Poin utama:
- ZATA naik 24,56% ke Rp 71 per saham pada data pukul 13:50 WIB dengan nilai transaksi Rp 51,49 miliar.
- Penutupan resmi 22 September 2026: ZATA turun 8,06% ke Rp 57 dengan nilai transaksi Rp 7,63 miliar.
- ZATA menurun 14,93% dari Rp 67 pada 15 September 2026 ke Rp 57 pada 22 September 2026 sebelum rebound.
- Net asing ZATA pada penutupan 22 September 2026: Rp 337,5 juta.
- Rekan sektor Retail Trade DEWI naik 11,35% ke Rp 206 pada data intraday hari ini.
Saham ZATA PT Bersama Zatta Jaya Tbk naik 24,56% ke Rp 71 per saham pada data pukul 13:50 WIB, Senin 23 September 2026, dengan nilai transaksi Rp 51,49 miliar. Angka intraday ini tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. IHSG penutupan resmi terakhir tanggal 22 September 2026 berada di 6.277,04 (-1,69%) atau turun 107,68 poin, menandakan masih ada tekanan di pasar luas meski ZATA menunjukkan rebound menggelegak.
Ringkasan Cepat
- ZATA naik 24,56% ke Rp 71 per saham pada data pukul 13:50 WIB, Senin 23 September 2026.
- Nilai transaksi ZATA mencapai Rp 51,49 miliar pada data intraday tersebut, melonjak jauh dari kisaran Rp 1,75 miliar hingga Rp 7,63 miliar pada enam sesi sebelumnya.
- Penutupan resmi terakhir 22 September 2026: ZATA turun 8,06% ke Rp 57 dengan nilai transaksi Rp 7,63 miliar.
- ZATA mencatat net asing Rp 337,5 juta pada penutupan 22 September 2026 setelah tekanan jual pada beberapa sesi sebelumnya.
- Rekan sektor Retail Trade DEWI naik 11,35% ke Rp 206 pada data intraday hari ini.
Seberapa Besar Pergerakan ZATA Hari Ini
Saham ZATA melonjak 24,56% dari harga penutupan resmi Rp 57 pada 22 September 2026 ke Rp 71 per saham pada data pukul 13:50 WIB, Senin 23 September 2026. Nilai transaksi tercatat Rp 51,49 miliar, yang melonjak lebih dari enam kali lipat dari penutupan terakhir Rp 7,63 miliar dan menjadi angka tertinggi dalam enam sesi terakhir. Perubahan besar ini terjadi di tengah sesi perdagangan ketika IHSG berjalan di zona positif 6.334,45 (+0,91%), menandakan bahwa ZATA bergerak melawan arus umum pasar yang cenderung lemah pada penutupan kemarin.
Peringatan: Saham dengan pergerakan harga ekstrem seperti ZATA hari ini dapat mengalami fluktuasi yang tinggi dalam waktu singkat. Nilai transaksi yang melonjak drastis sering diikuti oleh volatilitas lanjutan, sehingga investor disarankan untuk memperhitungkan profil risiko sebelum mengambil keputusan.
Bagaimana Pergerakan ZATA Beberapa Sesi Terakhir
ZATA mengalami tekanan penurunan pada lima sesi sebelum lonjakan hari ini. Harga penutupan bergerak dari Rp 67 pada 15 September 2026 ke Rp 57 pada 22 September 2026, atau turun 14,93% dalam enam sesi, dengan titik terendah tercapai pada penutupan kemarin. Penurunan berakselerasi pada 22 September 2026 dengan -8,06% dan nilai transaksi melonjak ke Rp 7,63 miliar, tertinggi dalam enam sesi, menandakan adanya aktivitas jual yang intens di akhir periode turun.
| Tanggal | Penutupan (Rp) | Perubahan (%) | Nilai Transaksi | Net Asing |
|---|---|---|---|---|
| 15 Sep 2026 | 67 | 0,00 | Rp 2,61 miliar | Rp 61,6 juta |
| 16 Sep 2026 | 65 | -2,99 | Rp 1,90 miliar | Rp -193,8 juta |
| 17 Sep 2026 | 65 | 0,00 | Rp 1,75 miliar | Rp 82,3 juta |
| 18 Sep 2026 | 63 | -3,08 | Rp 2,73 miliar | Rp -84,1 juta |
| 21 Sep 2026 | 62 | -1,59 | Rp 5,02 miliar | Rp -75,5 juta |
| 22 Sep 2026 | 57 | -8,06 | Rp 7,63 miliar | Rp 337,5 juta |
Lonjakan 24,56% hari ini membalikan seluruh penurunan sejak 15 September 2026. Harga sempat turun ke Rp 57 pada 22 September 2026 sebelum rebound ke Rp 71, menutup kerugian dan membuka nilai kembali positif bagi investor yang menahan saham sejak awal periode. Besaran pergerakan ini jarak terjadi di tengah sesi tanpa publikasi informasi perusahaan yang signifikan, membuatnya menjadi sorotan utama pasar.
