SULI-BAIK Tertekan 14%, IHSG Melemah 1,53% ke 6.267,88 Sesi Kedua

IHSG Melemah 1,53%, SULI-BAIK Anjlok 14% di Sesi Kedua — grafik Pelemahan Terdalam Sesi Berjalan — 11/08 16:20 WIB, sumber data IDX 10 Agustus 2026

Poin utama:

  • IHSG berada di 6.267,88 (-1,53%) pukul 16:20 WIB, tertunda sekitar 10 menit.
  • SULI dan BAIK tertekan 14,78% dan 14,5%, memimpin daftar penurunan terdalam sesi kedua.
  • Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 16,11 triliun dengan 837 saham aktif; 306 naik dan 340 turun.
  • Net asing seluruh pasar tercatat Rp -855,66 miliar.
  • Penutupan resmi terakhir 10 Agustus 2026: IHSG di 6.365,37 (-0,69%) dengan kapitalisasi Rp 11.131,11 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan berada di 6.267,88 atau turun 1,53% (97,49 poin) pada pukul 16:20 WIB, Kamis 11 Agustus 2026. Angka intraday ini tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir tercatat pada 10 Agustus 2026 di 6.365,37 (-0,69%).

Ringkasan Cepat

  • IHSG berada di 6.267,88 (-1,53%) pukul 16:20 WIB, tertunda sekitar 10 menit; penutupan resmi terakhir 10 Agustus 2026 di 6.365,37 (-0,69%).
  • Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 16,11 triliun dengan 837 saham aktif; 306 saham naik dan 340 turun.
  • SULI pimpin saham tertekan sesi kedua dengan -14,78% ke Rp 98, diikuti BAIK -14,5% ke Rp 560.
  • Indeks LQ45 turun 1,31% ke 625,79, IDX30 turun 1,23% ke 351,39, dan KOMPAS100 turun 1,58% ke 822,18.
  • Net asing seluruh pasar tercatat Rp -855,66 miliar.

Pergerakan Indeks dan Distribusi Saham

IHSG dan Indeks Lain

IHSG berada pada 6.267,88 (-1,53%) di pukul 16:20 WIB, dengan batas tinggi 6.388,58 dan rendah 6.230,10. Indeks LQ45 turun 1,31% ke 625,79, IDX30 turun 1,23% ke 351,39, dan KOMPAS100 turun 1,58% ke 822,18. Perdagangan sesi kedua menunjukkan tekanan jual lebih intens dibandingkan kondisi penutupan resmi 10 Agustus 2026.

Penutupan resmi terakhir pada 10 Agustus 2026 mencatat IHSG di 6.365,37 (-0,69%), dengan kapitalisasi pasar Rp 11.131,11 triliun. Sesi hari ini sempat menyentuh 6.383,81 namun gagal bertahan. Rasio kenaikan-kenaikan yang lebih tipis dibanding penurunan mengindikasikan distribusi kekuatan saham yang lebih luas ke arah negatif.

Sebaran Naik-Turun

Dari 400 saham terpantau, 75 naik dan 293 turun, menandakan sentimen bearish yang menyeluruh. Jika dilihat dari 837 saham aktif hari ini, pola melemah tetap dominan. Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 16,11 triliun, dengan 400 saham teratas menyumbang Rp 12,80 triliun.

Likuiditas tinggi menunjukkan adanya aktivitas rekaposisi atau aksi jual selektif, terutama di sektor Non-Energy Minerals dan Consumer Services. Sektor defensif seperti Finance juga ikut tertekan meski tidak sebesar sektor konsumen. Distribusi penurunan ini mencakup saham besar dan kecil secara merata.

Saham Paling Tertekan di Sesi Kedua

Sesi kedua menampilkan tekanan jual terbesar pada kelompok Non-Energy Minerals dan Consumer Services. SULI anjlok 14,78% ke Rp 98, disusul BAIK -14,5% ke Rp 560, dan GMFI -12,68% ke Rp 62. GMFI merupakan satu-satunya saham sektor Transportation yang masuk dalam daftar penurunan terdalam hari ini.

Di luar sektor Non-Energy Minerals, saham Consumer Services seperti KBLV turun 10,83% ke Rp 140, sementara SMIL di sektor Finance juga tertekan 10,19% ke Rp 370. Tekanan jual signifikan ini terjadi tanpa ada berita khusus yang dirilis secara massal, mengindikasikan aksi lepas atau revisi ekspektasi pasar.

