IHSG Melemah 0,49% ke 6.378,40; DEWA Pimpin Nilai Transaksi Saat Ini

IHSG dan nilai transaksi emiten pelapor pada 10 Agustus 2026 — grafik Nilai Transaksi Emiten Pelapor — 10/08 sesi berjalan, sumber data IDX 7 Agustus 2026

Poin utama:

  • IHSG berada di 6.378,40 poin atau turun 0,49% pada pukul 13:20 WIB, Senin 10 Agustus 2026.
  • Penutupan resmi terakhir pada 7 Agustus 2026 mencatatkan IHSG di 6.409,65 poin atau naik 1,04%.
  • DEWA menjadi saham pelapor dengan nilai transaksi terbesar di sesi berjalan, yakni Rp 329,44 miliar.
  • Dari 400 saham dipantau, 152 saham naik dan 175 saham turun dengan total nilai transaksi Rp 10,29 triliun.
  • Net asing seluruh pasar tercatat sebesar Rp 934,94 miliar dengan kapitalisasi pasar Rp 11.211,81 triliun.

IHSG tercatat di 6.378,40 poin atau turun 0,49% pada pukul 13:20 WIB, Senin 10 Agustus 2026. Angka ini data tertunda sekitar 10 menit dari Bursa Efek Indonesia, bukan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir terjadi 7 Agustus 2026 dengan indeks di 6.409,65 poin atau naik 1,04%.

Kondisi pasar hari ini berjalan di tengah net asing sebesar Rp 934,94 miliar dan kapitalisasi pasar Rp 11.211,81 triliun pada penutupan terakhir. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 15,27 triliun dengan 400 saham teratas berkontribusi Rp 10,29 triliun atau sekitar 67% dari total. Dari 834 saham aktif, 373 saham naik dan 245 saham turun, menunjukkan selektivitas investor di tengah pergerakan indeks yang cenderung melemah. Di antara emiten pelapor laporan keuangan, DEWA menempati posisi teratas nilai transaksi dengan Rp 329,44 miliar.

Ringkasan Cepat

  • IHSG berada di 6.378,40 poin atau turun 0,49% pada pukul 13:20 WIB, Senin 10 Agustus 2026. Data ini tertunda sekitar 10 menit dari Bursa Efek Indonesia dan bukan merupakan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir tercatat pada 7 Agustus 2026 di 6.409,65 poin atau naik 1,04%.
  • Dari 400 saham yang dipantau, 152 saham naik dan 175 saham turun. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 15,27 triliun, dengan 400 saham teratas berkontribusi Rp 10,29 triliun.
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi saham pelapor dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp 329,44 miliar. Diikuti oleh CBRE (Rp 3,71 miliar) dan MMIX (Rp 2,64 miliar). Ketiga saham ini menyerap total Rp 335,67 miliar dari 400 saham teratas.
  • Emiten pelapor Bergerak beragam: IFSH naik 9,77%, POLL naik 4,67%, MMIX turun 1,37%, dan MOLI turun 0,73%. Sebagian besar bergerak tanpa perubahan harga.
  • Net asing seluruh pasar tercatat sebesar Rp 934,94 miliar. Kapitalisasi pasar IDX tercatat di Rp 11.211,81 triliun pada penutupan resmi terakhir.

IHSG Melemah Meski Pekan Lalu Menguat 1,04%

Indeks Harga Saham Gabungan berada di 6.378,40 poin saat laporan ini disusun, atau turun 31,26 poin (0,49%) dari level awal 6.440,60 poin. Penutupan resmi pada 7 Agustus 2026 mencatatkan IHSG di 6.409,65 poin atau naik 65,94 poin (1,04%), yang berarti indeks masih berada di bawah level penutupan pekan sebelumnya pada posisi intraday saat ini. Selama sesi berjalan, indeks bergerak antara 6.372,92 poin dan 6.462,74 poin, menandakan volatilitas sebesar 89,82 poin atau sekitar 1,4%. Indeks LQ45 berada di 635,37 poin (turun 0,77%), IDX30 di 356,65 poin (turun 0,77%), dan KOMPAS100 di 837,80 poin (turun 0,83%). Keempat indeks unggulan bergerak serupa menurun, dengan KOMPAS100 mencatatkan kerugian terbesar dalam persentase.

