Poin utama:
- IHSG berada di 6.357,11 (↑37,50 poin/0,59%) pukul 15:20 WIB, tertunda ~10 menit.
- Penutupan resmi terakhir 4 Agustus 2026: IHSG 6.319,61 (↑85,12 poin/1,37%).
- BACH memimpin saham tertekan dengan -14,45% ke Rp 740.
- BUMI adalah saham teramai dengan nilai transaksi Rp 737,88 juta.
- Dari 400 saham dipantau, 234 naik dan 115 turun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di 6.357,11 atau naik 37,50 poin (0,59%) pada pukul 15:20 WIB, data tertunda sekitar 10 menit dari Bursa Efek Indonesia. Hari ini 234 saham naik dan 115 turun dari 400 saham dipantau, dengan BACH memimpin penurunan sebesar 14,45% dalam daftar saham tertekan hari ini. Penutupan resmi terakhir pada 4 Agustus 2026 tercatat di 6.319,61.
Ringkasan Cepat
- IHSG berada di 6.357,11 (↑37,50 poin/0,59%) pada pukul 15:20 WIB, data tertunda sekitar 10 menit dari lantai bursa.
- Penutupan resmi terakhir 4 Agustus 2026: IHSG 6.319,61 (↑85,12 poin/1,37%). Kapitalisasi pasar Rp 11.030,36 triliun.
- Dari 400 saham dipantau, 234 naik dan 115 turun; total 834 saham aktif di seluruh pasar dengan nilai transaksi Rp 12,01 triliun.
- Nilai transaksi 400 saham teratas mencapai Rp 11,75 triliun. BUMI teramai dengan Rp 737,88 juta.
- BACH memimpin saham tertekan dengan -14,45% ke Rp 740, disusul PRDL -10,30% dan ENZO -10,11%.
Bagaimana Performa IHSG dan Indeks Pendamping?
IHSG bergerak di level 6.357,11 pada pukul 15:20 WIB, atau 37,50 poin (0,59%) di atas pembukaan hari ini. Indeks LQ45 berada di 634,90 (-0,05%) dan IDX30 di 356,51 (-0,16%), sementara KOMPAS100 menguat 0,55% ke 836,35. Koreksi tipis pada indeks berbasis likuiditas menunjukkan profit taking selektif.
IHSG Bergerak di Atas 6.350
IHSG membuka di 6.338,59 dan mencapai high 6.367,82 sebelum stabil di 6.357,11. Penguatan ini didorong oleh saham-saham sektor mineral yang naik signifikan. Angka intraday ini tertunda sekitar 10 menit dari lantai bursa. Dibandingkan penutupan resmi terakhir 4 Agustus 2026 di 6.319,61, indeks mengukuhkan penguatan sebesar 85,12 poin (1,37%). Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.030,36 triliun.
Indeks LQ45 dan IDX30 Melemah Tipis
LQ45 turun 0,31 poin (-0,05%) ke 634,90, dengan rentang harian 631,68-637,46. IDX30 melemah 0,57 poin (-0,16%) ke 356,51 dari pembukaan 357,65. Koreksi kecil pada lapis utama ini bukan aksi jual masal, melainkan penyesuaian setelah penguatan kemarin. KOMPAS100 tetap positif 4,54 poin (0,55%) meskipun volatilitas terasa di sektor finansial.
Saham Apa yang Pimpin Nilai Transaksi?
BUMI menjadi saham teramai dengan nilai transaksi Rp 737,88 juta, diikuti ANTM Rp 512,09 juta dan BBCA Rp 468,09 juta. Bumi Resources (BUMI) naik 7,14% ke Rp 180, sementara ANTM menguat 6,23% ke Rp 3.070. BBCA justru turun 1,15% ke Rp 6.425 meskipun volumenya tinggi. Kelima saham teratas ini berasal dari sektor Non-Energy Minerals dan Finance. TPIA menempati posisi kelima dengan nilai transaksi Rp 408,26 juta dan harga tetap di Rp 2.070.
BUMI dan ANTM Teramai
Kedua saham sektor Non-Energy Minerals ini menyerap likuiditas terbesar di tengah sesi. BUMI mencatat kenaikan persentase 7,14% dan ANTM menguat 6,23%. Kepimpinan nilai transaksi ini mengindikasikan minat beli yang kuat pada sektor mineral, meskipun tidak diikuti seluruh saham sektor yang sama seperti BRMS yang juga naik 6,03%. AMMN menambah skuat kenaikan sektor mineral dengan Rp 418,28 juta nilai transaksi.
