Poin utama:
- IHSG berada di 6.302,13 (-1,13%) pukul 11:50 WIB, data tertunda 10 menit.
- Penutupan resmi terakhir 12 Agustus 2026: 6.373,85 (+1,69%).
- PBSA (+20,27%), BEER (+17,57%), dan SLIS (+15,38%) memimpin kenaikan intraday.
- CUAN paling ramai dengan nilai transaksi Rp 999,30 miliar.
- Net asing seluruh pasar: Rp 518,32 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,13% menjadi 6.302,13 pada pukul 11:50 WIB, Rabu 13 Agustus 2026. Data ini tertunda sekitar 10 menit dari bursa dan bukan merupakan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir pada 12 Agustus 2026 tercatat di 6.373,85, menunjukkan tekanan penjualan sebesar 71,72 poin dari level sebelumnya. Di tengah tekanan itu, sejumlah saham non-energi mineral mencatat kenaikan tajam di sesi pagi. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 14,46 triliun dengan 836 saham aktif, di mana 474 saham naik dan 185 turun. Kapitalisasi pasar berjalan tercatat di Rp 11.173,71 triliun, menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah rebound kemarin. Kondisi ini terjadi setelah BEI mengadakan RUPSLB pada 12 Agustus 2026 yang menyetujui pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan menegaskan progres persiapan demutualisasi bursa.
Ringkasan Cepat
- IHSG pukul 11:50 WIB: 6.302,13 (-1,13%) dari pembukaan 6.388,23; penutupan resmi terakhir 12 Agustus 2026 di 6.373,85.
- Dari 400 saham terpantau, 85 naik dan 256 turun. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 14,46 triliun.
- Net asing tercatat Rp 518,32 miliar. Kapitalisasi pasar berjalan Rp 11.173,71 triliun.
- PBSA (+20,27%), BEER (+17,57%) dan SLIS (+15,38%) memimpin kenaikan intraday.
- CUAN paling ramai dengan nilai transaksi Rp 999,30 miliar, meski harganya turun 4,6%.
Bagaimana Pergerakan Indeks Utama dan Indeks Pendukung?
Komposit dan LQ45
IHSG berada di 6.302,13 atau turun 71,72 poin (-1,13%) pada pukul 11:50 WIB, setelah dibuka di 6.388,23. Indeks sempat menyentuh tinggi 6.390,33 sebelum melemah ke rendah 6.281,57. Perbandingan dengan penutupan resmi 12 Agustus 2026 di 6.373,85 menunjukkan penurunan 71,72 poin atau 0,75% dari level penutupan sebelumnya.
Kondisi ini mencerminkan konsolidasi setelah kenaikan 1,69% pada penutupan kemarin. Indeks LQ45 berada di 626,87 atau turun 6,97 poin (-1,1%), dengan kisaran hari ini antara 635,52 dan 623,78. Indeks pendukung ini menandakan bahwa tekanan tidak hanya terasa di saham unggulan, tetapi juga meluas ke kelompok LQ45.
Indeks IDX30 dan KOMPAS100
IDX30 turun 1,23% ke 349,98, dari pembukaan 355,01 dan high 355,21. KOMPAS100 tertekan lebih dalam dengan -1,31% ke 824,74, dari pembukaan 837,91 dan high 838,24.
Semua indeks utama berada di area merah, menandakan distribusi yang meluas di sektor konsumer dan industri. Investor menunggu arahan lebih jelas dari data ekonomi makro global sebelum mengambil posisi baru di sektor-sektor defensif. Indeks-indeks ini dihitung berdasarkan harga penutupan dan volume perdagangan setiap hari. IHSG sendiri menggunakan metode harga penutupan (price-weighted) dengan base tahun 1982 sebesar 100, sehingga pergerakan 71,72 poin memiliki dampak signifikan terhadap portofolio investor.
Saham Mana yang Paling Ramai dan Paling Menguat?
