MDIA Anjlok -10%, Pimpin Pelemahan Sesi Kedua IHSG 6.501,67

Pelemahan Terdalam Sesi Kedua: MDIA -10% ke TRIN -4,49% — grafik Pelemahan Terdalam Sesi Berjalan — 24/08 16:20 WIB, sumber data IDX 21 Agustus 2026

Poin utama:

  • MDIA anjlok 10% ke Rp 252, memimpin pelemahan sesi kedua per 16:20 WIB, 24 Agustus 2026.
  • IHSG berada di 6.501,67 (-0,37% / -24,02 poin) pada sesi kedua, data tertunda sekitar 10 menit.
  • Dari 400 saham dipantau, 150 naik dan 208 turun, menunjukkan dominasi tekanan jual.
  • BUMI memimpin nilai transaksi Rp 665,67 M, disusul DSSA Rp 605,41 M dan EMAS Rp 537,93 M.
  • Penutupan resmi terakhir 21 Agustus 2026 mencatat IHSG 6.525,69 (+0,37%) sebagai pembanding.

Ringkasan Cepat

  • MDIA memimpin pelemahan sesi kedua dengan anjlok 10% ke Rp 252 pada pukul 16:20 WIB, 24 Agustus 2026.
  • IHSG berada di 6.501,67, melemah 0,37% atau 24,02 poin pukul 16:20 WIB; angka tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi.
  • Dari 400 saham yang dipantau, 150 saham naik dan 208 saham turun, menunjukkan pelebaran tekanan jual.
  • Nilai transaksi 400 saham teratas mencapai Rp 13,44 T secara intraday pada sesi kedua.
  • Sebagai pembanding, penutupan resmi terakhir pada 21 Agustus 2026 mencatat IHSG di 6.525,69 (+0,37%).

Saham Tertekan Paling Dalam pada Sesi Kedua

MDIA (PT Intermedia Capital Tbk) menjadi emiten dengan tekanan jual paling dalam pada sesi kedua, anjlok 10% ke Rp 252 per pukul 16:20 WIB. Di belakangnya, MEJA merosot 9,92% dan SDMU terkoreksi 8,33%. Delapan saham berikut merupakan pelemahan terdalam yang terekam pada grafik utama artikel ini.

Pelemahan sesi kedua merujuk pada koreksi harga yang terjadi pada paruh kedua hari perdagangan, di sini diukur per pukul 16:20 WIB menjelang penutupan. Istilah ini membantu pembaca membedakan pergerakan intraday dari penutupan resmi yang baru terbit setelah bursa tutup. Angka yang digunakan bersifat tertunda sekitar 10 menit sehingga belum final.

Delapan Saham Paling Tertekan per 16:20 WIB

Sumber: TradingView (data IDX tertunda sekitar 10 menit), 24 Agustus 2026 pukul 16:20 WIB. Bukan penutupan resmi Bursa Efek Indonesia.
Kode Harga (Rp) Perubahan Nilai Transaksi Sektor
MDIA 252 -10,00% Rp 9,10 M Consumer Services
MEJA 118 -9,92% Rp 13,84 M Commercial Services
SDMU 88 -8,33% Rp 15,56 M Transportation
NAYZ 70 -6,67% Rp 10,15 M Consumer Non-Durables
ARTO 1.005 -5,19% Rp 17,31 M Finance
BAIK 300 -5,06% Rp 17,15 M Consumer Services
EXCL 2.700 -4,93% Rp 27,28 M Communications
TRIN 340 -4,49% Rp 10,52 M Finance

MDIA, MEJA, dan SDMU mencatat pelemahan dua digit atau mendekati dua digit, namun nilai transaksinya tergolong kecil di bawah Rp 16 M. Kondisi ini menunjukkan koreksi didorong oleh likuiditas tipis alih-alih jual beli massal institusi. Investor perlu membedakan antara saham yang anjlok karena fundamental dan yang bergerak akibat volume tipis.

Sebaran Pasar: Lebih Banyak yang Turun

Sebaran pergerakan harga memperlihatkan ketidakseimbangan yang jelas antara penguatan dan pelemahan. Dari 400 saham yang dipantau pada sesi kedua, 150 saham naik sementara 208 saham turun. Selisih 58 saham lebih banyak yang melemah dibanding yang menguat.

Apa yang Ditunjukkan Sebaran Naik-Turun?

