emiten yang tercatat dalam grafik aliran dana asing.
  • IHSG berada di 6.351,14 pada pukul 17.30 WIB, naik 31,53 poin atau 0,50 persen dari sesi perdagangan sore.
  • Total nilai transaksi saham mencapai Rp 13,95 triliun dari 833 emiten aktif dengan 422 saham menguat dan 223 melemah.
  • Pasar mengalami net jual asing bersih Rp 174,02 miliar, dengan TPIA sebagai emiten penjualan asing terbesar di angka Rp 137,01 miliar.
  • Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.085,00 triliun berdasarkan penutupan resmi terakhir pada 5 Agustus 2026.

IHSG berada di 6.351,14 pada pukul 17.30 WIB, naik 31,53 poin atau 0,50 persen. Total nilai transaksi saham mencapai Rp 13,95 triliun dari 833 emiten aktif, dengan 422 saham menguat dan 223 melemah. Aliran dana asing mencatat net buy Rp 183,11 miliar di ANTAM, sementara pasar mengalami net jual bersih Rp 174,02 miliar.

Ringkasan Cepat

  • IHSG berada di 6.351,14 (+31,53 poin atau +0,50 persen) pada pukul 17.30 WIB, data tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi perdagangan.
  • Total nilai transaksi saham mencapai Rp 13,95 triliun dari 833 emiten aktif; 422 saham naik dan 223 saham turun dalam sesi ini.
  • ANTAM memimpin net buy asing senilai Rp 183,11 miliar, diikuti TIMAH Rp 121,17 miliar dan Bumi Resources Rp 90,10 miliar.
  • Pasar secara keseluruhan mengalami net jual asing bersih Rp 174,02 miliar, dengan TPIA sebagai emiten dengan penjualan asing terbesar di angka Rp 137,01 miliar.
  • Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.085,00 triliun berdasarkan penutupan resmi terakhir pada 5 Agustus 2026.

IHSG Menguat Tipis di Tengah Sesi Perdagangan

IHSG berada di 6.351,14 pada pukul 17.30 WIB, naik 31,53 poin atau 0,50 persen. Indeks mengalami range pergerakan antara 6.316,10 sebagai low dan 6.367,82 sebagai high selama sesi perdagangan sore. Pergerakan indeks mencerminkan aksi beli jual investor domestik maupun asing di tengah sesi.

Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.085,00 triliun berdasarkan penutupan resmi terakhir pada 5 Agustus 2026. Nilai tersebut merupakan agregat dari seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pergerakan intraday IHSG hari ini berada dalam rentang yang relatif sempit dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Perbandingan dengan Penutupan Resmi Terakhir

Penutupan resmi IHSG untuk tanggal 5 Agustus 2026 belum dirilis pada pukul 17.30 WIB karena data yang tersedia merupakan harga tertunda sekitar 10 menit. Angka 6.351,14 yang tercermin di pasar saat ini mewakili posisi perdagangan menengah sesi, bukan harga penutupan akhir. Pembaca disarankan menunggu rilis resmi IDX untuk angka penutupan definitif.

Aliran Dana Asing: ANTAM Pimpin Net Buy, Pasar Secara Keseluruhan Net Jual

Data aliran dana asing per emiten menunjukkan ANTAM (Persero) Tbk. menjadi penerima dana asing terbesar dengan net buy Rp 183,11 miliar. Emiten pertambangan ini diikuti oleh TIMAH (Persero) Tbk. dengan net buy Rp 121,17 miliar dan Bumi Resources Tbk. sebesar Rp 90,10 miliar. Secara keseluruhan, pasar mengalami net jual asing bersih Rp 174,02 miliar.

Di sisi penjualan, TPIA (Chandra Asri Pacific Tbk.) mencatat net sell asing terbesar Rp 137,01 miliar. TLKM (Telkom Indonesia) menyusul dengan net sell Rp 131,10 miliar dan BBRI (Bank Rakyat Indonesia) Rp 83,97 miliar. Pola ini menunjukkan selektivitas investor asing yang masih berfokus pada sektor pertambangan dan perkebunan sebagai tujuan pembelian, sambil melakukan aksi profit taking di beberapa emiten large cap.

