Poin utama:
- IHSG berada di 6.512,39 (-1,17%) pada 10:20 WIB, turun 76,95 poin dari penutupan resmi terakhir.
- Penutupan resmi terakhir: IHSG 6.589,34 (-1,33%) pada Kamis 10 September 2026.
- Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 19,27 triliun dengan net asing Rp -738,87 miliar.
- BBCA paling ramai dengan Rp 541,10 miliar, diikuti BUMI (Rp 428,89 miliar) dan BBRI (Rp 401,12 miliar).
- Top gainer MITI (+19,13%) dan top loser GSMF (-14,52%) menjadi sorotan volatilitas hari ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di 6.512,39 pada pukul 10:20 WIB, Jumat 11 September 2026, atau turun 76,95 poin (-1,17%) dari penutupan resmi terakhir. Data ini tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi bursa. Penutupan resmi sebelumnya terjadi pada Kamis 10 September 2026 dengan IHSG ditutup di 6.589,34 (-88,86/-1,33%).
Ringkasan Cepat
- IHSG berada di 6.512,39 (-1,17%) atau minus 76,95 poin pada pukul 10:20 WIB, data tertunda sekitar 10 menit.
- Penutupan resmi terakhir: IHSG 6.589,34 (-88,86/-1,33%) pada Kamis 10 September 2026.
- Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 19,27 triliun; net asing sebesar Rp -738,87 miliar.
- Saham teramai: BBCA (Rp 541,10 miliar), BUMI (Rp 428,89 miliar), BBRI (Rp 401,12 miliar).
- Top gainer: MITI (+19,13%); top loser: GSMF (-14,52%).
Performa Indeks Acuan di Tengah Sesi
IHSG Melemah di Bawah Level Penutupan Kemarin
IHSG bergerak di kisaran 6.462,96–6.552,79 pada pukul 10:20 WIB, menandakan tekanan jual yang masih bertahan. Indeks ini berada di bawah level penutupan resmi 6.589,34, menandakan kinerja lebih lemah dibanding hari sebelumnya. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.529,58 triliun.
Indeks Lain Juga Merah
Seluruh indeks acuan lain mengikuti arah negatif. LQ45 berada di 648,18 (-1,19%), IDX30 di 360,14 (-1,28%), dan KOMPAS100 di 856,35 (-1,16%). Korelasi penurunan lintas indeks menunjukkan sentimen melemah di sektor blue chip.
Saham Paling Ramai di Sesi Berjalan
BBCA Memimpin dengan Rp 541,10 Miliar
BBCA menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 541,10 miliar, meskipun harganya turun 1,95% ke Rp 6.300. Likuiditas tinggi ini mengindikasikan adanya aktivitas arbitrase atau penyesuaian posisi besar di saham bank terbesar di Indonesia. Sektor Finance menempati posisi dominan dalam daftar teramai.
BUMI dan BBRI di Posisi Dua dan Tiga
BUMI berada di posisi kedua dengan nilai transaksi Rp 428,89 miliar dan harga stabil di Rp 212 (0,00%). BBRI menempati posisi ketiga dengan Rp 401,12 miliar, turun 1,20% ke Rp 3.280. Tiga saham teratas menyerap total Rp 1,37 triliun, menunjukkan konsentrasi likuiditas di saham berkapitalisasi besar. DSSA dan CUAN menyusul di posisi empat dan lima dengan nilai transaksi masing-masing Rp 268,31 miliar dan Rp 267,67 miliar.
Top Gainer dan Loser Sesi Ini
MITI dan MGNA Melesat di Awal Sesi
MITI menjadi top gainer dengan kenaikan 19,13% ke Rp 274, disusul MGNA (+18,38% ke Rp 161) dan POLA (+11,27% ke Rp 79). Ketiga saham ini berasal dari sektor Transportation, Finance, dan Finance. Pergerakan signifikan di saham berkapitalisasi kecil menimbulkan potensi volatilitas tinggi.
GSMF dan SGER Anjlok, Jumlah Saham Turun Lebih Banyak
GSMF tercatat sebagai top loser dengan penurunan 14,52% ke Rp 106, disusul SGER (-10,42% ke Rp 645) dan LUCY (-7,91% ke Rp 396). GSFD berada di sektor Finance, sementara SGER dan LUCY berasal dari Non-Energy Minerals dan Commercial Services. Dari 400 saham teratas, 85 saham naik dan 268 saham turun, menandakan tekanan jual yang lebih luas.