Tabel 1. Saham tertekan paling dalam pada sesi kedua perdagangan 11 Agustus 2026 pukul 16:20 WIB (tertunda ~10 menit). Sumber: IDX Trading Summary.
Kode Nama Harga (Rp) Perubahan (%) Sektor
SULI PT SLJ Global Tbk 98 -14,78 Non-Energy Minerals
BAIK PT Bersama Mencapai Puncak Tbk 560 -14,50 Consumer Services
GMFI PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk 62 -12,68 Transportation
FUTR PT Futura Energi Global Tbk 326 -11,41 Commercial Services
KBLV PT First Media Tbk 140 -10,83 Consumer Services

Saham Paling Ramai dan Sektor Terdampak

Nilai Transaksi Terbesar

TPIA memimpin nilai transaksi intraday sebesar Rp 775,14 miliar, meski harganya turun 2,36% ke Rp 2.070. BBCA menyusul dengan Rp 708,69 miliar (-1,18% ke Rp 6.300). BUMI dan DSSA juga mencatat nilai transaksi tinggi masing-masing Rp 651,43 miliar dan Rp 647,82 miliar. Aktivitas tinggi di saham fundamental besar menunjukkan institusi tetap aktif di tengah pelemahan pasar.

Bank-bank besar seperti BMRI (Rp 611,42 miliar) dan BBRI (Rp 553,96 miliar) juga menempati posisi atas daftar transaksi. DEWA mengalami penurunan 6,75% ke Rp 442 dengan nilai transaksi Rp 409,84 miliar, menjadi satu-satunya saham Energy Minerals yang masuk dalam daftar sepuluh teratas nilai transaksi hari ini.

Kenaikan Terbesar dan Perubahan Arah

CSMI memimpin kenaikan dengan +35% ke Rp 108, diikuti FAST +14,84% ke Rp 418 dan KJEN +14,1% ke Rp 178. Meskipun kenaikan tajam, nilai transaksi ketiganya masing-masing hanya Rp 28,18 miliar, Rp 31,72 miliar, dan Rp 31,99 miliar, menunjukkan volume terbatas dibanding saham tertekan.

GIAA menjadi sorotan karena naik 6,94% ke Rp 77 dengan nilai transaksi Rp 232,09 miliar, masuk dalam daftar teramai. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan sektor Transportation yang juga membukukan GMFI turun 12,68%. Dinamika sektor transportasi menjadi mix hari ini.

Topik Pencarian yang Menyentuh Pasar Modal

Dari Google Trends Daily Search Trends untuk Indonesia, dua topik yang terkait pasar modal muncul pada 11 Agustus 2026: gta vi dan gudang garam. Topik gta vi dikaitkan dengan pergerakan saham Take-Two Interactive dan rumor jadwal rilis, sementara gudang garam menuai perhatian karena dinamika harga GGRM.

Kedua topik ini menambah volume pencarian yang signifikan tetapi tidak berdampak langsung pada likuiditas pasar domestik. Pencarian gudang garam mengindikasikan minat publik yang tinggi terhadap saham rokok, sektor yang historically menjadi perhatian karena dividen dan beta rendah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang menyebabkan IHSG melemah 1,53% ke 6.267,88?

IHSG melemah 1,53% ke 6.267,88 pada pukul 16:20 WIB tertunda sekitar 10 menit, dengan tekanan jual dominan di sektor Non-Energy Minerals dan Consumer Services. Dari 400 saham terpantau, 293 turun versus 75 naik. Total nilai transaksi tercatat Rp 16,11 triliun, menunjukkan likuiditas tetap ada meski sentimen negatif mempengaruhi indeks utama.

Mengapa saham SULI dan BAIK tertekan lebih dari 14%?

SULI anjlok 14,78% ke Rp 98 dan BAIK turun 14,5% ke Rp 560, menjadi dua saham tertekan paling dalam pada sesi kedua perdagangan 11 Agustus 2026. Keduanya termasuk dalam daftar chart penurunan terdalam hari ini. Tekanan jual signifikan tanpa koreksi signifikan di saham besar membuat kedua saham tersebut tertimpa sentimen negatif sektoral.

Apakah angka IHSG 6.267,88 sudah penutupan resmi hari ini?

Tidak. Angka 6.267,88 adalah harga intraday pada pukul 16:20 WIB yang tertunda sekitar 10 menit. Penutupan resmi terakhir tercatat pada 10 Agustus 2026 di 6.365,37 (-0,69%). Data intraday ini hanya memuat 400 saham teratas dengan nilai transaksi Rp 12,80 triliun, bukan seluruh pasar yang mencapai Rp 16,11 triliun.

Metodologi dan Sumber Data

Data intraday dalam artikel ini berasal dari TradingView yang mereferensikan data IDX dengan tertunda sekitar 10 menit, diambil pada 11 Agustus 2026 pukul 16:20 WIB. Data penutupan resmi terakhir berasal dari tanggal 10 Agustus 2026. Daftar saham tertekan, teramai, dan top gainer disusun berdasarkan Laporan Trading Summary IDX untuk 400 saham teratas.

Total nilai transaksi seluruh pasar (Rp 16,11 triliun) mencakup seluruh saham yang diperdagangkan hari ini, sementara daftar top 10 transaksi hanya menghitung 400 saham teratas. Google Trends data diambil dari Daily Search Trends dengan geo=ID. Artikel ini tidak merekomendasikan transaksi apapun dan hanya bertujuan informasi.

Disclaimer Risiko: Artikel ini hanya berisi fakta pasar berdasarkan data tertunda IDX dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Pasar modal memiliki risiko tinggi; selalu lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 10 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.