Pembeli Asing Terbesar dari Delapan Emiten Penerima Dana Asing

Delapan emiten dalam daftar pembelian asing berasal dari sektor pertambangan, perkebunan, dan konsumsi. KODE (DMS Propertindo Tbk.) mencatat kenaikan persentase terbesar di angka 10,32 persen dengan net buy Rp 46,40 miliar. KLBF (Kalbe Farma Tbk.) naik 8,84 persen dengan nilai transaksi Rp 198,81 miliar dan net buy asing Rp 29,44 miliar. BRMS (Bumi Resources Minerals Tbk.) menambah posisi asing sebesar Rp 27,20 miliar meskipun kenaikan persentasenya tercatat 5,17 persen.

AMRT (Sumber Alfaria Trijaya Tbk.) mencatat kenaikan 7,55 persen dengan net buy asing Rp 26,17 miliar. GGRM (Gudang Garam Tbk.) mengalami kenaikan 2,95 persen dengan net buy Rp 21,74 miliar. ENRG (Energi Mega Persada Tbk.) naik 7,14 persen dengan net buy asing Rp 21,32 miliar. TINS (TIMAH) mencatat kenaikan 1,57 persen dengan net buy Rp 121,17 miliar, menjadikannya kontributor kedua terbesar dalam aliran dana asing.

Emiten dengan Penjualan Asing Terbesar

Pasar penjualan asing didominasi oleh emiten pertambangan dan perkebunan. MEDC (Medco Energi Internasional Tbk.) mengalami penurunan persentase terbesar di antara emiten besar, yaitu 4,01 persen dengan net sell Rp 39,40 miliar. UNTR (United Tractors Tbk.) turun 0,83 persen dengan nilai transaksi Rp 119,05 miliar dan net sell Rp 40,10 miliar. BBCA (Bank Central Asia Tbk.) mencatat net sell Rp 34,75 miliar meskipun hanya turun 0,77 persen.

ASII (Astra International Tbk.) mengalami penurunan 1,95 persen dengan net sell asing Rp 82,86 miliar. CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk.) turun 1,27 persen dengan net sell Rp 44,51 miliar. ADMR (Alamtri Minerals Indonesia Tbk.) mencatat net sell Rp 41,96 miliar meskipun harganya naik 0,62 persen. BULL (Buana Lintas Lautan Tbk.) mengalami kenaikan 3,56 persen namun tetap menjadi emiten dengan net sell Rp 40,69 miliar.

Saham Teramai: BUMI Pimpin Nilai Transaksi, Diikuti BBCA dan ANTM

Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham teramai hari ini dengan nilai transaksi Rp 799,41 miliar dan kenaikan 6,55 persen. Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menempati posisi kedua dengan nilai transaksi Rp 655,92 miliar, meskipun mengalami penurunan 0,77 persen. ANTAM (Persero) Tbk. mencatat nilai transaksi Rp 566,65 miliar dengan kenaikan 6,23 persen.

Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyusul di posisi keempat dengan nilai transaksi Rp 521,06 miliar dan penurunan 0,94 persen. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatat nilai transaksi Rp 505,92 miliar dengan penurunan 0,48 persen. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menempati posisi keenam dengan nilai transaksi Rp 468,76 miliar dan kenaikan 3,27 persen.

Sektor Dominan dalam Daftar Saham Teramai

Sembilan dari sepuluh saham teramai berasal dari sektor pertambangan, perbankan, dan perkebunan. Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatat nilai transaksi Rp 415,40 miliar dengan kenaikan 0,81 persen dan menempati posisi kedelapan. DMS Propertindo Tbk. (KOTA) menyusul dengan nilai transaksi Rp 407,55 miliar dan kenaikan 10,32 persen. Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE) mencatat nilai transaksi Rp 379,94 miliar dengan kenaikan 5,06 persen.

