GSMF Anjlok -14,52%, IHSG Melemah ke 6.541,38 di Sesi Kedua

GSMF Anjlok -14,52%, IHSG Melemah ke 6.541,38 di Sesi Kedua — grafik Pelemahan Terdalam Sesi Berjalan — 11/09 16:20 WIB, sumber data IDX 10 September 2026

Poin utama:

  • IHSG berada di 6.541,38 (-0,73%) pukul 16:20 WIB.
  • GSMF anjlok -14,52% jadi saham paling tertekan sesi kedua.
  • 543 dari 832 saham aktif turun hari ini.
  • Net asing tercatat Rp -738,87 miliar.
  • Total nilai transaksi pasar Rp 19,27 triliun.

IHSG berada di 6.541,38 poin (-0,73%) pukul 16:20 WIB, 11 September 2026, menurut data intraday tertunda sekitar 10 menit dari IDX. Angka ini bukan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir tanggal 10 September 2026 mencatat indeks di 6.589,34 (-1,33%) dan kapitalisasi pasar Rp 11.529,58 triliun. Sebanyak 832 saham aktif diperdagangkan.

Ringkasan Cepat

  • IHSG berada di 6.541,38 (-0,73%) pukul 16:20 WIB, tertunda sekitar 10 menit dari IDX.
  • GSMF menjadi saham paling tertekan, anjlok -14,52% ke Rp 106,00.
  • Dari 400 saham dipantau, 114 saham naik dan 231 saham turun.
  • Total nilai transaksi 400 saham teratas mencapai Rp 13,94 triliun.
  • Net asing seluruh pasar tercatat Rp -738,87 miliar.

Pelemahan Terdalam di Sesi Kedua

Delapan emiten tertekan hari ini tercatat dalam grafik pelemahan intraday, didominasi oleh sektor keuangan, komunikasi, dan jasa komersial. Pelemahan terjadi di tengah sesi kedua setelah tekanan jual menguat sejak pagi hari. Dari 832 saham aktif, 543 saham mencatut kerugian, menandakan suasana pasar yang negatif dengan dominasi saham turun yang signifikan. Net asing tercatat Rp -738,87 miliar menambah tekanan pasar.

GSMF Pimpin Penurunan

GSMF anjlok -14,52% ke Rp 106,00 pada pukul 16:20 WIB. Emiten sektor Finance ini mencatat nilai transaksi Rp 31,18 miliar. Pelemahan ini menjadikan GSMF sebagai saham dengan penurunan paling dalam di antara 400 saham dipantau, disusul MSKY -10,98%, APIC -10,04%, dan LUCY -9,77%.

Tekanan di Keuangan dan Komunikasi

Tiga dari delapan saham tertekan berasal dari sektor keuangan: GSMF, APIC, dan KPIG yang turun -7,06% ke Rp 79,00. Sektor komunikasi juga tertekan dengan MSKY turun -10,98% ke Rp 73,00. Sektor Non-Energy Minerals melemah dengan BYAN turun -5,73% ke Rp 12.350,00, SGER turun -5,56% ke Rp 680,00, dan TCPI turun -6,16% ke Rp 1.980,00.

LUCY dan UANG Ikut Tertekan

LUCY turun -9,77% ke Rp 388,00 dengan nilai transaksi Rp 96,04 miliar. UANG turun -7,79% ke Rp 3.790,00 dengan nilai transaksi Rp 6,98 miliar. MSJA turun -7,30% ke Rp 825,00 dan MAPA turun -5,04% ke Rp 660,00. Emiten-emiten ini menambah daftar pelemahan yang meluas di berbagai sektor.

Indeks Lain Turun Diiringi IHSG

Selain IHSG, indeks penentu lain juga melemah di seluruh papan. LQ45 berada di 649,72 (-0,95%) dengan high 652,72 dan low 643,43. IDX30 berada di 361,21 (-0,99%) dengan high 363,44 dan low 358,15. KOMPAS100 berada di 858,31 (-0,93%) dengan high 860,97 dan low 848,88. Pelemahan lintas indeks menunjukkan tekanan menyeluruh yang menghantam hampir seluruh kelompok saham. Dari 400 saham dipantau, 231 saham turun dibanding 114 saham naik.

Saham Paling Ramai dan Kemenangan di Tengah Badai

BBCA memimpin nilai transaksi dengan Rp 1,19 triliun meskipun harga turun -1,56% ke Rp 6.325,00. BBRI di posisi kedua dengan Rp 710,58 miliar, disusul BUMI Rp 687,53 miliar. Total nilai transaksi seluruh pasar hari ini mencapai Rp 19,27 triliun.

BBCA Pimpin Volume Perdagangan

BBCA menjadi saham paling aktif dengan nilai transaksi Rp 1,19 triliun. BUMI mencatat nilai transaksi Rp 687,53 miliar di harga stabil Rp 212,00 (0,00%). Emiten Non-Energy Minerals ini menjadi satu dari sedikit saham lapis utama yang bertahan tanpa perubahan signifikan di tengah pelemahan pasar yang meluas. Likuiditas tetap tinggi meskipun arah pasar negatif.

