PACK Anjlok 8,77%, IHSG Melemah ke 5.057,05 di Sesi 16:20 WIB

Grafik 8 saham paling tertekan di sesi kedua, 30 Oktober 2026 — grafik Pelemahan Terdalam Sesi Berjalan — 30/10 16:20 WIB, sumber data IDX 29 Oktober 2026

Poin utama:

  • IHSG berada di 5.057,05 (-0,80%) pukul 16:20 WIB, tertunda sekitar 10 menit dari penutupan resmi 29 Oktober 2026.
  • PACK memimpin saham tertekan dengan penurunan -8,77% ke Rp 312, diikuti MGLV -8,4% dan ARCI -6,99%.
  • 271 dari 400 saham dipantau turun, dengan Non-Energy Minerals sebagai sektor paling terdampak.
  • Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 10,24 triliun dan arus asing bersih keluar Rp 1,48 triliun.
  • BBCA memimpin nilai transaksi dengan Rp 1,43 triliun, disusul BBRI dan BMRI.

Sesi perdagangan kedua Kamis, 30 Oktober 2026, masih berlangsung dengan tekanan luas. Pukul 16:20 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan berada di 5.057,05 (-0,80% atau -41,01 poin), masih di bawah penutupan resmi 5.098,06 tanggal 29 Oktober 2026. Dari 400 saham dipantau, 96 naik dan 271 turun.

Ringkasan Cepat

  • IHSG berada di 5.057,05 (-0,80% atau -41,01 poin) pada pukul 16:20 WIB, tertunda sekitar 10 menit dari penutupan resmi sebelumnya 5.098,06 pada 29 Oktober 2026.
  • 271 saham turun dari 400 dipantau, dengan PACK (-8,77%), MGLV (-8,4%), dan ARCI (-6,99%) menjadi yang paling tertekan di sesi kedua.
  • Nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 10,24 triliun, sementara 400 saham teratas menyerap Rp 10,61 triliun.
  • Arus asing bersih mencatatkan outflow sebesar Rp 1,48 triliun. BBCA memimpin nilai transaksi dengan Rp 1,43 triliun.
  • Dari indeks terpantau, hanya IDX30 yang masih positif 0,16% ke 289,80; LQ45 turun -0,02% ke 515,17 dan KOMPAS100 turun -0,68% ke 651,49.

Pergerakan Indeks dan Kondisi Pasar

IHSG bergerak di area pelemahan sejak pembukaan sesi kedua. Di antara indeks terpantau, hanya IDX30 yang masih mencatatkan kenaikan 0,16% ke 289,80. LQ45 turun tipis -0,02% ke 515,17, dan KOMPAS100 melemah -0,68% ke 651,49. Kapitalisasi pasar masih berada di level Rp 8.966,93 triliun.

Sentimen negatif mendominasi di mana 271 saham turun melawan 96 saham naik dari 400 yang dipantau. Distribusi ini menunjukkan tekanan jual yang cukup luas di tengah pasar. Volatilitas terlihat dari kisaran harian IHSG yang membentang dari 4.979,34 hingga 5.116,01.

Sektor dan Saham Paling Tertekan

Daftar Saham dengan Pelemahan Terdalam

Chart grafik utama menampilkan delapan saham dengan penurunan harga terbesar di sesi berjalan. PACK memimpin dengan -8,77% ke Rp 312, disusul MGLV -8,4% ke Rp 9.000, dan ARCI -6,99% ke Rp 865. BREN dan ICON sama-sama turun -6,99% dan -6,98%, diikuti RATU, BRPT, dan ARKO yang turun sekitar -6,97% sampai -6,96%. Kelompok Non-Energy Minerals mendominasi daftar tertekan dengan empat saham masuk dalam delapan terburuk.

Dampak di Berbagai Sektor

Sektor Non-Energy Minerals menjadi yang paling terdampak dengan empat saham masuk dalam daftar tertekan. Diikuti Utilities dengan BREN turun -6,99%, Transportation dengan CBRE -6,96% dan SMDR -6,84%. Consumer Services juga mengalami tekanan dengan ICON turun -6,98% dan SINI -6,86%. Sementara itu, sektor Finance masih menjadi tumpuan dengan tiga saham masuk dalam lima teratas nilai transaksi.

Nilai Transaksi, Keterlibatan Investor, dan Arus Asing

Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 10,24 triliun, dengan 400 saham teratas menyerap Rp 10,61 triliun. BBCA menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 1,43 triliun, disusul BBRI Rp 932,27 miliar, BMRI Rp 674,08 miliar, dan TLKM Rp 649,42 miliar. Kelompok finance mendominasi jumlah nilai transaksi, diikuti communications dan technology services.