BBCA dan Bank Lain Turun Meski Ramai
BBCA turun 1,15% ke Rp 6.425 dengan nilai transaksi Rp 468,09 juta. BMRI juga melemah 0,70% ke Rp 4.230 dengan nilai Rp 404,93 juta. Fenomena ini menunjukkan bahwa volume tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan arah harga; bank-bank utama mengalami tekanan jual meskipun likuiditasnya tetap tinggi. KOTA juga mencuat di daftar teramai dengan Rp 382,70 juta meskipun kecil.
Saham Tertekan dan Top Gainers Sesi Ini
BACH memimpin saham tertekan hari ini dengan anjlok 14,45% ke Rp 740, disusul PRDL turun 10,30% ke Rp 296 dan ENZO turun 10,11% ke Rp 80. Di sisi lain, SLIS memimpin kenaikan persentase sebesar 31,75% ke Rp 83, meskipun nilainya hanya Rp 36,49 juta. Distribusi tekanan menyebar di sektor Distribution Services, Health Technology, dan Consumer Non-Durables. Data ini selaras dengan grafik pelemahan terdalam sesi berjalan yang menampilkan BACH, PRDL, ENZO, MBTO, ESTI, TCPI, MEDC, dan MAPI.
BACH Anjlok 14,45%
BACH (PT Bach Multi Global Tbk) menempati posisi tertekan terdalam dengan penurunan 14,45% dari level sebelumnya ke harga Rp 740. Saham sektor Distribution Services ini mencatat nilai transaksi Rp 16,44 juta. Penurunan tajam ini juga tercatat dalam grafik pelemahan terdalam sesi berjalan pukul 15:20 WIB. Investor meninjau kembali exposure saham defensif yang tergerak tekanan eksternal.
SLIS dan EMDE Naik Paling Besar
SLIS (PT Gaya Abadi Sempurna Tbk) memimpin top gainer dengan kenaikan 31,75% ke Rp 83, diikuti EMDE (PT Megapolitan Developments Tbk) naik 19,44% ke Rp 86. Kedua saham ini berasal dari sektor Distribution Services dan Finance dengan nilai transaksi masing-masing Rp 36,49 juta dan Rp 23,68 juta. VKTR juga mencatat kenaikan 18,24% ke Rp 875 dengan nilai Rp 130,30 juta.
Tren Pencarian Terkait Pasar Modal
Dua topik pencarian yang menyangkut pasar modal tercatat di Google Trends untuk geo=ID: “erajaya swasembada” dengan perkiraan pencarian 200+ dan “nilai tukar” dengan perkiraan pencarian 500+. Kedua topik ini berkaitan erat dengan dinamika saham dan nilai tukar Rupiah yang masih menjadi perhatian investor di tengah sesi kedua.
Erajaya Swasembada dan Minat pada Saham Konsumen
Pencarian “erajaya swasembada” muncul seiring perbincangan sektor ritel dan properti. Berita terkait mengacu pada pertumbuhan emiten dan analisa PBV di bawah 1. Topik ini mencerminkan perhatian pasar terhadap saham konsumen yang memiliki omzet puluhan triliun rupiah dan potensi defensif di tengah fluktuasi pasar. Kata kunci ini menandakan adanya minat investor pada emiten domestik dengan fundamental besar.
Nilai Tukar Rupiah Masih Jadi Perhatian
Pencarian “nilai tukar” dengan perkiraan 500+ pencarian mengindikasikan kepedulian investor terhadap pergerakan Rupiah. Artikel terkait membahas kerapuhan nilai tukar dan posisi Rupiah terhadap Dolar AS. Pergerakan ini berdampak pada saham-saham yang memiliki exposure valuta asing, terutama di sektor energi dan manufaktur. Rupiah yang lemah biasanya menekan margin emiten berhubungan dengan impor.
Seberapa Seimbang Pergerakan Saham?
Dari 400 saham dipantau, 234 naik dan 115 turun, dengan sisa 51 saham stagnan. Di seluruh pasar, dari 834 saham aktif, 420 naik dan 234 turun. Arus asing mencatat nilai bersih Rp 759,40 juta, memberikan dukungan terbatas. LQ45 mencatat 234 naik dan 115 turun, menunjukkan selektivitas di lapis utama. Jumlah saham naik di 400 teratas melebihi turun, menandakan breadth yang masih netral-positif.
