Barang Baku +0,62% Tertinggi, IHSG 6.525,69 (+0,37%) dari Rp 15,35 Triliun

IHSG 6.525,69, 832 saham aktif, Barang Baku tertinggi — grafik Kinerja 11 Indeks Sektoral IDX — 2026-08-21, sumber data IDX 21 Agustus 2026

Poin utama:

  • IHSG ditutup di 6.525,69 (+0,37%) dengan transaksi Rp 15,35 triliun dari 832 emiten aktif.
  • Investor asing mencatatkan net buy Rp 1,00 triliun sepanjang 21 Agustus 2026.
  • Sektor Barang Baku tertinggi (+0,62%), sedangkan Kesehatan paling lemah (-0,88%).
  • Seluruh indeks pembanding menutup lebih tinggi, dipimpin IDX30 (+1,04%).
  • Range intraday IHSG berada di 6.507,43–6.551,96, dengan penutupan di tengah area tersebut.

IHSG berada di 6.525,69, naik 24,11 poin (+0,37%) pada Selasa, 21 Agustus 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah total nilai transaksi sebesar Rp 15,35 triliun yang dihasilkan dari partisipasi 832 emiten aktif. Di sisi arus asing, investor asing mencatatkan net buy Rp 1,00 triliun, menandakan kepercayaan terhadap prospek jangka pendek pasar domestik. Sektor Barang Baku menjadi penyumbang utama penguatan indeks dengan kenaikan 0,62%.

Ringkasan Cepat

  • IHSG berada di 6.525,69 (+24,11 poin/+0,37%) pada 21 Agustus 2026.
  • Total nilai transaksi seluruh pasar sebesar Rp 15,35 triliun dari 832 emiten aktif.
  • Investor asing mencatatkan net buy (beli bersih) Rp 1,00 triliun sepanjang hari.
  • Sektor Barang Baku tertinggi (+0,62%), diikuti Infrastruktur (+0,47%) dan Keuangan (+0,32%).
  • Sektor Kesehatan paling lemah (-0,88%), diikuti Teknologi (-0,46%) dan Transportasi (-0,48%).

Rotasi Sektor Mengarah ke Komoditas dan Infrastruktur

Perdagangan 21 Agustus 2026 menandai pola rotasi sektor yang jelas di pasar modal Indonesia. Investor mulai memindahkan dana dari kelompok konsumen non-primer dan teknologi ke area komoditas serta infrastruktur. Dari sebelas indeks sektoral, sembilan menutup di atas pembanding. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.448,89 triliun pada penutupan hari. Pergerakan ini mencerminkan optimisme terhadap permintaan dasar komoditas global dan percepatan proyek infrastruktur dalam negeri yang sedang berjalan. Rotasi sektor seperti ini biasanya terjadi ketika pasar menafsirkan perubahan kebijakan moneter atau perbaikan outlook ekonomi.

Tidak ada topik trending yang menyangkut pasar modal hari ini menurut data yang tersedia.

Barang Baku dan Energi Menarik Minat Besar

Sektor Barang Baku menutup di level 1.807,89, naik 0,62%, dengan nilai transaksi Rp 2,56 triliun. Pergerakan ini sejalan dengan kenaikan harga komoditas global dan permintaan stabil dari pasar ekspor. Energi juga menguat 0,14% ke 3.232,16 dengan transaksi Rp 4,01 triliun, menjadi kelompok dengan nilai tukar terbesar. Volume transaksi tinggi pada kedua sektor ini mengindikasikan alokasi modal yang signifikan dari pelaku pasar, termasuk lembaga investasi yang menyeimbangkan portofolio ke aset komoditas.

Keuangan dan Industri Ikut Menyokong

Sektor Keuangan menguat 0,32% ke 1.370,04 dengan nilai transaksi Rp 3,82 triliun, menjadi kelompok kedua terbesar. Pertumbuhan ini seiring dengan kinerja positif Indeks Konsumen Primer yang naik 0,23% ke 714,41. Industri juga ikut menyokong dengan kenaikan 0,15% ke 1.583,95, menandakan bahwa peralihan modal tidak hanya terfokus pada komoditas. Konsumen Non-Primer turun 0,09% ke 953,83 setelah beberapa hari mencatatkan kinerja kuat, menandakan profit taking di sektor yang sudah naik sebelumnya.

