IHSG Naik ke 6.349,23 di Pembukaan, ANTM Pimpin Transaksi

IHSG Pembukaan 5 Agustus 2026: ANTM Paling Ramai — grafik Saham Teramai Sesi Berjalan — 05/08 09:20 WIB, sumber data IDX 4 Agustus 2026

Poin utama:

  • IHSG berada di 6.349,23 poin (+0,47%) pada 09:20 WIB.
  • Sebanyak 420 saham naik dan 234 saham turun dari total 834 saham aktif.
  • ANTM pimpin nilai transaksi sebesar Rp 138,12 miliar.
  • EMDE naik 23,61% menjadi Rp 89 per saham.
  • Net asing seluruh pasar tercatat jual bersih Rp 759,40 juta.

IHSG berada di 6.349,23 poin atau naik 0,47% pada pukul 09:20 WIB, Rabu 5 Agustus 2026, menurut data TradingView yang tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Angka ini lebih tinggi dari penutupan resmi terakhir tanggal 4 Agustus 2026 yang tercatat di 6.319,61 poin.

Ringkasan Cepat

  • IHSG intraday berada di 6.349,23 poin (+0,47%) pada 09:20 WIB, Rabu 5 Agustus 2026, tertunda sekitar 10 menit.
  • Sebanyak 420 saham naik dan 234 saham turun dari total 834 saham aktif; dari 400 saham terpantau, 210 naik dan 101 turun.
  • ANTM menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 138,12 miliar dari total pasar Rp 12,01 triliun.
  • Nilai transaksi 400 saham teratas mencapai Rp 2,36 triliun, sementara kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.030,36 triliun.
  • EMDE mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 23,61% menjadi Rp 89 per saham, sementara BACH turun 14,45% ke Rp 740.

Arah Indeks Komposit dan Indeks Pendukung

IHSG Naik Tipis di Atas Penutupan Kemarin

Indeks Komposit Indonesia (IHSG) berada di 6.349,23 poin pada pukul 09:20 WIB, Rabu 5 Agustus 2026, menurut data TradingView yang tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Posisi ini mencatat kenaikan 29,62 poin (+0,47%) dari penutupan resmi terakhir tanggal 4 Agustus 2026 yang tercatat di 6.319,61 poin, dengan kapitalisasi pasar Rp 11.030,36 triliun. Indeks bergerak dalam rentang 6.316,10–6.352,24 poin sejak pembukaan sebesar 6.338,59 poin, menunjukkan volatilitas terbatas di awal sesi. Selisih antara harga saat ini dan pembukaan adalah 10,64 poin, mengindikasikan dorongan beli di sepuluh menit pertama perdagangan.

LQ45 dan IDX30 Melemah, KOMPAS100 Naik Tipis

Indeks LQ45 berada di 634,14 poin (-0,17%) dan IDX30 di 356,25 poin (-0,23%), menunjukkan selektivitas beli yang lebih tertinggal pada saham kapitalisasi besar dibanding kelompok LQ45. KOMPAS100 berada di 833,62 poin (+0,22%), sedikit di bawah pembukaan sebesar 834,88 poin. Korelasi antar indeks menunjukkan pasar belum sepenuhnya konsensus pada satu sektor di awal perdagangan. Perbedaan arah antara IHSG yang naik dan LQ45 yang turun mengindikasikan bahwa saham-menengah dan kecil berkontribusi lebih besar pada kenaikan indeks acuan dibanding saham blue-chip.

Sektor Mineral Non-Energi Dominasi Transaksi Pagi Ini

Empat dari Delapan Saham Paling Ramai dari Komoditas

Empat dari delapan saham paling ramai berasal dari sektor Non-Energy Minerals: ANTM, TINS, BUMI, dan AMMN. Kombinasi nilai transaksi keempat saham itu mencapai Rp 414,48 miliar, atau sekitar 34,5% dari total nilai transaksi 400 saham teratas sebesar Rp 2,36 triliun. ANTM mencatat nilai transaksi terbesar sebesar Rp 138,12 miliar, atau sekitar 1,18 kali lipat nilai transaksi MDIA di peringkat kedua dan sekitar 1,83 kali lipat nilai transaksi BBCA di peringkat kedelapan. Konsentrasi transaksi di sektor mineral ini mengindikasikan ekspektasi pasar terhadap harga komoditas global di awal bulan Agustus 2026.

Bank dan Properti: Perbedaan Posisi di Tengah Transaksi Tinggi

Di tengah transaksi tinggi, saham bank besar menunjukkan perbedaan arah. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 0,47% ke Rp 4.240 per saham dengan nilai transaksi Rp 78,71 miliar, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 0,77% ke Rp 6.450 dengan nilai transaksi Rp 75,23 miliar. Sebaliknya, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) naik 7,10% ke Rp 166 dengan nilai transaksi Rp 77,83 miliar, menjadi salah satu saham dengan kenaikan persentase tertinggi di kelompok teramai. Perbedaan arah ini mengindikasikan rotasi dana dari sektor perbankan ke sektor properti dan komoditas pada awal sesi. PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) juga mencatat kenaikan 1,27% ke Rp 80 dengan nilai transaksi Rp 64,30 miliar, melengkapi dominasi sektor finance di antara saham paling ramai.

