Poin utama:
- IHSG ditutup 6.525,69 (+0,37%) dengan data live 17.30 WIB tertunda sekitar 10 menit.
- Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 15,35 triliun dari 832 emiten.
- Aliran dana asing bersih seluruh pasar tercatat Rp 1,00 triliun.
- BBRI memimpin net buy asing sebesar Rp 631,33 miliar, disusul BBCA dan BMRI.
- BUMI adalah saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 1,23 triliun.
IHSG ditutup pada 6.525,69 (+0,37%) atau naik 24,11 poin pada 21 Agustus 2026. Data live pukul 17.30 WIB tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Total nilai transaksi mencapai Rp 15,35 triliun dari 832 emiten, dengan 332 naik dan 314 turun. Aliran dana asing bersih seluruh pasar tercatat Rp 1,00 triliun.
Ringkasan Cepat
- IHSG ditutup di 6.525,69, naik 24,11 poin (+0,37%) pada penutupan resmi 21 Agustus 2026, setelah bergerak dalam rentang 6.507,43 hingga 6.551,96.
- Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 15,35 triliun dengan 832 emiten aktif; 332 saham naik, 314 turun, dan sisanya imbang.
- Aliran dana asing bersih seluruh pasar mencapai Rp 1,00 triliun pada sesi tersebut, dipopulerkan net buy di sektor perbankan.
- BBRI mencatat net buy asing terbesar sebesar Rp 631,33 miliar, disusul BBCA Rp 269,21 miliar dan BMRI Rp 140,16 miliar.
- Saham paling ramai berdasarkan nilai transaksi adalah BUMI (Rp 1,23 triliun) dan BBRI (Rp 1,13 triliun).
Nilai Transaksi dan Luas Pasar
Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 15,35 triliun pada 21 Agustus 2026, menunjukkan likuiditas yang memadai. Terdapat 832 emiten aktif, dengan kondisi 332 saham naik dan 314 turun. Kapitalisasi pasar seluruhnya berada di level Rp 11.448,89 triliun. Angka-angka ini mencerminkan bursa yang masih cukup cair meskipun tidak mencapai level transaksi spekulatif yang tinggi.
Rasio saham naik terhadap turun menunjukkan sentimen pasar yang netral cenderung positif. Likuiditas sebesar Rp 15,35 triliun memungkinkan pergerakan harga yang relatif stabil dan mengurangi risiko guncangan arus keluar mendadak. Banyak dari 832 emiten yang bergerak dalam kisaran perubahan antara negatif 3 persen hingga positif 3 persen.
Aliran Dana Asing Bersih Rp 1 Triliun
Investor asing mencatatkan net buy seluruh pasar sebesar Rp 1,00 triliun pada 21 Agustus 2026. Angka ini merupakan selisih antara total pembelian dan penjualan asing di seluruh emiten yang tercatat. Aliran bersih positif menunjukkan permintaan asing terhadap saham domestik masih berlanjut dan konsentrasi mereka tertuju pada saham kapitalisasi besar.
Net buy asing terbesar dipegang BBRI dengan Rp 631,33 miliar, disusul BBCA dan BMRI. Ketiga bank tersebut mengumpulkan lebih dari Rp 1 triliun dari investor asing dalam satu sesi, menandakan keyakinan terhadap kesehatan perbankan domestik. Di sisi lain, ISAT mencatat net sell terbesar sebesar Rp 52,16 miliar, menandakan adanya eksposur yang berkurang di sektor telekomunikasi.
BBRI, BBCA, dan BMRI Puncaki Performa Bank
BBRI ditutup pada Rp 3.230, naik 2,87% dengan nilai transaksi Rp 1,13 triliun. Harga itu didukung net buy asing sebesar Rp 631,33 miliar. BBCA naik 0,78% ke Rp 6.450 dengan transaksi Rp 648,87 miliar, sementara BMRI naik 1,69% ke Rp 4.220 dari nilai transaksi Rp 601,79 miliar.