Apakah Ini Isu Satu Saham atau Isu Sektor
ZATA bergerak di sektor Retail Trade. Pada data intraday pukul 13:50 WIB, rekan sektor DEWI (PT Dewi Shri Farmindo Tbk) juga naik 11,35% ke Rp 206 dengan nilai transaksi Rp 15,00 miliar, menandakan adanya sentimen positif parsial di sektor tersebut. Meski ada rekan sektor yang ikut naik, tidak ada saham Retail Trade lain yang muncul di data transaksi besar hari ini, sehingga dampak isu sektor masih terbatas.
Nilai transaksi ZATA sendiri tercatat Rp 51,49 miliar, jauh melampaui Rp 7,63 miliar pada penutupan 22 September 2026 dan Rp 15,00 miliar DEWI. Pergerakan ini lebih terlihat dipengaruhi oleh faktor spesifik emiten ZATA dibanding sentimen sektor secara keseluruhan. Korelasi dengan DEWI masih perlu ditelusuri lebih lanjut karena besaran pergerakan dan nilai transaksi ZATA tidak sebanding dengan rekan sektornya.
Aliran Dana Asing pada ZATA
ZATA mencatat net asing Rp 337,5 juta pada penutupan resmi 22 September 2026. Angka ini mengakhiri rentetan tekanan jual asing yang terjadi pada empat sesi sebelumnya, dengan net asing minus pada 16 September 2026 (Rp -193,8 juta), 18 September 2026 (Rp -84,1 juta), dan 21 September 2026 (Rp -75,5 juta). Pada 15 September 2026 dan 17 September 2026, asing tercatat beli bersih masing-masing Rp 61,6 juta dan Rp 82,3 juta.
Kenaikan 24,56% hari ini terjadi bersamaan dengan dana asing kembali membeli bersih pada penutupan kemarin, meskipun besarnya relatif kecil dibanding nilai transaksi Rp 51,49 miliar. Net asing yang signifikan pada penutupan kemarin menunjukkan ekspektasi pembalikan tren oleh beberapa investor asing, meskipun mayoritas transaksi hari ini berasal dari investor domestik. Fluktuasi net asing yang bercampur selama enam sesi terakhir menandakan bahwa keputusan investasi asing terhadap ZATA masih belum konsisten.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa saham ZATA naik tajam hari ini?
Data yang tersedia hanya menunjukkan besaran pergerakan 24,56% ke Rp 71 pada pukul 13:50 WIB tanpa menyebut penyebab spesifik. Nilai transaksi tercatat Rp 51,49 miliar, yang jauh melampaui nilai transaksi enam sesi sebelumnya yang berkisar antara Rp 1,75 miliar dan Rp 7,63 miliar. Pergerakan ini terjadi di tengah sesi perdagangan Senin 23 September 2026, sehingga kepastian besarnya hanya dapat diketahui pada penutupan resmi bursa.
Apakah lonjakan ZATA dipicu oleh isu sektor?
Pergerakan ZATA lebih terlihat sebagai isu spesifik emiten. Rekan sektor Retail Trade DEWI naik 11,35% ke Rp 206, tetapi tidak ada saham Retail Trade lain yang muncul di data transaksi besar hari ini. Nilai transaksi ZATA sendiri tercatat Rp 51,49 miliar, jauh melampaui Rp 7,63 miliar pada penutupan 22 September 2026, sehingga korelasi sektor masih perlu bukti lebih lanjut.
Bagaimana tren ZATA lima sesi sebelum lonjakan?
ZATA menurun dari Rp 67 pada 15 September 2026 ke Rp 57 pada 22 September 2026, atau minus 14,93% dalam enam sesi. Penurunan berakselerasi pada 22 September 2026 dengan -8,06% sebelum rebound 24,56% ke Rp 71 hari ini. Net asing pada periode itu bercampur, dengan tekanan jual pada 16 September 2026 (Rp -193,8 juta), 18 September 2026 (Rp -84,1 juta), dan 21 September 2026 (Rp -75,5 juta).
Metodologi dan Sumber Data
Data intraday ZATA diambil dari TradingView (data IDX tertunda sekitar 10 menit) pada pukul 13:50 WIB, Senin 23 September 2026. Data penutupan resmi terakhir sesuai publikasi IDX adalah tanggal 22 September 2026. Riwayat lima sesi terakhir dihitung dari data penutupan harian IDX. Net asing menunjukkan selisih beli dan jual oleh investor asing. Artikel ini hanya melaporkan besaran pergerakan dan tidak menyertakan analisis fundamental atau rekomendasi investasi.
Artikel ini hanya laporan pergerakan harga berdasarkan data pasar, bukan rekomendasi beli atau jual. Investor mengambil keputusan sendiri dengan risiko masing-masing. Pastikan memahami profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca juga
- NASI Melonjak 34,48% ke Rp 234, Nilai Transaksi Rp 30,23 Miliar
- SAPX Anjlok -12,02% dan FORU -11,94%, IHSG 6.462,43 (+0,40%)
- Menjelang Di Lepasnya Pembatas Rp 50 Sehingga Semua Saham Bisa Turun Hingga Rp 1
- Pergantian Menkeu & Relief Rally IHSG: Penguatan Sementara atau Awal Bull Run Baru?
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 22 September 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.

One thought on “ZATA Melonjak 24,56% ke Rp 71, Nilai Transaksi Rp 51,49 Miliar”