Poin utama:
- IHSG 13:20 WIB: 6.309,90 (-0,87%, -55,47 poin)
- Penutupan 10 Agustus: 6.365,37 (-0,69%)
- Jualan asing bersih: Rp -855,66 M
- Total nilai transaksi: Rp 16,11 T dari 837 saham aktif
- DEWA paling ramai di pelapor: Rp 251,51 M (-3,38%)
IHSG berada di 6.309,90 (-0,87%) pada pukul 13:20 WIB, Jumat 11 Agustus 2026, data tertunda sekitar 10 menit dari Bursa Efek Indonesia. Penutupan resmi sebelumnya tercatat di 6.365,37 (-0,69%) pada 10 Agustus 2026. Jualan asing bersih tercatat Rp -855,66 M dengan total nilai transaksi Rp 16,11 T dari 837 saham aktif. Perolehan ini menunjukkan tekanan lebih intens dibanding penutupan kemarin, yang juga sudah turun 44,28 poin. Data ini disusun oleh infoa1.org sebagai editor pasar modal senior dengan standar pelaporan keuangan dan pasar modal Indonesia.
Ringkasan Cepat
- IHSG pukul 13:20 WIB: 6.309,90 (-0,87%, -55,47 poin) dari level awal 6.383,81, dengan high 6.388,58 dan low 6.291,19
- Penutupan resmi 10 Agustus 2026: 6.365,37 (-0,69%, -44,28 poin) dengan kapitalisasi pasar Rp 11.131,11 T
- Jualan asing bersih seluruh pasar: Rp -855,66 M; 400 saham teratas: 99 naik vs 250 turun dengan nilai Rp 6,65 T
- DEWA paling ramai di emiten pelapor: Rp 251,51 M (-3,38% ke Rp 458)
- FAST menjadi top gainer umum: +17,03% ke Rp 426; DSSA top loser: -11,30% ke Rp 102
Pergerakan IHSG di Tengah Sesi
IHSG berada di level 6.309,90 pada pukul 13:20 WIB, melemah 0,87% atau 55,47 poin dari level awal 6.383,81. Indeks ini mencapai high 6.388,58 dan low 6.291,19 sepanjang sesi pagi, menunjukkan volatilitas signifikan di tengah hari dengan rentang pergerakan sekitar 97 poin. Perbedaan dengan penutupan 10 Agustus 2026 di 6.365,37 (-0,69%) menunjukkan bahwa tekanan jual bertambah lagi di tengah sesi perdagangan hari ini.
Indeks saham likuid LQ45 berada di 628,17 (-0,94%), IDX30 di 352,38 (-0,95%), dan KOMPAS100 di 827,69 (-0,92%). Semua indeks utama menunjukkan koreksi lebih dari 0,9%, mengindikasikan sentimen negatif yang menyebar di kelompok blue chip dan large cap. Total kapitalisasi pasar seluruh pasar tercatat Rp 11.131,11 T.
Total nilai transaksi mencapai Rp 16,11 T dari 837 saham aktif, dengan 306 saham naik dan 340 saham turun. Di antara 400 saham paling aktif, tercatat 99 saham naik melawan 250 saham turun, dengan nilai transaksi combined Rp 6,65 T. Rasio kalah menang yang lebih lebar di kelompok saham teratas mengonfirmasi bahwa tekanan harga dominan di lapisan teratas pasar. Jualan asing bersih sebesar Rp -855,66 M menjadi kontributor utama aksi lepas di pasar utama, meskipun nilai transaksi domestik tetap tinggi.
Emiten Pelapor dan Reaksi Pasar
Sebanyak 12 emiten telah merilis laporan keuangan TW2 2026 sejak 6 hingga 11 Agustus 2026, mencakup berbagai sektor dari energi, pertambangan, hingga properti. TW2 atau Triwulanan 2 2026 mencakup periode April hingga Juni 2026, memberikan gambaran kinerja perusahaan di semester pertama tahun ini. Di antara kelompok emiten pelapor, DEWA tercatat paling ramai dengan nilai transaksi Rp 251,51 M, menjadikannya salah satu saham dengan likuiditas tertinggi di tengah pasar.