Enam Saham Melesat di Atas 10%

PTSN memimpin kenaikan dengan +24,83%, diikuti MITI +24,35%, dan MBTO +19,15%. Emiten jasa teknologi ELIT menguat +14,17% ke Rp 290,00. MUTU naik +15,38% ke Rp 135,00 dengan nilai transaksi Rp 71,30 miliar, sedangkan IFII naik +11,00% ke Rp 222,00. Kenaikan ini terjadi di tengah dominasi saham turun, menandakan selektivitas pasar yang tinggi.

Antam dan Amman Mineral Bertahan

ANTM berada di harga stabil Rp 3.270,00 (0,00%) dengan nilai transaksi Rp 443,77 miliar. AMMN menguat +1,04% ke Rp 4.860,00 dengan nilai transaksi Rp 435,06 miliar. Kedua emiten Non-Energy Minerals ini menjadi oase di tengah pelemahan sektor pertambangan.

Tabel Saham Paling Aktif

Berikut 10 saham dengan nilai transaksi tertinggi pada data pukul 16:20 WIB. BBCA memimpin dengan Rp 1,19 triliun, diikuti BBRI Rp 710,58 miliar, dan BUMI Rp 687,53 miliar. Tiga emiten Non-Energy Minerals masuk daftar ini: BUMI, ANTM, dan AMMN. Keuangan mendominasi lima posisi dalam daftar paling aktif.

10 saham paling aktif diperdagangkan pada 11 September 2026 pukul 16:20 WIB, sumber: IDX/TradingView (tertunda 10 menit)
Kode Nama Harga Perubahan (%) Nilai Transaksi
BBCA PT Bank Central Asia Tbk Rp 6.325,00 -1,56 Rp 1,19 triliun
BBRI PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Class B Rp 3.270,00 -1,51 Rp 710,58 miliar
BUMI PT Bumi Resources Tbk Class A Rp 212,00 0,00 Rp 687,53 miliar
BMRI PT Bank Mandiri Tbk Rp 4.360,00 -0,23 Rp 551,79 miliar
CUAN PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk Rp 945,00 -4,06 Rp 465,94 miliar
ANTM PT ANTAM Tbk Rp 3.270,00 0,00 Rp 443,77 miliar
AMMN PT Amman Mineral Internasional Tbk Rp 4.860,00 1,04 Rp 435,06 miliar
DSSA PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Rp 1.100,00 -0,90 Rp 405,50 miliar
TPIA PT Chandra Asri Pacific Tbk Rp 1.880,00 -2,59 Rp 371,14 miliar
TINS PT TIMAH Tbk Rp 4.740,00 1,94 Rp 260,98 miliar

Google Trends: IHSG Anjlok Jadi Pusat Pencarian

Topik pencarian “ihsg anjlok” menjadi tren terkait pasar modal hari ini di Indonesia dengan perkiraan pencarian 1.000+. Topik ini menempati perhatian publik seiring pergerakan indeks komposit yang tertekan di tengah sesi. Tren lain di luar pasar modal meliputi jadwal liga 1, persik kediri, dan ronaldo al nassr yang juga muncul dalam daftar pencarian harian. Tingkat pencarian ini menunjukkan minat warga Indonesia terhadap kondisi bursa yang tetap tinggi meskipun pasar melandai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah penutupan sesi kedua hari ini sudah resmi?

Belum resmi. Data yang ditampilkan adalah angka intraday pukul 16:20 WIB yang tertunda sekitar 10 menit dari IDX. Penutupan resmi akan dirilis setelah bursa tutup. Penutupan resmi terakhir tercatat pada 10 September 2026 dengan IHSG di 6.589,34 (-1,33%) dan kapitalisasi pasar Rp 11.529,58 triliun. Perbandingan ini menunjukkan penurunan lebih lanjut dari penutupan sebelumnya sebesar 47,96 poin.

Berapa jumlah saham yang naik dan turun hari ini?

Dari 832 saham aktif diperdagangkan, 161 saham naik dan 543 saham turun. Dari 400 saham yang secara khusus dipantau, tercatat 114 saham naik dan 231 saham turun. Pelemahan lebih dominan dibanding kenaikan dengan rasio sekitar 1 saham naik untuk setiap 3 saham turun di daftar 400 saham teratas. Sektor keuangan mencatat jumlah emiten tertekan paling banyak di antara delapan saham paling tertekan.

Bagaimana kinerja net asing di pasar?

Net asing seluruh pasar tercatat Rp -738,87 miliar pada data hari ini. Arus keluar dana asing turut menjadi tekanan bagi indeks. IHSG berada di 6.541,38 (-0,73%) pukul 16:20 WIB, melemah dari level penutupan 10 September 2026 di 6.589,34 poin. Tekawasan ini mengindikasikan sentimen negatif dari investor asing terhadap pasar domestik selama sesi perdagangan.

Metodologi dan Sumber Data

Data indeks dan daftar saham diambil dari laporan Trading Summary dan Index Summary Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk tanggal 10 September 2026. Data pasar saat ini menggunakan TradingView dengan keterangan tertunda sekitar 10 menit. Data Google Trends menggunakan daftar tren pencarian harian untuk geo Indonesia. Seluruh angka hanya untuk informasi dan tidak disarankan sebagai dasar keputusan investasi. Emiten yang disebut adalah bagian dari 400 saham teratas berdasarkan nilai transaksi.

Artikel ini hanya untuk informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek. Pasar modal memiliki risiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi. Data yang disajikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 10 September 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.