TAMU Melesat 34,62% ke Rp 35, Nilai Transaksi Rp 5,79 Miliar

Grafik TAMU naik 34,62% ke Rp 35 pada 28 September 2026 — grafik TAMU — Perubahan Harian 6 Sesi Terakhir (%), sumber data IDX 25 September 2026

Poin utama:

  • TAMU naik 34,62% ke Rp 35 pada pukul 14:50 WIB dengan nilai transaksi Rp 5,79 miliar.
  • TAMU ditutup di Rp 26 (+4,0%) pada 25 September 2026 dengan nilai transaksi Rp 453,3 juta.
  • Net asing TAMU konsisten Rp 0 dalam enam sesi terakhir.
  • Rekan sektor transportasi BLTA dan TAXI juga menguat tajam masing-masing 34,38% dan 28,57%.
  • IHSG turun 1,48% ke 6.149,49 poin pada pukul 14:50 WIB.

Saham TAMU (PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk) menguat 34,62% ke Rp 35 pada pukul 14:50 WIB, Senin 28 September 2026. Nilai transaksi tercatat Rp 5,79 miliar. Pergerakan ini terjadi saat IHSG turun 1,48% ke 6.149,49 poin di tengah sesi perdagangan. Angka intraday ini tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi; penutupan resmi terakhir adalah 25 September 2026.

Ringkasan Cepat

  • TAMU naik 34,62% ke Rp 35 pada pukul 14:50 WIB, Senin 28 September 2026, dari penutupan resmi Rp 26 pada 25 September 2026.
  • Nilai transaksi TAMU mencapai Rp 5,79 miliar pada sesi hari ini, melonjak dari Rp 453,3 juta pada penutupan sebelumnya.
  • Volume perdagangan TAMU pada 25 September 2026 mencapai 16,948 juta saham, jauh di atas rata-rata 5-7 juta saham pada empat sesi sebelumnya.
  • Rekan sektor transportasi BLTA dan TAXI juga menguat tajam dengan kenaikan masing-masing 34,38% dan 28,57%.
  • IHSG turun 1,48% ke 6.149,49 poin pada pukul 14:50 WIB dari 6.241,89 pada penutupan 25 September.

Seberapa Besar Pergerakan TAMU Hari Ini

TAMU membukukan kenaikan 34,62% dari harga penutupan sebelumnya. Saham bergerak dari level penutupan resmi Rp 26 ke Rp 35 pada pukul 14:50 WIB. Nilai transaksi 400 saham teratas di pasar terpantau Rp 7,65 triliun.

Perlu diingat bahwa angka intraday ini tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Data resmi terakhir adalah penutupan perdagangan 25 September 2026. Pergerakan tajam ini terjadi di tengah tekanan pasar umum yang mengakibatkan IHSG turun 1,48%.

Kenaikan 34,62% merupakan salah satu lonjakan persentase terbesar di antara saham yang terpantau hari ini. TAMU awalnya ditutup di Rp 26 pada penutupan 25 September, sehingga kenaikan ini mengangkat harga saham secara signifikan selama sesi. Pergerakan ini menarik perhatian karena terjadi di luar ekspektasi volatilitas enam sesi sebelumnya.

TAMU bergerak dari harga penutupan sebelumnya ke level Rp 35 pada pukul 14:50 WIB. Kenaikan 34,62% ini membuat TAMU mencatat harga tertinggi dalam setidaknya enam sesi terakhir. Perbandingan dengan harga penutupan 25 September sebesar Rp 26 menunjukkan interval kenaikan Rp 9 per saham.

Bagaimana Pergerakan TAMU Beberapa Sesi Terakhir

Tabel berikut menampilkan pergerakan TAMU dalam enam sesi terakhir berdasarkan data TradingView (IDX). Data ini menunjukkan volatilitas rendah sebelum lonjakan hari ini.