Nilai transaksi Rp 11,75 triliun dari 400 saham teratas menandakan likuiditas yang tetap terjaga walau dengan selektivitas tinggi. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 12,01 triliun. Sektor Non-Energy Minerals mendominasi daftar teramai dengan BUMI, ANTM, AMMN, dan BRMS, sementara sektor Finance banyak muncul di daftar tertekan dan top gainer. Fluktuasi ini mencerminkan rotasi sektor normal di tengah pasar yang konsolidasi.
Tabel berikut menampilkan delapan saham dengan pelemahan terdalam berdasarkan data intraday pukul 15:20 WIB.
| Kode | Nama Emiten | Harga (Rp) | Perubahan (%) | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| BACH | PT Bach Multi Global Tbk | 740 | -14,45 | Rp 16,44 juta |
| PRDL | PT Prodia Diagnostic Line Tbk | 296 | -10,30 | Rp 92,89 juta |
| ENZO | PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk | 80 | -10,11 | Rp 21,60 juta |
| MBTO | PT Martina Berto Tbk | 136 | -8,11 | Rp 8,59 juta |
| ESTI | PT Ever Shine Textile Tbk | 180 | -7,69 | Rp 13,53 juta |
| TCPI | PT Transcoal Pacific | 3.970 | -7,67 | Rp 6,99 juta |
| MEDC | PT Medco Energi Internasional Tbk | 1.300 | -5,11 | Rp 99,80 juta |
| MAPI | PT Mitra Adiperkasa Tbk | 1.690 | -5,06 | Rp 15,78 juta |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa level IHSG saat ini dan bagaimana perbandingannya dengan penutupan kemarin?
IHSG berada di 6.357,11 pada pukul 15:20 WIB, tertunda sekitar 10 menit. Angka ini naik 37,50 poin (0,59%) dari pembukaan hari ini, dan naik 85,12 poin (1,37%) dari penutupan resmi terakhir 4 Agustus 2026 di 6.319,61.
Berapa jumlah saham naik dan turun di 400 saham dipantau?
Dari 400 saham yang dipantau oleh IDX, 234 saham mencatat kenaikan harga dan 115 saham mengalami penurunan. Sisa 51 saham stagnan. Distribusi ini memberikan gambaran bahwa peluang kenaikan lebih luas meskipun tekanan tebaran juga cukup signifikan di sektor tertentu.
Saham apa yang menjadi top gainer dan top loser di sesi kedua?
Top gainer adalah SLIS (PT Gaya Abadi Sempurna Tbk) yang naik 31,75% ke harga Rp 83, diikuti EMDE naik 19,44% ke Rp 86 dan VKTR naik 18,24% ke Rp 875. Sementara top loser adalah BACH (PT Bach Multi Global Tbk) yang anjlok 14,45% ke Rp 740, disusul PRDL turun 10,30% ke Rp 296 dan ENZO turun 10,11% ke Rp 80.
Metodologi dan Sumber Data
Data dalam artikel ini bersumber dari IDX Trading Summary dan Index Summary untuk tanggal 5 Agustus 2026, serta IDX Trading Summary untuk penutupan resmi terakhir tanggal 4 Agustus 2026. Data pasar saat ini diambil pada pukul 15:20 WIB dan tertunda sekitar 10 menit dari lantai bursa, sehingga bukan angka penutupan resmi. Data Google Trends bersumber dari Google Trends Daily Search Trends untuk geo=ID. Analisis ini hanya menggunakan data yang tersedia dan tidak menggantikan penelitian investasi mandiri.
Artikel ini hanya berisi pelaporan data pasar dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek. Setiap keputusan investasi bertanggung jawab sepenuhnya pada investor. Pasar modal memiliki risiko kerugian; lakukan penelitian mandiri sebelum mengambil keputusan.
Baca juga
- BBNI Pimpin Nilai Transaksi Emiten Pelapor Laporan TW2 2026
- IHSG Pagi Ini di 6.348,38; SLIS dan ANTM Pimpin Transaksi
- IHSG Naik ke 6.349,23 di Pembukaan, ANTM Pimpin Transaksi
- IHSG di 6.319,61, Properti & Real Estat Pimpin Kenaikan 2026-08-04
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 4 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