Pemimpin Nilai Transaksi
CUAN mencatat nilai transaksi Rp 999,30 miliar, menjadikannya saham paling ramai meski harganya turun 4,6% ke Rp 830. Di posisi kedua TPIA dengan Rp 453,94 miliar (-3,7%) dan ketiga DSSA Rp 352,32 miliar (-1%). ENRG juga muncul dengan Rp 278,87 miliar (+1,89%) di posisi keempat.
MDIA unik karena muncul di kedua daftar: naik 13,82% ke Rp 280 dengan nilai transaksi Rp 278,35 miliar. BRPT turun 3,85% ke Rp 1.875 dengan nilai Rp 275,65 miliar, menunjukkan aktivitas tinggi di sektor non-energi mineral. BUMI turun 2,16% ke Rp 181 dengan nilai Rp 248,24 miliar.
Pencapaian Top Gainer Intraday
PBSA memimpin kenaikan dengan +20,27% ke Rp 890, diikuti BEER +17,57% ke Rp 87 dan SLIS +15,38% ke Rp 90. Ketiga saham ini tergolong dalam sektor jasa industri, distribusi, dan consumer non-durables, menandakan rotasi ke saham small-cap konsumer.
MDIA naik 13,82% ke Rp 280 di sektor consumer services, sedangkan BABY +12,84% ke Rp 246 di retail trade. MGLV naik 10% ke Rp 9.625 di consumer durables, dan VIVA +9,43% ke Rp 58 di media. BAJA naik 7,1% ke Rp 362 di non-energi mineral. Kenaikan terbatas pada saham dengan kapitalisasi kecil hingga menengah.
Topik Pencarian Michael Bambang Hartono dan Pasar Modal
Pencarian terkait Michael Bambang Hartono menjadi topik yang trending di Indonesia, seiring pengumuman warisan saham induk grup Djarum kepada empat anaknya. Pasar modal menangkap kabar ini sebagai isu sensitif terkait konsentrasi kepemilikan saham strategis di sektor consumer goods dan keuangan.
Bagi investor ritel, topik ini menambah pertimbangan dalam menilai risiko likuiditas saham besar. Struktur kepemilikan saham yang terkonsentrasi dapat memengaruhi stabilitas harga dan aksi korporasi. Net asing sebesar Rp 518,32 miliar juga menjadi pembanding sentimen global terhadap saham domestik. Kabar warisan saham ini juga mengingatkan pada pergeseran generasi kepemilikan di kelompok konglomerasi besar Indonesia.
Arus Modal Asing dan Distribusi Saham
Kinerja Net Asing
Net asing seluruh pasar tercatat Rp 518,32 miliar pada sesi pagi ini, menandakan arus modal asing yang masih berada di bawah pengawasan investor. Angka ini mencakup seluruh transaksi saham domestik dari pembukaan hingga pukul 11:50 WIB.
Arus modal asing berkaitan erat dengan dinamika saham kapitalisasi besar di sektor keuangan dan energi. Bagi investor, angka ini menjadi acuan dalam menilai aksi beli atau jual asing terhadap kelompok saham tersebut sebelum posisi ditutup pada akhir sesi.
Distribusi Naik-Turun
Dari 400 saham terpantau, 85 naik melawan 256 turun, dengan 59 saham lainnya stagnan. Jika dilihat dari total 836 saham aktif, 474 naik dan 185 turun. Distribusi ini menunjukkan sentimen jual yang masih dominan di kelompok saham menengah ke kecil.
Sebanyak 836 saham aktif menunjukkan likuiditas tersebar cukup luas, meskipun nilai transaksi terpusat pada lima saham teratas yang menyumbang sekitar Rp 2,28 triliun atau 15,8% dari total nilai transaksi. Kondisi ini umum terjadi di pasar saat sentimen lemah dan investor lebih selektif dalam memilih saham.