Sebaran naik-turun adalah jumlah emiten yang harga penutupannya berada di atas atau di bawah harga sebelumnya, digunakan untuk mengukur kekuatan pergerakan indeks secara luas. Ketika saham turun lebih banyak daripada yang naik, indeks cenderung tertekan meski beberapa saham besar masih menguat. Posisi IHSG di 6.501,67 (-0,37%) selaras dengan sebaran yang condong ke zona merah.

Rasio breadth yang negatif sering dianggap sinyal distribusi, yakni penjualan yang meluas di berbagai emiten. Namun satu sesi belum cukup untuk menentukan tren; pembaca perlu memantau beberapa hari berturut-turut. Data 400 saham teratas mencatat nilai transaksi Rp 13,44 T, mengonfirmasi aktivitas tetap berjalan meski mayoritas melemah.

Indeks pelengkap juga menunjukkan tekanan serupa pada sesi kedua. LQ45 melemah 0,41% ke 641,95, IDX30 turun 0,39% ke 358,59, dan KOMPAS100 terkoreksi 0,15% ke 847,96. Seluruh indeks utama berada di zona negatif per 16:20 WIB.

Saham Paling Ramai Ditinjau Nilai Transaksi

Di sisi likuiditas, BUMI memimpin nilai transaksi dengan Rp 665,67 M pada pukul 16:20 WIB, disusul DSSA Rp 605,41 M dan EMAS Rp 537,93 M. Nilai transaksi mencerminkan total uang yang berpindah tangan pada sebuah saham, bukan arah pergerakan harganya. BUMI sendiri melemah 1,02% ke Rp 194 meski paling ramai diperdagangkan.

EMAS menjadi pengecualian menarik karena berada di posisi ketiga nilai transaksi sekaligus menguat 10,44% ke Rp 8.725. Hal ini menunjukkan bahwa saham paling likuid tidak selalu bergerak searah dengan indeks. Kelompok perbankan mendominasi daftar likuid dengan BBCA (Rp 520,29 M), BBRI (Rp 480,82 M), dan BMRI (Rp 361,39 M) masuk sepuluh besar.

Sepuluh Saham dengan Nilai Transaksi Tertinggi

Sumber: TradingView (data IDX tertunda sekitar 10 menit), 24 Agustus 2026 pukul 16:20 WIB. Bukan penutupan resmi.
Kode Harga (Rp) Perubahan Nilai Transaksi Sektor
BUMI 194 -1,02% Rp 665,67 M Non-Energy Minerals
DSSA 1.065 +1,43% Rp 605,41 M Energy Minerals
EMAS 8.725 +10,44% Rp 537,93 M Non-Energy Minerals
BBCA 6.400 -0,78% Rp 520,29 M Finance
BBRI 3.180 -1,55% Rp 480,82 M Finance
TPIA 1.990 -1,97% Rp 435,63 M Process Industries
BRMS 730 +5,04% Rp 389,82 M Non-Energy Minerals
ANTM 3.190 +0,63% Rp 364,78 M Non-Energy Minerals
BMRI 4.200 -0,47% Rp 361,39 M Finance
INET 330 0,00% Rp 299,70 M Communications

Kelompok perbankan yang ramai menunjukkan investor masih aktif memutar dana di saham bank meski harga mayoritas melemah. Likuiditas tinggi pada saham bank membantu menjaga kedalaman transaksi meski indeks tertekan. Fenomena ini umum terjadi saat pelaku pasar merotasi posisi而不是 keluar sepenuhnya.

Top Gainers: CSMI Melesat 34,68%

Di tengah dominasi pelemahan, sejumlah saham kecil mencatat penguatan tajam pada sesi kedua. CSMI (PT Cipta Selera Murni Tbk) memimpin penguatan dengan naik 34,68% ke Rp 167, diikuti PICO 34,31% dan ELIT 34,03%. Penguatan ini umumnya terjadi pada saham dengan nilai transaksi relatif kecil sehingga dampaknya terbatas terhadap indeks.

Mengapa Penguatan Ini Terbatas ke Indeks?

CSMI, PICO, dan ELIT termasuk emiten berkapitalisasi kecil dengan nilai transaksi di bawah Rp 50 M, sehingga pergerakannya tidak cukup berat untuk mengangkat IHSG. Indeks utama seperti IHSG dan LQ45 dipengaruhi oleh saham-saham besar dengan bobot sektoral tinggi. Oleh karena itu, penguatan ratusan persen pada saham kecil tidak serta-merta mencerminkan kekuatan pasar secara keseluruhan.

