FAST +19,23% Pimpin Kenaikan Pagi, IHSG Melemah ke 6.322,93

Pergerakan IHSG dan Top Gainer Pagi, 11 Agustus 2026 — grafik Top Gainer Sesi Berjalan — 11/08 10:50 WIB, sumber data IDX 10 Agustus 2026

Poin utama:

  • IHSG berada di 6.322,93 (-0,67%; -42,45 poin) pukul 10:50 WIB.
  • DSSA memimpin nilai transaksi intraday sebesar Rp 422,29 miliar.
  • FAST menjadi top gainer dengan kenaikan +19,23%.
  • Net asing mencatat penjualan bersih Rp -855,66 miliar.
  • 95 saham naik dan 242 turun dari 400 saham dipantau.

IHSG berada di 6.322,93 atau turun 0,67% (42,45 poin) pada pukul 10:50 WIB, 11 Agustus 2026, menurut data TradingView yang tertunda sekitar 10 menit. Penutupan resmi terakhir 10 Agustus 2026 adalah 6.365,37 (-0,69%). Sebanyak 95 saham naik dan 242 turun dari 400 dipantau, DSSA paling ramai.

Ringkasan Cepat

  • IHSG berada di 6.322,93 (-0,67%; -42,45 poin) pukul 10:50 WIB, tertunda sekitar 10 menit.
  • Penutupan resmi terakhir tanggal 10 Agustus 2026: 6.365,37 (-0,69%).
  • FAST menjadi top gainer intraday dengan kenaikan +19,23%.
  • DSSA paling ramai dengan nilai transaksi Rp 422,29 miliar.
  • Net asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp -855,66 miliar.

Berikut adalah rangkuman pergerakan pasar modal Indonesia pada Selasa 11 Agustus 2026 berdasarkan data intraday yang tersedia.

Pergerakan IHSG dan Kondisi Pasar Secara Keseluruhan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di 6.322,93 atau turun 0,67% (42,45 poin) pada pukul 10:50 WIB, 11 Agustus 2026, menurut data TradingView yang tertunda sekitar 10 menit. IHSG membuka di 6.383,81, mencapai puncak 6.388,58, dan terendah 6.291,19 selama sesi pagi.

Penutupan resmi terakhir pada 10 Agustus 2026 adalah 6.365,37 (-0,69%; -44,28 poin) dengan kapitalisasi pasar Rp 11.131,11 triliun. Indeks pendamping juga melemah: LQ45 di 630,30 (-0,60%), IDX30 di 353,54 (-0,62%), dan KOMPAS100 di 829,70 (-0,67%). Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat sebesar Rp 16,11 triliun dengan 837 saham aktif.

Sehingga sebaran saham menunjukkan tekanan lebih luas: 306 saham naik dibanding 340 turun, dan dari 400 saham paling dipantau hanya 95 yang naik versus 242 yang turun. Koreksi ini terjadi di tengah fase pemulihan setelah HUT ke-49 pasar modal Indonesia yang diperingati pada 10 Agustus 2026.

Gambar utama infografis hari ini menampilkan delapan saham top gainer dengan FAST memimpin kenaikan +19,23%, diikuti WEGE, WTON, HDIT, TRUK, MGLV, LUCY, dan BABY. Kenaikan terbatas pada grup kecil sementara mayoritas saham bergerak melemah.

FAST +19,23% Pimpin Kenaikan, Disusul WEGE dan WTON

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatat kenaikan paling tinggi sebesar +19,23% menjadi 434 pada sesi pagi 11 Agustus 2026, menjadikannya top gainer intraday. Disusul PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) naik 16% menjadi 58 dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) naik 13,33% menjadi 85.

Kenaikan FAST menguatkan sektor Consumer Services, sementara WEGE dan WTON menandakan optimisme pada sektor jasa industri dan konstruksi. PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) naik 12% menjadi 56 dan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) naik 11,81% menjadi 805, melengkapi daftar lima besar gainer. PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) naik 9,85% menjadi 9.200 dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) naik 8,8% menjadi 272 menunjukkan minat pada saham digital dan properti.

Di sisi lain, top loser dipimpin PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) turun 13,59% menjadi 356, PT SLJ Global Tbk (SULI) turun 12,17% menjadi 101, dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) turun 8,45% menjadi 65. Ketidakseimbangan internal pasar tetap tinggi meski indeks utama hanya turun sedikit di bawah 1%.

DSSA Paling Ramai, Sektor Energi Mineral Menyerap Perhatian

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin nilai transaksi intraday sebesar Rp 422,29 miliar dengan harga 955 (-3,05%). Sektor Energy Minerals mendominasi daftar saham paling ramai bersama PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 322,38 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp 238,31 miliar.

Sektor Non-Energy Minerals juga menonjol melalui PT Bumi Resources Tbk Class A (BUMI) sebesar Rp 296,25 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 143,61 miliar. Sektor Finance masih relevan dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 267,62 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 189,55 miliar. PT Garuda Indonesia Tbk Class B (GIAA) naik 6,94% menjadi 77 dan PT Indosat Tbk Class B (ISAT) naik 4,76% menjadi 2.200 menunjukkan aktifitas di sektor transportasi dan komunikasi.