Indeks Pembanding Tumbuh Serentak

Selain IHSG, seluruh indeks pembanding juga menutup lebih tinggi pada 21 Agustus 2026. Pertumbuhan serentak dari LQ45 hingga IDXHIDIV20 mengindikasikan sentimen positif yang meluas ke saham-saham kapitalisasi besar dan menengah. Indeks IDX30 menguat paling kuat di antara kelompoknya dengan kenaikan 1,04% ke 359,98, disusul IDXHIDIV20 +0,97% ke 436,81. Indeks syariah JII juga naik 0,36% ke 391,67, menunjukkan pasar yang inklusif dan seimbang antar kelompok saham.

Performa indeks pembanding IDX pada penutupan 21 Agustus 2026. Sumber: IDX Index Summary.
Indeks Penutupan Perubahan (%)
LQ45 644,59 +0,92
IDX30 359,98 +1,04
IDX80 96,93 +0,85
KOMPAS100 849,21 +0,83
JII 391,67 +0,36
IDXHIDIV20 436,81 +0,97

Level Teknikal IHSG untuk Perdagangan Berikutnya

IHSG bergerak dalam rentang 6.507,43 hingga 6.551,96 sepanjang 21 Agustus 2026. Area support intraday terletak di 6.507,43, yang berhasil diuji pada sesi pagi sebelum penguatan akhir. Resistance terdekat berada di 6.551,96, dan penutupan pada 6.525,69 menunjukkan indeks masih berjajar di tengah-tengah range harian. Volume transaksi Rp 15,35 triliun menandakan partisipasi pasar yang signifikan dan mendukung untuk pergerakan lanjutan jika sentimen tetap positif.

Dukungan dan Hambatan Jangka Pendek

Jika IHSG dapat menembus resistance 6.551,96, ruang kenaikan menjadi lebih lebar untuk menguji level berikutnya. Area support 6.507,43 akan diuji kembali jika tekanan jual muncul di awal sesi berikutnya. Indeks pembanding seperti IDX30 dan IDXHIDIV20 yang menguat lebih dari 1% juga memberikan konfirmasi teknikal yang kuat. Penguatan di atas resistance membuka kemungkinan kenaikan lebih lanjut, sementara tekanan di bawah support dapat memvalidasi konsolidasi lebih dalam sebelum kenaikan lanjutan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa penutupan IHSG dan sektor mana yang paling kuat pada 21 Agustus 2026?

IHSG berada di 6.525,69, naik 24,11 poin (+0,37%) pada 21 Agustus 2026. Sektor Barang Baku menjadi kelompok terkuat dengan kenaikan 0,62% ke level 1.807,89, diikuti Infrastruktur +0,47%. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 15,35 triliun dari 832 emiten aktif. Investor asing mencatatkan net buy Rp 1,00 triliun sepanjang hari.

Apakah investor asing tetap melakukan pembelian bersih?

Ya, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 1,00 triliun pada 21 Agustus 2026. Arus masuk bersih dari investasi luar negeri ini menjadi salah satu penopang sentimen positif, meskipun pelaku domestik melanjutkan pola rotasi sektor dari konsumen non-primer ke komoditas dasar dan infrastruktur.

Bagaimana level support dan resistance IHSG untuk perdagangan berikutnya?

Level support intraday terletak di 6.507,43, sedangkan resistance terdekat berada di 6.551,96. IHSG menutup pada 6.525,69, masih di bawah resistance. Jika indeks mampu menembus 6.551,96, ruang kenaikan menjadi lebih lebar. Area support 6.507,43 akan menjadi garis pertahanan pertama jika tekanan jual muncul. Data ini dihitung dari high-low intraday dan bukan merupakan proyeksi harga.

Metodologi dan Sumber Data

Data angka diambil dari laporan Trading Summary dan Index Summary Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk penutupan perdagangan tanggal 21 Agustus 2026. Nilai transaksi, kenaikan sektor, dan arus asing disajikan sesuai rilis resmi IDX. Perubahan indeks disajikan dalam poin dan persentase. Support dan resistance adalah angka high-low intraday murni, bukan proyeksi harga. Data ini tidak mengandung proyeksi harga atau rekomendasi investasi. Pembaca disarankan mengacu pada sumber resmi IDX untuk verifikasi angka terkini.

Artikel ini bersifat informasional dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Pasar modal memiliki risiko. Selalu lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 21 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


2 thoughts on “Barang Baku +0,62% Tertinggi, IHSG 6.525,69 (+0,37%) dari Rp 15,35 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.