ITMG mengikuti dengan nilai transaksi Rp 18,44 M ke level Rp 24.800 (-0,40%), sedangkan MMIX bertransaksi Rp 10,07 M ke Rp 730 (-0,68%). BSML turun 0,95% ke Rp 520 dengan nilai transaksi Rp 4,44 M, dan CBRE turun 0,74% ke Rp 675 dengan nilai transaksi Rp 1,78 M. ICON naik 4,39% ke Rp 119 dengan nilai transaksi Rp 2,74 M, menunjukkan adanya seleksi positif terhadap sektor Consumer Services. MTSM bergerak datar di Rp 500 dengan nilai transaksi Rp 4,35 jt, dan GDYR juga datar di Rp 1.105 dengan nilai transaksi Rp 663 rb.
Sebagian emiten pelapor menunjukkan pergerakan yang relatif stabil. POLL naik 4,67% ke Rp 112 meskipun dengan nilai transaksi yang sangat tipis Rp 3,72 jt. MOLI naik 1,48% ke Rp 274 dengan nilai transaksi Rp 484,46 jt, dan PEVE turun 1,19% ke Rp 332 dengan nilai transaksi Rp 226,66 jt. KREN, yang baru merilis laporan pada hari ini (11 Agustus 2026), menjadi satu-satunya pelapor hari ini yang tercatat melemah 7,14% ke Rp 13 dengan nilai transaksi Rp 103,63 jt.
| Kode | Nama | Periode | Tgl Rilis | Harga | % | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| DEWA | Darma Henwa Tbk | TW2 2026 | 07/08/2026 | Rp 458 | -3,38% | Rp 251,51 M |
| ITMG | Indo Tambangraya Megah Tbk. | TW2 2026 | 10/08/2026 | Rp 24.800 | -0,40% | Rp 18,44 M |
| MMIX | Multi Medika Internasional Tbk. | TW2 2026 | 07/08/2026 | Rp 730 | -0,68% | Rp 10,07 M |
| BSML | Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. | TW2 2026 | 06/08/2026 | Rp 520 | -0,95% | Rp 4,44 M |
| ICON | Island Concepts Indonesia Tbk. | TW2 2026 | 10/08/2026 | Rp 119 | +4,39% | Rp 2,74 M |
| CBRE | Cakra Buana Resources Energi Tbk. | TW2 2026 | 06/08/2026 | Rp 675 | -0,74% | Rp 1,78 M |
| MOLI | Madusari Murni Indah Tbk. | TW2 2026 | 10/08/2026 | Rp 274 | +1,48% | Rp 484,46 jt |
| PEVE | Penta Valent Tbk. | TW2 2026 | 10/08/2026 | Rp 332 | -1,19% | Rp 226,66 jt |
Topik Pencarian Pasar Modal
Berdasarkan Google Trends Daily Search Trends untuk wilayah Indonesia pada 11 Agustus 2026, dua topik terkait pasar modal mencuat. Pertama, pencarian “gudang garam” melonjak seiring laporan keuangan dan pergerakan harga saham GGRM. Kedua, topik “andi syamsuddin arsyad” muncul menyusul rapat Seskab Teddy dengan Haji Isam yang membahas investasi di Indonesia, menandakan minat publik terhadap arus investasi di dalam negeri.
Pencarian “gudang garam” mengindikasikan perhatian tinggi terhadap sektor rokok dan hasil tembakau, yang secara historis menjadi komponen signifikan dalam indeks dan portofolio investor domestik. Sementara itu, diskusi investasi di tingkat pemerintahan menambah backdrop makro yang diperhatikan pasar dalam memprediksi arah likuiditas dan proyek infrastruktur ke depan. Kedua topik ini mencerminkan bahwa selain data laporan keuangan, faktor sosial dan politik juga menjadi panduan bagi investor ritel.
Sektor dan Pergerakan Individual
Sektor Consumer Services memimpin kenaikan melalui FAST yang naik 17,03% ke Rp 426 dengan nilai transaksi Rp 22,82 M, diikuti WEGE (+16,00% ke Rp 58) dan WTON (+14,67% ke Rp 86). Sektor ini menguat meski indeks utama melemah, menandakan adanya rotasi sektor atau sentimen spesifik terhadap perusahaan ritel dan jasa. HDIT juga naik 12,00% ke Rp 56 di sektor Commercial Services, dan MGLV naik 9,85% ke Rp 9.200. CSMI naik 12,50% ke Rp 90, memperkuat sentimen positif di sektor konsumen.