Dari daftar saham teramai, hanya BBCA yang berasal dari sektor perbankan dengan nilai transaksi signifikan meskipun mengalami penurunan. Emiten pertambangan mendominasi daftar ini dengan BUMI, ANTM, AMMN, dan BRPT masuk dalam sepuluh besar. Tingginya nilai transaksi emiten pertambangan mencerminkan respons pasar terhadap pergerakan harga komoditas dan aliran dana asing yang terkonsentrasi di sektor ini.

Sumber: IDX Stock Summary, data per 5 Agustus 2026 pukul 17.30 WIB (tertunda sekitar 10 menit, bukan penutupan resmi). Nilai dalam Rp miliar.
Kode Emiten Harga (Rp) Perubahan (%) Nilai Transaksi (Rp Miliar) Net Beli Asing (Rp Miliar)
ANTM ANTAM (Persero) Tbk. 3.070 +6,23 566,65 183,11
TINS TIMAH (Persero) Tbk. 3.880 +1,57 293,23 121,17
BUMI Bumi Resources Tbk. 179 +6,55 799,41 90,10
KOTA DMS Propertindo Tbk. 171 +10,32 407,55 46,40
DEWA Darma Henwa Tbk 480 +3,90 404,18 39,85
KLBF Kalbe Farma Tbk. 800 +8,84 198,81 29,44
BRMS Bumi Resources Minerals Tbk. 610 +5,17 328,15 27,20
AMRT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. 1.425 +7,55 96,05 26,17

Tabel di atas menampilkan delapan emiten dengan net buy asing terbesar berdasarkan data IDX Stock Summary per 5 Agustus 2026. Semua emiten dalam daftar ini tercatat dalam grafik aliran dana asing pada hari yang sama. Nilai harga dan perubahan persentase mencerminkan harga tertunda pukul 17.30 WIB dan bukan penutupan resmi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu net buy asing?

Net buy asing adalah selisih antara volume beli dan volume jual investor asing di pasar saham Indonesia. Nilai positif menandakan permintaan asing lebih besar daripada penawaran. Pada 5 Agustus 2026, pasar secara keseluruhan mencatat net jual bersih Rp 174,02 miliar, dengan ANTAM menjadi penerima aliran dana asing terbesar di angka Rp 183,11 miliar.

Berapa jumlah saham yang aktif diperdagangkan hari ini?

Sebanyak 833 emiten aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada sesi sore tanggal 5 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 422 saham mengalami kenaikan harga dan 223 saham melemah, sehingga rasio saham penguat terhadap saham pelemah berada di angka sekitar 1,9 banding 1. Data ini mencakup seluruh saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar negosiasi.

Mengapa IHSG masih menunjukkan data tertunda dan bukan penutupan resmi?

Data yang ditampilkan pada pukul 17.30 WIB merupakan harga tertunda sekitar 10 menit dari pasar, bukan penutupan resmi. Penutupan resmi IHSG untuk tanggal 5 Agustus 2026 baru akan dirilis oleh IDX setelah sesi perdagangan berakhir secara definitif. Pembaca disarankan menunggu rilis resmi untuk angka penutupan akhir dan tidak menggunakan data tertunda sebagai referensi penutupan.

Metodologi dan Sumber Data

Data dalam artikel ini bersumber dari IDX (Bursa Efek Indonesia) melalui laporan Trading Summary dan Index Summary. IHSG, nilai transaksi, jumlah saham aktif, serta aliran dana asing per emiten diambil dari data pasar tertunda pukul 17.30 WIB pada 5 Agustus 2026, yang diperbarui sekitar 10 menit setelah kejadian. Kapitalisasi pasar menggunakan penutupan resmi terakhir pada tanggal 5 Agustus 2026. Net buy dan net sell asing merupakan agregat dari data IDX Stock Summary per emiten dan tidak mencerminkan identitas broker atau sekuritas tertentu, karena IDX tidak merilis informasi tersebut. Nilai transaksi saham merupakan total nilai transaksi seluruh saham yang diperdagangkan dalam satu sesi. Artikel ini tidak mengandung rekomendasi investasi.

Disclaimer Risiko: Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu. Investasi di pasar modal mengandung risiko kerugian. Pembaca disarankan melakukan analisis mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 5 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.