Ketiga bank besar itulah yang mendominasi daftar transaksi dan aliran dana asing. Total nilai transaksi ketiganya mencapai Rp 2,38 triliun, atau sekitar 15,5% dari total nilai transaksi seluruh pasar. Konsentrasi likuiditas di sektor perbankan menandakan bahwa aliran asing masih memilih instrumen yang dianggap likuid dan memiliki fundamental yang relatif transparan.
TPIA dan ANTM Menuai Minat Asing Non-Bank
Chandra Asri Pacific (TPIA) mencatat kenaikan 3,31% ke Rp 2.030 dengan net buy asing Rp 136,43 miliar. Nilai transaksinya mencapai Rp 666,93 miliar, menjadikannya saham ketiga paling ramai. ANTM naik 0,96% ke Rp 3.170 disertai net buy asing Rp 96,13 miliar. Kedua emiten ini bertengger di sektor yang beragam.
Kedua emiten non-bank ini menunjukkan bahwa aliran asing tidak hanya terbatas pada perbankan, tetapi juga menyentuh sektor petrokimia dan tambang. DSSA juga mendapat net buy asing Rp 88,60 miliar dengan kenaikan 2,94% ke Rp 1.050. Variasi sektor ini memperlihatkan diversifikasi aliran asing ke luar sektor keuangan.
Saham Paling Ramai Berdasarkan Nilai Transaksi
Nilai transaksi tinggi mengindikasikan likuiditas besar dan minat investor yang kuat. Ini bukan indikasi kinerja keuangan atau rekomendasi investasi. Pada 21 Agustus 2026, BUMI memimpin dengan Rp 1,23 triliun, diikuti BBRI Rp 1,13 triliun. Kedua saham ini menyerap sekitar 15,5% likuiditas pasar.
BUMI Pimpin Meski Dana Asing Keluar
BUMI naik 3,16% ke Rp 196 dengan nilai transaksi Rp 1,23 triliun, terbesar di pasar. Namun investor asing tercatat menjual bersih Rp 51,00 miliar. BBRI, di posisi kedua, justru mendapat dana asing masuk Rp 631,33 miliar. Kedua saham ini membuktikan bahwa volume tinggi bisa terjadi di tengah arus asing yang berlawanan arah.
TPIA dan BBCA Ikut Menarik Likuiditas
TPIA menempati posisi ketiga dengan nilai transaksi Rp 666,93 miliar. BBCA menyusul dengan Rp 648,87 miliar. Keduanya berada di bawah BUMI dan BBRI, menandakan bahwa saham non-bank dengan arus asing positif juga mampu menarik perhatian investor dalam jumlah besar.
Tekanan Asing di Telekomunikasi dan Otomotif
Indosat (ISAT) mencatat net sell asing Rp 52,16 miliar, tertinggi pada sesi tersebut, dengan harga turun 0,37% ke Rp 2.720. Astra International (ASII) juga mengalami keluarnya dana asing Rp 48,67 miliar. Kalbe Farma (KLBF) turun 1,82% ke Rp 810 dengan net sell asing Rp 28,74 miliar. Ketiga saham tersebut berada di sektor yang berbeda namun mengalami aliran keluar asing.
Aliran keluar asing dari ISAT dan ASII mengindikasikan penyesuaian portofolio di sektor telekomunikasi dan consumer goods. Namun pengaruhnya terhadap indeks terbatas karena sektor keuangan masih menyerap dana asing secara signifikan dan menopang pergerakan IHSG.