GOTO mencatat kenaikan 4,35% ke Rp 24 dengan nilai transaksi Rp 411,24 miliar, menjadi satu dari sedikit saham besar yang masih unggul di tengah tekanan pasar. AMMN turun -2,41% ke Rp 3.650 dengan nilai Rp 369,89 miliar. Arus asing bersih tercatat Rp -1,48 triliun, menunjukkan outflow modal asing yang signifikan.

Pencarian Google: Nilai Tukar dan Sentimen Pasar

Hari ini, topik pencarian “nilai tukar” termasuk dalam tren yang menyangkut pasar modal sesuai Google Trends untuk geo Indonesia. Hal ini selaras dengan dinamika penguatan dan pelemahan rupiah yang masih menjadi perhatian utama investor. Pergerakan nilai tukar erat kaitannya dengan kinerja indeks saham karena mempengaruhi arus modal asing dan profitabilitas perusahaan berbasis ekspor.

Ketidakpastian nilai tukar seringkali menjadi faktor penentu arah pasar saham. Ketika rupiah melemah, perusahaan dengan pendapatan dalam dolar bisa mendapatkan manfaat, sementara perusahaan dengan utang dalam valas akan menghadapi tekanan biaya.

Saham yang Masih Tahan di Tengah Tekanan

Meskipun sentimen pasar negatif, beberapa saham masih mencatat kenaikan signifikan. ALKA memimpin top gainer dengan kenaikan 25% ke Rp 5.525, meskipun nilai transaksi hanya Rp 9,97 miliar. BIKE naik 22,62% ke Rp 5.150 dengan nilai Rp 48,44 miliar, dan MMIX naik 12,77% ke Rp 795.

PGAS juga mencatat kenaikan 8,64% ke Rp 1.320 dengan nilai transaksi Rp 194,86 miliar. Sektor Energy Minerals dan Distribution Services menunjukkan ketahanan relatif di tengah tekanan pasar yang luas.

Sumber: IDX via TradingView, data intraday 30 Oktober 2026 pukul 16:20 WIB (tertunda ~10 menit). Penutupan resmi terakhir: 29 Oktober 2026.
Kode Nama Harga (Rp) Perubahan (%) Nilai Transaksi Sektor
PACK PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk 312 -8,77% Rp 80,65 miliar Process Industries
MGLV PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. 9.000 -8,40% Rp 7,98 miliar Consumer Durables
ARCI PT Archi Indonesia Tbk 865 -6,99% Rp 32,34 miliar Non-Energy Minerals
BREN PT Barito Renewables Energy Tbk 1.795 -6,99% Rp 13,84 miliar Utilities
ICON PT Island Concepts Indonesia Tbk 80 -6,98% Rp 5,03 miliar Consumer Services

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa IHSG melemah ke level 5.057,05?

IHSG melemah ke 5.057,05 (-0,80%) karena tekanan jual yang meluas di sektor Non-Energy Minerals dan Utilities. Dari 400 saham dipantau, 271 turun melawan 96 naik. Arus asing netto keluar sebesar Rp 1,48 triliun juga memperparah tekanan bearish di tengah sesi kedua.

Apa saham yang menjadi pemimpin pelemahan?

PACK memimpin penurunan dengan -8,77% ke Rp 312, disusul MGLV -8,4% ke Rp 9.000, ARCI -6,99% ke Rp 865, BREN -6,99% ke Rp 1.795, ICON -6,98% ke Rp 80, RATU -6,97% ke Rp 1.935, BRPT -6,96% ke Rp 1.070, dan ARKO -6,96% ke Rp 1.270. Delapan saham ini menampilkan pelemahan terbesar di sesi berjalan.

Bagaimana kondisi nilai transaksi dan arus asing?

Nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 10,24 triliun, dengan 400 saham teratas menyerap Rp 10,61 triliun. BBCA memimpin dengan Rp 1,43 triliun, disusul BBRI Rp 932,27 miliar dan BMRI Rp 674,08 miliar. Arus asing bersih tercatat Rp -1,48 triliun, menunjukkan outflow modal asing yang signifikan.

Metodologi dan Sumber Data

Data intraday disediakan oleh TradingView berdasarkan laporan perdagangan IDX, tertunda sekitar 10 menit dari pasar berjalan. Penutupan resmi terakhir tercatat pada 29 Oktober 2026. Informasi saham teramai, top gainer, dan top loser diambil dari ringkasan perdagangan IDX. Google Trends diambil dari tren pencarian harian geo=ID. Data ini memiliki batasan keterlambatan dan terbatas pada saham yang dipantau bursa.

Artikel ini hanya berisi laporan fakta pasar modal berdasarkan data yang tersedia dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek. Investasi saham mengandung risiko kerugian; pembaca disarankan melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang berizin sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 29 Oktober 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.
✕