Di sisi lain, Energy Minerals menurun dengan DSSA turun 11,30% ke Rp 102, BUMI turun 2,67% ke Rp 182, dan TPIA turun 0,47% ke Rp 2.110. Sector Non-Energy Minerals juga menekan dengan SULI turun 11,30% dan GMFI turun 9,86% ke Rp 64. Di sektor Finance, BBCA turun 1,96% ke Rp 6.250 dan BBRI turun 0,32% ke Rp 3.080, meski keduanya tetap menyumbang nilai transaksi tinggi masing-masing Rp 328,82 M dan Rp 268,05 M. BMRI turun 0,72% ke Rp 4.150 dengan nilai transaksi Rp 257,41 M. PADA turun 7,57% ke Rp 171, SMIL turun 7,28% ke Rp 382, dan KBLV turun 5,73% ke Rp 148.
Dampak Jualan Asing dan Siklus Laporan Keuangan
Jualan asing bersih sebesar Rp -855,66 M menjadi tekanan utama di tengah sesi. Data menunjukkan bahwa di antara 400 saham paling aktif, 250 saham turun melawan 99 saham naik, dengan nilai transaksi combined Rp 6,65 T. Koreksi ini terjadi di tengah siklus laporan keuangan TW2 2026 yang memasuki puncaknya pada pekan kedua Agustus, yang biasanya menjadi periode volatilitas tinggi karena pasar menyerap informasi fundamental baru secara cepat.
Laporan keuangan TW2 2026 mencakup periode April hingga Juni, memberikan insight penting bagi investor mengenai pertumbuhan laba, margin, dan arus kas perusahaan. DEWA yang melemah 3,38% setelah rilis laporan pada 7 Agustus menunjukkan bahwa hasil laporan dapat menjadi katalis penurunan jika tidak memenuhi ekspektasi pasar. Sebaliknya, ICON dan POLL yang naik menunjukkan bahwa laporan di atas ekspektasi dapat mendorong kenaikan harga.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa alasan IHSG melemah pada 11 Agustus 2026?
IHSG melemah 0,87% ke 6.309,90 pada pukul 13:20 WIB, tertunda sekitar 10 menit dari IDX. Indeks close kemarin di 6.365,37 pada 10 Agustus 2026. Tekanan utama berasal dari jualan asing bersih sebesar Rp -855,66 M. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,11 T dari 837 saham aktif, dengan 250 saham turun dibanding 99 saham naik di 400 saham paling aktif.
Mengapa DEWA menjadi emiten pelapor paling ramai?
DEWA tercatat dengan nilai transaksi Rp 251,51 M, menjadikannya emiten pelapor laporan keuangan terbaru dengan likuiditas tertinggi pada sesi 11 Agustus 2026 pukul 13:20 WIB. Emiten sektor Energy Minerals ini melemah 3,38% ke Rp 458 setelah merilis laporan TW2 2026 pada 7 Agustus 2026. Volume tinggi ini mencerminkan minat besar pasar terhadap hasil keuangan perusahaan kontraktor minyak tersebut.
Bagaimana kinerja laporan keuangan emiten pelapor lain?
ITMG, pelapor per 10 Agustus, berada di Rp 24.800 (-0,40%) dengan nilai transaksi Rp 18,44 M. ICON naik 4,39% ke Rp 119, sedangkan POLL naik 4,67% ke Rp 112 setelah merilis laporan. Di sisi lain, KREN—yang baru merilis pada 11 Agustus—melemah 7,14% ke Rp 13, menandakan bahwa reaksi pasar terhadap laporan keuangan bervariasi tergantung ekspektasi dan hasil aktual.
Metodologi dan Sumber Data
Data indeks dan nilai transaksi diambil dari TradingView yang menerbitkan data tertunda sekitar 10 menit dari IDX. Penutupan resmi terakhir adalah 6.365,37 (-0,69%) per tanggal 10 Agustus 2026. Data harga saham emiten diambil saat pasar berjalan pukul 13:20 WIB. Data pencarian Google Trends bersumber dari Daily Search Trends geo=ID per 11 Agustus 2026. Artikel ini hanya menyajikan fakta data tanpa rekomendasi investasi.
Artikel ini hanya menyajikan data pasar untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Investasi saham mengandung risiko. Pembaca disarankan melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Data intraday dapat berubah-ubah hingga penutupan resmi bursa.
Baca juga
- FAST +19,23% Pimpin Kenaikan Pagi, IHSG Melemah ke 6.322,93
- IHSG Melemah ke 6.319,12, DSSA Pimpin Transaksi di Pembukaan
- IHSG Melemah 0,69% ke 6.365,37, Transportasi & Logistik Naik 6,21%
- IHSG Turun 0,69% di 6.365,37, DSSA Pimpin Net Buy Asing
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 10 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