Minat Pencarian: Saham BRI dan Ethereum

Google Trends mencatat topik sahAm bri dengan perkiraan pencarian 1.000 kali atau lebih per hari ini, menjadikannya topik terkait pasar modal paling diminati di Indonesia. Minat ini relevan karena BBRI (Bank Rakyat Indonesia) muncul dalam daftar saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 480,82 M, meski harganya melemah 1,55% ke Rp 3.180. Topik ethereum dengan 100-an pencarian juga masuk kategori terkait, mencerminkan minat aset kripto yang bukan merupakan saham di Bursa Efek Indonesia.

Kedua topik tersebut mengonfirmasi bahwa perhatian publik terhadap instrumen keuangan tetap tinggi menjelang penutupan sesi. Namun, tinggi rendahnya pencarian tidak menunjukkan arah harga dan tidak boleh dijadikan sinyal beli atau jual. Data pencarian hanya menggambarkan minat informasi, bukan rekomendasi investasi.

Pencarian sahAm bri yang tinggi beririsan dengan berita arus dana asing dan reksa dana yang beredar hari ini, meski artikel ini tidak mengutip angka spesifik dari berita tersebut. Ethereum, sebagai aset kripto, mencatat 100-an pencarian dan berada di luar cakupan saham IDX. Pembaca disarankan memisahkan minat informasi dari keputusan portofolio.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Saham apa yang tertekan paling dalam pada sesi kedua hari ini?

MDIA (PT Intermedia Capital Tbk) memimpin pelemahan dengan turun 10% ke Rp 252 pada pukul 16:20 WIB, 24 Agustus 2026. Di bawahnya menyusul MEJA yang merosot 9,92% dan SDMU terkoreksi 8,33%. Angka bersifat intraday tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi Bursa Efek Indonesia.

Berapa nilai transaksi BUMI dan saham lain yang paling ramai?

BUMI memimpin saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 665,67 M pada 16:20 WIB, disusul DSSA Rp 605,41 M dan EMAS Rp 537,93 M. Total nilai transaksi 400 saham teratas mencapai Rp 13,44 T secara intraday. Data tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi.

Bagaimana posisi IHSG dan indeks utama lainnya pada sesi kedua?

IHSG berada di 6.501,67 atau melemah 0,37% (-24,02 poin) pukul 16:20 WIB, 24 Agustus 2026. LQ45 turun 0,41% ke 641,95 dan IDX30 melemah 0,39% ke 358,59, sementara KOMPAS100 koreksi 0,15% ke 847,96. Angka intraday tertunda 10 menit, bukan penutupan resmi bursa.

Metodologi dan Sumber Data

Data intraday dalam artikel ini diambil dari TradingView yang menyalurkan data Bursa Efek Indonesia (IDX) dengan jeda tertunda sekitar 10 menit, pada 24 Agustus 2026 pukul 16:20 WIB. Angka penutupan resmi terakhir merujuk pada IDX Trading Summary dan Index Summary per 21 Agustus 2026, dengan IHSG di 6.525,69 (+0,37%). Batasan data: angka sesi berjalan bukan penutupan resmi, tidak memuat identitas bandar atau sekuritas perorangan, dan nilai transaksi bersifat estimasi tertunda.

Sebagai catatan pembanding, ringkasan resmi 21 Agustus 2026 mencatat 832 saham aktif dengan 332 saham naik dan 314 saham turun, total nilai transaksi Rp 15,35 T, serta net asing seluruh pasar Rp 1,00 T. Angka tersebut hanya dipakai sebagai pembanding hari perdagangan resmi sebelumnya, bukan gambaran sesi berjalan hari ini.

Investasi saham mengandung risiko fluktuasi harga yang dapat menyebabkan kerugian, termasuk penurunan 10% pada emiten seperti MDIA dalam sehari. Data intraday tertunda tidak mencerminkan penutupan resmi dan tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar keputusan. Pembaca disarankan membaca prospektus dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum bertransaksi.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 21 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


One thought on “MDIA Anjlok -10%, Pimpin Pelemahan Sesi Kedua IHSG 6.501,67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.