Saham paling ramai ditransaksikan pada pembukaan 5 Agustus 2026 pukul 09:20 WIB, sumber: IDX via TradingView.
Kode Nama Emiten Harga (Rp) Perubahan (%) Nilai Transaksi
ANTM PT ANTAM (Persero) Tbk 2.990 +3,46 Rp 138,12 miliar
MDIA PT Intermedia Capital Tbk 216 +6,93 Rp 117,05 miliar
TINS PT TIMAH (Persero) Tbk 3.980 +4,19 Rp 104,84 miliar
BUMI PT Bumi Resources Tbk Class A 173 +2,98 Rp 99,82 miliar
BULL PT Buana Lintas Lautan Tbk 470 +4,44 Rp 79,62 miliar
BMRI PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 4.240 -0,47 Rp 78,71 miliar
KOTA PT DMS Propertindo Tbk 166 +7,10 Rp 77,83 miliar
BBCA PT Bank Central Asia Tbk 6.450 -0,77 Rp 75,23 miliar

Top Gainer dan Loser: Potensi Volatilitas di Saham Berkapitalisasi Kecil

EMDE dan SLIS Menutup di Batas Atas

PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) mencatat kenaikan harga paling tinggi sebesar 23,61% ke Rp 89 per saham, diikuti PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) yang naik 22,22% ke Rp 77. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) juga naik 21,71% ke Rp 370. Ketiga saham ini memiliki kapitalisasi pasar relatif lebih kecil dibanding ANTM atau BBCA, sehingga pergerakan persentasenya lebih sensitif terhadap volume transaksi yang terbatas masing-masing di bawah Rp 15 juta. Kenaikan ini terjadi di tengah total nilai transaksi seluruh pasar sebesar Rp 12,01 triliun.

BACH dan ENZO Tertinggal di Serangan Jual

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menjadi saham dengan penurunan paling dalam sebesar 14,45% ke Rp 740 per saham, diikuti PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) yang turun 10,11% ke Rp 80. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) turun 9,09% ke Rp 300. Ketiga saham ini juga tergolong kapitalisasi kecil, dengan nilai transaksi masing-masing di bawah Rp 63 juta. Penurunan ini terjadi meskipun total saham aktif di pasar mencapai 834 dengan 420 saham lainnya berada di zona keuntungan. Total saham turun tercatat 234 dari seluruh pasar, sesuai dengan catatan data.

Dampak Net Asing terhadap Dinamika Indeks

Arus asing seluruh pasar mencatat net jual sebesar Rp 759,40 juta pada sesi pembukaan. Angka ini relatif kecil dibanding total nilai transaksi Rp 12,01 triliun, menunjukkan bahwa arus beli lokal masih mendominasi. Namun, posisi jual bersih asing tetap menjadi indikator yang diwatch sepanjang hari, terutama pada saham berkapitalisasi besar di indeks LQ45 dan IDX30 yang berada di wilayah negatif. Jika net jual asing membesar di siang hari, tekanan pada indeks bisa meningkat meskipun transaksi domestik tetap tinggi.

Konteks Pasar: Pencarian Publik Seputar Pasar Modal

Berdasarkan Google Trends Daily Search Trends untuk geo Indonesia per 5 Agustus 2026, tidak ada topik trending yang menyangkut pasar modal hari ini. Pencarian paling ramai di Indonesia bertemu pada topik hiburan, seperti kabar kematian Mary Rivera yang dicari lebih dari 100 kali, program sosial seperti KJP dengan lebih dari 200 pencarian dan PIP dengan lebih dari 500 pencarian, serta pertandingan olahraga antara Chelsea melawan Juventus dan Minnesota United versus FC Juárez. Artinya, minat publik terhadap pasar saham belum mengimbangi topik lain pada pagi ini, dan tidak ada kata kunci terkait saham, obligasi, atau inflasi yang mencuat dalam tren harian.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana pergerakan IHSG pada pembukaan 5 Agustus 2026?

IHSG berada di 6.349,23 poin (+0,47%) pada pukul 09:20 WIB, Rabu 5 Agustus 2026, berdasarkan data TradingView yang tertunda sekitar 10 menit. Indeks ini berada di atas penutupan resmi terakhir tanggal 4 Agustus 2026 di 6.319,61 poin, dengan rentang intraday 6.316,10–6.352,24 poin dan pembukaan 6.338,59 poin.

Sektor apa yang paling ramai ditransaksikan pagi ini?

Sektor Non-Energy Minerals paling ramai, dengan ANTM, TINS, BUMI, dan AMMN masuk delapan saham dengan nilai transaksi tertinggi. ANTM mencatat nilai transaksi Rp 138,12 miliar, disusul MDIA di sektor Consumer Services sebesar Rp 117,05 miliar. Emiten mineral ini menguasai empat dari delapan posisi teratas transaksi pagi ini.

Apa penyebab tidak ada tren pencarian pasar modal hari ini?

Data Google Trends untuk geo Indonesia pada 5 Agustus 2026 menunjukkan tidak ada topik terkait pasar modal yang masuk dalam tren pencarian harian. Pencarian publik lebih didominasi oleh kabar kematian Mary Rivera, program sosial seperti KJP dan PIP, serta laga olahraga Chelsea versus Juventus dan Minnesota United versus FC Juárez.

Metodologi dan Sumber Data

Data indeks dan daftar saham teramai diambil dari TradingView yang menampilkan data IDX tertunda sekitar 10 menit per pukul 09:20 WIB, Rabu 5 Agustus 2026. Data penutupan resmi terakhir adalah dari bursa tanggal 4 Agustus 2026. Data tren pencarian diambil dari Google Trends Daily Search Trends untuk geo=ID per 5 Agustus 2026. Data hanya mencakup 400 saham teratas dari total 834 saham aktif yang dipantau, dan tidak mencakup laporan fundamental emiten atau rekomendasi investasi apapun. Seluruh angka dalam laporan ini diformat sesuai standar Indonesia dengan pemisah ribuan titik dan pemisah desimal koma.

Disclaimer: Artikel ini hanya laporan data pasar dan bukan ajakan beli atau jual. Pasar modal memiliki risiko. Selalu lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 4 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.