Sumber: IDX via TradingView, data intraday tertunda ~10 menit. Penutupan resmi terakhir: 25 September 2026.
Tanggal Penutupan (Rp) Perubahan (%) Nilai Transaksi Net Asing (Rp)
18 Sep 2026 26 0,00 Rp 60,0 juta Rp 0
21 Sep 2026 26 0,00 Rp 131,3 juta Rp 0
22 Sep 2026 25 -3,85 Rp 148,2 juta Rp 0
23 Sep 2026 25 0,00 Rp 80,8 juta Rp 0
24 Sep 2026 25 0,00 Rp 183,1 juta Rp 0
25 Sep 2026 26 +4,00 Rp 453,3 juta Rp 0

Dari tabel terlihat TAMU bergerak konsolidasi di rentang Rp 25-26 selama lima sesi sebelum naik 4,0% ke Rp 26 pada penutupan 25 September. Kenaikan 34,62% hari ini ke Rp 35 merupakan lonjakan tajam yang tidak terlihat pada enam sesi terakhir, mengingat nilai transaksi sebelumnya maksimal Rp 453,3 juta.

Volume perdagangan pada 25 September mencapai 16,948 juta saham, meningkat drastis dari 7,492 juta saham pada 24 September. Lonjakan volume ini menjadi indikator awal akumulasi sebelum kenaikan ekstrem hari ini.

Pada empat sesi awal periode (18-24 September), TAMU bergerak sideways dengan harga penutupan tetap Rp 25 atau Rp 26. Ini menandakan bahwa saham ini sebelumnya tidak mendapatkan perhatian besar dari investor. Konsolidasi panjang ini sering menjadi pola sebelum pergerakan besar.

Data historis menunjukkan bahwa TAMU jarang mengalami pergerakan lebih dari 5% dalam satu sesi. Penurunan terbesar sebelumnya adalah -3,85% pada 22 September. Kenaikan 4,0% pada 25 September sudah menjadi rekor positif selama enam sesi sebelum lonjakan 34,62% hari ini.

Apakah Ini Isu Satu Saham atau Satu Sektor

TAMU bergerak di sektor Transportation. Dua rekan sektor lain juga masuk daftar paling aktif hari ini dengan kenaikan tinggi: BLTA (PT Berlian Laju Tanker Tbk) naik 34,38% ke Rp 43 dengan nilai transaksi Rp 19,99 miliar, dan TAXI (PT Express Transindo Utama Tbk) naik 28,57% ke Rp 18 dengan nilai transaksi Rp 15,14 miliar.

Ini menunjukkan sentimen positif menyebar di sektor transportasi. Ketiga emiten tersebut mencatat kenaikan persentase di atas 25% dalam satu sesi, yang jarang terjadi secara bersamaan di satu sektor. Nilai transaksi gabungan ketiga emiten mencapai Rp 40,92 miliar, didorong oleh volume tinggi.

Sektor transportasi biasanya Bergerak seiring dengan aktivitas ekonomi dan harga bahan bakar. Namun, data yang tersedia tidak menyebutkan penyebab spesifik kenaikan kolektif ini. Pengamatan ini didasarkan solely pada pergerakan harga dan nilai transaksi yang tercatat dalam sistem IDX.

Kenaikan kolektif di sektor transportasi juga memicu pertanyaan apakah ada kebijakan pemerintah atau peningkatan permintaan logistik yang baru. Namun, data yang tersedia hanya menunjukkan pergerakan harga dan nilai transaksi tanpa konteks makroekonomi atau berita korporasi.

Aliran Dana Asing pada TAMU

Net asing TAMU tercatat Rp 0 pada penutupan 25 September 2026. Dalam riwayat enam sesi terakhir, aliran dana asing terhadap TAMU konsisten netral di angka Rp 0. Artinya, lonjakan harga TAMU hari ini tidak disertai arus beli atau jual dari pihak asing.

Data IDX tidak memecah komposisi investor dalam nilai transaksi harian. Konsistensi net asing Rp 0 pada TAMU menunjukkan bahwa pelaku pasar utama yang menggerakkan saham ini saat ini adalah investor domestik. Namun, jumlah total investor asing dan domestik yang terlibat tidak diungkapkan dalam laporan ringkas.