Tren Pencarian Investor: Dividen DMAS Jadi Sorotan
Berdasarkan Google Trends untuk wilayah Indonesia, topik yang menyangkut pasar modal yang trending pada 11 September 2026 adalah “dividen dmas”. Pencarian ini didorong oleh kabar dividen besar DMAS dengan rasio 95% per saham serta laba yang meroket 175% di tengah ekspansi data center. Tidak ada topik lain yang menyangkut pasar modal yang trending secara signifikan hari ini.
| Kode | Nama | Harga | Perubahan (%) | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| BBCA | PT Bank Central Asia Tbk | 6.300 | -1,95 | Rp 541,10 miliar |
| BUMI | PT Bumi Resources Tbk Class A | 212 | 0,00 | Rp 428,89 miliar |
| BBRI | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Class B | 3.280 | -1,20 | Rp 401,12 miliar |
| DSSA | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk | 1.095 | -1,35 | Rp 268,31 miliar |
| CUAN | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk | 950 | -3,55 | Rp 267,67 miliar |
| BMRI | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | 4.330 | -0,92 | Rp 227,78 miliar |
| AMMN | PT Amman Mineral Internasional Tbk | 4.840 | 0,62 | Rp 200,36 miliar |
| JARR | PT Jhonlin Agro Raya Tbk | 3.710 | 8,80 | Rp 189,34 miliar |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana kondisi IHSG pada pukul 10:20 WIB 11 September 2026?
IHSG berada di 6.512,39, atau turun 76,95 poin (-1,17%) dari penutupan resmi terakhir. Data ini diambil pada pukul 10:20 WIB dan tertunda sekitar 10 menit, sehingga bukan representasi penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir terjadi pada 10 September 2026 di level 6.589,34 (-88,86/-1,33%).
Saham apa yang paling ramai ditransaksikan di sesi berjalan?
BBCA memimpin nilai transaksi dengan Rp 541,10 miliar, diikuti BUMI (Rp 428,89 miliar) dan BBRI (Rp 401,12 miliar). Tiga saham ini menyerap sekitar 2,8% dari total nilai transaksi seluruh pasar yang mencapai Rp 19,27 triliun pada pukul 10:20 WIB, menandakan konsentrasi likuiditas di saham blue chip.
Apa yang menjadi topik trending terkait pasar modal hari ini?
Topik yang menyangkut pasar modal yang trending di Google Trends Indonesia adalah “dividen dmas” dengan perkiraan pencarian 500+. Berita pendukungnya adalah rencana dividen besar DMAS dengan rasio 95% per saham serta laba yang melonjak 175% di tengah ekspansi data center. Tidak ada topik lain terkait pasar modal yang trending secara signifikan.
Metodologi dan Sumber Data
Data intraday pada pukul 10:20 WIB diambil dari TradingView yang memuat data IDX tertunda sekitar 10 menit. Data penutupan resmi terakhir (10 September 2026) bersumber dari laporan IDX Trading Summary dan Index Summary. Google Trends menggunakan geo=ID dengan daily search trends. Data top gainer, loser, dan saham teramai hanya mencakup 400 saham teratas dari 832 saham aktif, sehingga mungkin tidak mencerminkan seluruh pasar. Net asing dan nilai transaksi merupakan agregasi seluruh pasar.
Disclaimer risiko: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi umum dan bukan merupakan ajakan untuk membeli maupun menjual sekuritas. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Data intraday dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi informasi terbaru dari sumber resmi Bursa Efek Indonesia atau pihak berwenang sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca juga
- GSMF Melesat 34,78% ke Rp 124, Nilai Transaksi Rp 36,26 Miliar
- Sektor Transportasi Pesta Pora (PPGL, IMAS, TRUK)! Saham INDS Kini di 272, Waktu Tepat Serok Bawah?
- RGAS Anjlok -13,94%, IHSG Bergerak ke 6.599,94 di Sesi Kedua
- Emiten Ini Akan Merger, Masuk Di Ekosistem AI Factory Zankore, dan Sebagai Salah Satu Pemegang Lahan di KIT Batang
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 10 September 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