Tidak Ada Tren Pencarian yang Menyangkut Pasar Modal
Berdasarkan data yang tersedia, tidak ada topik pencarian trending yang terkait dengan pasar modal pada 21 Agustus 2026. Pergerakan IHSG dan aliran dana asing hari ini terjadi tanpa peningkatan minat pencarian publik yang signifikan. Hal ini mengindikasikan pasar bergerak lebih dipengaruhi oleh aliran dana internal dan pelaku pasar profesional.
| Kode | Emiten | Penutupan (Rp) | Perubahan (%) | Nilai Transaksi (Rp M) | Net Buy Asing (Rp M) |
|---|---|---|---|---|---|
| BBRI | Bank Rakyat Indonesia Tbk. | 3.230 | +2,87 | 1.130,00 | 631,33 |
| BBCA | Bank Central Asia Tbk. | 6.450 | +0,78 | 648,87 | 269,21 |
| BMRI | Bank Mandiri Tbk. | 4.220 | +1,69 | 601,79 | 140,16 |
| TPIA | Chandra Asri Pacific Tbk. | 2.030 | +3,31 | 666,93 | 136,43 |
| BBNI | Bank Negara Indonesia Tbk. | 3.730 | +3,90 | 341,46 | 115,07 |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa hasil akhir IHSG pada 21 Agustus 2026?
IHSG ditutup pada 6.525,69, naik 24,11 poin (+0,37%) dibanding penutupan resmi sebelumnya. Pada sesi live pukul 17.30 WIB, indeks berada di level tertunda sekitar 10 menit dari penutupan. Rentang perdagangan hari ini adalah 6.507,43 hingga 6.551,96, menunjukkan volatilitas terbatas sepanjang hari.
Siapa yang mendapat dana asing terbesar?
BBRI mencatat net buy asing Rp 631,33 miliar, tertinggi pada 21 Agustus 2026, disusul BBCA Rp 269,21 miliar dan BMRI Rp 140,16 miliar. Ketiga bank besar itu mengumpulkan total Rp 1,04 triliun dari investor asing, sementara nilai transaksi BBRI sendiri mencapai Rp 1,13 triliun, menandakan permintaan kuat terhadap sektor perbankan.
Apakah BUMI memang melemah meski paling ramai?
BUMI justru naik 3,16% ke Rp 196 dengan nilai transaksi Rp 1,23 triliun, menjadikannya saham paling ramai di pasar. Investor asing tercatat menjual bersih Rp 51,00 miliar, namun pembelian dari investor domestik lebih besar sehingga harga tetap meningkat pada sesi 21 Agustus 2026.
Metodologi dan Sumber Data
Data disusun dari IDX Trading Summary dan IDX Stock Summary tanggal 21 Agustus 2026. Data live pukul 17.30 WIB tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir tercatat pada 6.525,69 (+0,37%). IDX tidak merilis identitas broker per emiten, sehingga nama bandar atau sekuritas tidak disebutkan dalam laporan ini. Kapitalisasi pasar: Rp 11.448,89 triliun.
Nilai transaksi, net buy/sell asing, dan harga penutupan diambil langsung dari laporan bursa tanpa modifikasi. Net buy asing dihitung sebagai selisih antara pembelian dan penjualan oleh investor asing per emiten. Data ini hanya untuk informasi pasar, bukan rekomendasi investasi.
Artikel ini hanya laporan data pasar berdasarkan IDX Trading Summary dan IDX Stock Summary tanggal 21 Agustus 2026. Bukan merupakan ajakan beli atau jual. Investasi saham mengandung risiko. Selalu verifikasi data resmi di situs IDX atau kontributor data resmi sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca juga
- HATM Anjlok -12,31% di Sesi Kedua, IHSG di 6.525,69 (+0,37%)
- PACK Pimpin Nilai Transaksi Emiten Pelapor, IHSG 6.535,57
- CSMI Naik 23,39% dan SWID 20%, IHSG di 6.538,53 (+0,57%)
- IHSG Dibuka 6.521,01, BBRI Pimpin Nilai Transaksi Rp 305,22 M
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 21 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.

2 thoughts on “BBRI Pimpin Net Buy Asing Rp 631 M, IHSG Naik 24,11 Poin ke 6.525,69”