Tabel di atas menunjukkan bahwa dalam seluruh periode 18-25 September 2026, net asing TAMU selalu tercatat Rp 0. Ini membedakan TAMU dari banyak emiten besar yang biasanya memiliki arus net asing positif atau negatif. Netralitas dana asing ini bisa menjadi pertimbangan bagi investor yang mengikuti strategi money flow.

Saham yang mengalami kenaikan persentase sangat tajam dalam satu sesi seperti TAMU cenderung memiliki volatilitas tinggi. Nilai transaksi Rp 5,79 miliar juga tergolong kecil, yang berarti likuiditas bisa menipis drastis. Investor menghadapi risiko penurunan harga yang cepat dan besar saat pasar menyeimbangkan kembali. Volatilitas tinggi ini diperburuk oleh nilai transaksi yang masih di bawah Rp 6 miliar. Untuk saham dengan kapitalisasi kecil, likuiditas rendah dapat menyebabkan pergerakan harga yang tidak mencerminkan nilai intrinsik saham. Pembaca disarankan untuk mengamati perkembangan penutupan resmi dan volume perdagangan sebelum hari berikutnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang menyebabkan TAMU naik 34,62%?

Data yang tersedia tidak menyertakan informasi penyebab pergerakan harga. Yang tercatat adalah besaran kenaikan 34,62% ke Rp 35 pada pukul 14:50 WIB dengan nilai transaksi Rp 5,79 miliar, serta net asing Rp 0. Investor disarankan merujuk pada pengumuman resmi emiten atau analis independen untuk konteks pasar.

Apakah kenaikan TAMU didorong dana asing?

Tidak. Data mencatat net asing TAMU sebesar Rp 0 pada penutupan resmi 25 September 2026, dan konsisten netral Rp 0 dalam enam sesi terakhir. Kenaikan 34,62% ke Rp 35 pada pukul 14:50 WIB hari ini didorong oleh aliran dana domestik, bukan masuknya dana asing.

Bagaimana perbandingan dengan rekan sektor transportasi?

BLTA (PT Berlian Laju Tanker Tbk) naik 34,38% ke Rp 43 dengan nilai transaksi Rp 19,99 miliar, sedangkan TAXI (PT Express Transindo Utama Tbk) naik 28,57% ke Rp 18 dengan nilai transaksi Rp 15,14 miliar. Ketiga emiten sektor transportasi menunjukkan kenaikan persentase tinggi secara bersamaan.

Metodologi dan Sumber Data

Data pergerakan harga TAMU diambil dari TradingView yang meneruskan data Bursa Efek Indonesia (IDX) dengan jeda sekitar 10 menit. Angka intraday pukul 14:50 WIB pada Senin 28 September 2026 bukan merupakan penutupan resmi. Data resmi terakhir adalah penutupan perdagangan 25 September 2026. Nilai transaksi, perubahan persentase, dan net asing disajikan sesuai laporan Trading Summary IDX. Artikel ini hanya melaporkan angka yang tersedia dan tidak menyertakan rekomendasi investasi atau prediksi harga.

Artikel ini disusun dengan prinsip pelaporan berbasis data, di mana setiap angka dapat ditelusuri kembali ke sumber IDX atau TradingView. Tidak ada estimasi, proyeksi, atau angka yang dihasilkan oleh model kecuali yang tercantum dalam data mentah. Redaksi infoa1.org memisahkan fakta berita dari analisis opini untuk menjaga objektivitas. Penulis tidak memiliki akses informasi non-publik atau material non-public tentang emiten ini. Pembaca disarankan mengacu pada laporan keuangan resmi TAMU dan siaran pers IDX untuk informasi lengkap.

Disclaimer Risiko: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investasi di pasar modal mengandung risiko, termasuk kerugian modal. Selalu lakukan penelitian mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 25 September 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.
✕