Tabel 1. Top 5 Saham Paling Ramai Intraday — Sumber: TradingView/IDX, 11 Agustus 2026 pukul 10:50 WIB (tertunda ~10 menit)
Kode Nama Harga % Nilai Transaksi Sektor
DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk 955 -3,05% Rp 422,29 miliar Energy Minerals
TPIA Chandra Asri Pacific Tbk 2.100 -0,94% Rp 322,38 miliar Process Industries
BUMI Bumi Resources Class A 182 -2,67% Rp 296,25 miliar Non-Energy Minerals
BBCA Bank Central Asia Tbk 6.250 -1,96% Rp 267,62 miliar Finance
DEWA Darma Henwa Tbk 458 -3,38% Rp 238,31 miliar Energy Minerals

Dominasi sektor energi dan mineral mencerminkan alokasi modal institusional yang masih tinggi ke komoditas, meski harga saham mayoritas emiten teratas justru mengalami tekanan. Likuiditas tinggi pada saham energi menunjukkan adanya repositioning portofolio oleh investor institusional.

Net Asing Jual Rp 855,66 Miliar, Tekanan Eksternal Menggantung

Investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp 855,66 miliar di seluruh pasar pada 11 Agustus 2026, menandakan tekanan eksternal yang signifikan. Arus keluar asing terlihat di sektor Financials dengan tekanan pada BBCA dan BMRI, meski kedua emiten itu tetap menjadi yang paling ramai transaksi.

Tekanan jual asing perlu diimbangi oleh permintaan domestik untuk mencegah koreksi lebih dalam. Net sell asing yang berkelanjutan dapat menjadi risiko ke depan jika tidak disertai masuknya likuiditas lokal yang cukup kuat untuk menyerap penawaran saham.

Bagi investor ritel, tekanan asing ini mengingatkan untuk memperhatikan diversifikasi portofolio dan seleksi saham yang fundamentals kuat. Sektor domestik seperti konsumsi dan infrastruktur seringkali lebih tahan terhadap arus global yang bergejolak.

Google Trends: Pencarian Andi Syamsuddin Arsyad Naik 500+, Isu Energi dan Hilirisasi Menguap

Topik pencarian “andi syamsuddin arsyad” tercatat dengan perkiraan pencarian 500+ di Google Trends untuk geo=ID pada 11 Agustus 2026. Berita terkait membahas pertemuan Haji Isam dengan Seskab Teddy yang membahas hilirisasi hingga energi, menandakan sorotan publik yang tinggi terhadap arah kebijakan energi nasional dan potensi investasi di bidang tersebut.

Kecenderungan pencarian ini sejalan dengan dinamika pasar modal hari ini, di mana sektor Energy Minerals masih menjadi primadona nilai transaksi. Investor menilai bahwa isu hilirisasi dan ketahanan energi akan menjadi narasi jangka menengah yang mempengaruhi alokasi aset di sektor tersebut.

Pasar modal Indonesia menunjukkan bahwa sentimen publik terkait kebijakan energi dapat memengaruhi aliran modal ke saham tambang dan energi, walau tidak serta-merta menggerakkan harga saham ke arah tertentu. Topik lain seperti harga BBM Pertamax dan pandang istana tidak secara langsung menyentuh pasar modal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana kondisi IHSG pada pukul 10:50 WIB?

IHSG berada di 6.322,93 atau turun 0,67% (42,45 poin) pada pukul 10:50 WIB, 11 Agustus 2026. Data ini tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi; penutupan resmi terakhir pada 10 Agustus 2026 adalah 6.365,37 (-0,69%).

Saham apa yang menjadi top gainer dan top loser intraday?

Top gainer intraday dipimpin FAST (+19,23% ke 434), WEGE (+16% ke 58), dan WTON (+13,33% ke 85). Top loser intraday adalah SMIL (-13,59% ke 356), SULI (-12,17% ke 101), dan GMFI (-8,45% ke 65).

Bagaimana pergerakan net asing di pasar saat ini?

Net asing di seluruh pasar mencatat penjualan bersih sebesar Rp -855,66 miliar pada 11 Agustus 2026, menunjukkan tekanan jual dari investor asing selama sesi pagi. Tekanan ini perlu diimbangi oleh permintaan domestik untuk mencegah koreksi lebih lanjut.

Metodologi dan Sumber Data

Data intraday bersumber dari TradingView yang menerbitkan ringkasan perdagangan IDX dengan tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir adalah 10 Agustus 2026 dari IDX Trading Summary. Data Google Trends bersumber dari Google Trends Daily Search Trends untuk geo=ID. Angka net asing, nilai transaksi, dan perhitungan kenaikan/penurunan dihitung berdasarkan laporan agregat IDX. Artikel ini hanya menyajikan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham.

Risiko investasi: Pergerakan saham mengandung risiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan independen sebelum mengambil keputusan investasi. Data yang digunakan dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 10 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.