Tabel berikut menampilkan lima saham dengan nilai transaksi tertinggi pada sesi pagi 13 Agustus 2026 pukul 11:50 WIB. Data ini menunjukkan dominasi saham sektor energi dan non-energi mineral, meskipun harga banyak dari mereka berada di bawah tekanan.
| Kode | Nama | Harga (Rp) | Perubahan (%) | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| CUAN | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk | 830 | -4,6 | Rp 999,30 M |
| TPIA | PT Chandra Asri Pacific Tbk | 2.080 | -3,7 | Rp 453,94 M |
| DSSA | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk | 990 | -1 | Rp 352,32 M |
| ENRG | PT Energi Mega Persada Tbk | 1.345 | +1,89 | Rp 278,87 M |
| MDIA | PT Intermedia Capital Tbk | 280 | +13,82 | Rp 278,35 M |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa posisi IHSG saat ini dan apakah sudah penutupan resmi?
IHSG berada di 6.302,13 atau turun 71,72 poin (-1,13%) pada pukul 11:50 WIB, Rabu 13 Agustus 2026. Data intraday ini tertunda sekitar 10 menit dari bursa dan bukan merupakan angka penutupan resmi. Penutupan resmi sebelumnya tercatat pada 12 Agustus 2026 di 6.373,85, menunjukkan tekanan jual sebesar 0,75% dari level penutupan sebelumnya.
Saham apa yang paling ramai diperdagangkan?
CUAN memimpin nilai transaksi harian dengan Rp 999,30 miliar, disusul TPIA sebesar Rp 453,94 miliar dan DSSA Rp 352,32 miliar. Ketiga saham itu berkontribusi terhadap total nilai transaksi seluruh pasar yang mencapai Rp 14,46 triliun, dengan 836 saham aktif dan 474 di antaranya mencatat kenaikan.
Apakah ada arus modal asing yang signifikan?
Net asing seluruh pasar tercatat sebesar Rp 518,32 miliar pada sesi pagi ini, menandakan arus modal asing yang masih berada di bawah pengawasan investor. Arus ini berkaitan erat dengan dinamika saham kapitalisasi besar di sektor keuangan dan energi, yang menjadi barometer sentimen asing terhadap pasar domestik. Bagi investor, angka ini menjadi acuan dalam menilai aksi beli atau jual asing terhadap kelompok saham tersebut sebelum posisi ditutup pada akhir sesi.
Metodologi dan Sumber Data
Data intraday IHSG dan daftar saham diambil dari TradingView yang menyediakan data IDX tertunda sekitar 10 menit. Angka penutupan resmi terakhir (12 Agustus 2026) disandingkan sebagai pembanding. Penghitungan indeks, nilai transaksi, dan net asing mengacu pada laporan Trading Summary IDX. Data Google Trends diambil dari Google Trends Daily Search Trends untuk geo=ID pada 13 Agustus 2026.
Batasan data: angka intraday bukan penutupan resmi, sehingga bisa berubah hingga sesi ditutup. Daftar saham terbatas pada yang terpantau dalam sample 400 saham untuk indikasi naik/turun, sedangkan 836 saham aktif adalah keseluruhan saham yang diperdagangkan. Net asing dihitung agregat seluruh pasar tanpa rincian per emiten. Artikel ini tidak merekomendasikan beli atau jual saham.
Penjelasan indeks: IHSG adalah Indeks Harga Saham Gabungan yang menjadi barometer utama pasar modal Indonesia. LQ45 mencakup 45 saham likuid dan unggulan, IDX30 adalah 30 saham dengan kapitalisasi besar, dan KOMPAS100 merupakan 100 saham terlikuid di bursa. Indeks-indeks ini dihitung berdasarkan harga penutupan dan volume perdagangan setiap hari.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informatif berdasarkan data pasar yang tersedia dan bukan merupakan ajakan beli atau jual saham. Setiap investasi mengandung risiko. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca juga
- CUAN Pimpin Nilai Transaksi Pembukaan, IHSG Melemah 0,44% ke 6.345,74
- Infrastruktur dan Energi Pimpin Kenaikan, IHSG Naik 1,69% ke 6.373,85
- PTRO dan CUAN Pimpin Net Buy Asing, IHSG Naik 1,69% ke 6.373,85
- BAIK Tertekan -15%, KJEN -9,55% dan GGRM -5,93%; IHSG Rebound ke 6.338,33
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 12 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