DEWA Pimpin Nilai Transaksi Emiten Pelapor Laporan Keuangan

Dari tujuh emiten pelapor laporan keuangan yang muncul dalam grafik nilai transaksi sesi berjalan, DEWA menempati posisi teratas dengan Rp 329,44 miliar. Emiten industri jasa energi ini Bergerak di sektor Energy Minerals dan harganya tetap stabil di 478 perak tanpa perubahan persentase pada sesi berjalan. Nilai transaksi ini menjauhkan DEWA dari posisi kedua CBRE yang hanya mencatat Rp 3,71 miliar, selisih hampir 89 kali lipat. MMIX berada di posisi ketiga dengan Rp 2,64 miliar, diikuti BSML (Rp 0,57 miliar), JATI (Rp 0,55 miliar), MOLI (Rp 0,32 miliar), dan IPOL (Rp 0,12 miliar).

Pergerakan Beragam Emiten yang Baru Merilis Laporan Keuangan

Sebelas emiten merilis laporan keuangan untuk TW2 2026 sejak 6 Agustus 2026, mencakup periode perjalanan usaha kuartal kedua tahun ini. Di antara emiten yang juga terdaftar dalam daftar pantauan nilai transaksi, MOLI tercatat di 272 perak (turun 0,73%), MMIX di 720 perak (turun 1,37%), dan CBRE di 680 perak (turun 0,73%). Sementara itu, IFSH mencatatkan kenaikan signifikan 9,77% ke 1.180 perak dari harga penutupan 1.075 perak, dan POLL mencatatkan kenaikan 4,67% ke 112 perak. Sebagian besar emiten pelapor bergerak tanpa perubahan harga, menandakan transaksi seimbang antara beli dan jual.

Google Trends: Pencarian “Bumi Saham” Meningkat di Tengah Bergulirnya Sesi

Pencarian ‘bumi saham’ menempati posisi trending terkait pasar modal pada 10 Agustus 2026, muncul bersamaan dengan publikasi berbagai rekomendasi saham dan analisis pergerakan IHSG di tengah optimisme arah bank sentral global. Topik ini menarik perhatian karena banyak pencari yang ingin memahami potensi sektor mineral dan energi di dalam papan utama bursa efek. Berita yang melandasinya meliputi liputan rekomendasi saham harian dari CNBC Indonesia dan analisis penguatan indeks dari ANTARA News Jambi, yang menempatkan kata kunci ini di perhatian publik.

Tren ini tidak berdiri sendiri; pencarian umum hari ini juga dipenuhi oleh topik-topik sosial dan politik, namun ‘bumi saham’ menjadi satu-satunya kata kunci yang secara eksplisit menyangkut pasar modal. Kehadiran topik ini menunjukkan bahwa sektor resources tetap menjadi poros utama perhatian investor ritel, seiring dengan pelaporan berbagai emiten pertambangan dan energi yang baru merilis laporan keuangan TW2 2026. Pencarian ini juga mengindikasikan bahwa publik memantau closely hubungan antara kinerja sektor bumi — yang mencakup pertambangan, energi, dan komoditas — dengan arah pergerakan IHSG di sesi berjalan.

Selektivitas dan Sektor Resources Dominasi Perhatian Investor

Dari 400 saham yang dipantau, hanya 152 saham atau 38% yang mengalami kenaikan harga. Sebaliknya, 175 saham atau 43,75% mengalami tekanan jual. Selektivitas ini terjadi di tengah dominasi sektor mineral dan energi dalam daftar saham paling ramai. DSSA dan TPIA menempati posisi pertama dan kedua dalam nilai transaksi keseluruhan, namun di kalangan emiten pelapor, DEWA menjadi yang tertinggi. Ketiga emiten teratas ini — DEWA, TPIA, dan BUMI — berasal dari sektor Energy Minerals, Process Industries, dan Non-Energy Minerals, menyerap total nilai transaksi sebesar Rp 2,53 triliun dan menandakan bahwa sektor resources tetap menjadi incaran utama investor ritel.

Tabel Harga dan Nilai Transaksi Emiten Pelapor

Tabel berikut menampilkan tujuh emiten pelapor laporan keuangan yang terdaftar dalam grafik nilai transaksi sesi berjalan. Data diambil pada pukul 13:20 WIB dan tertunda sekitar 10 menit dari Bursa Efek Indonesia.

Tabel harga saham dan nilai transaksi emiten pelapor laporan keuangan TW2 2026 pada sesi berjalan 10 Agustus 2026 pukul 13:20 WIB. Sumber: data IDX (tertunda ~10 menit) dan TradingView.
Kode Nama Emiten Harga Saat Ini (Rp) Perubahan (%) Nilai Transaksi
DEWA Darma Henwa Tbk 478 0,00 Rp 329,44 miliar
CBRE Cakra Buana Resources Energi Tbk. 680 -0,73 Rp 3,71 miliar
MMIX Multi Medika Internasional Tbk. 720 -1,37 Rp 2,64 miliar
BSML Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. 515 0,00 Rp 0,57 miliar
JATI Informasi Teknologi Indonesia Tbk. 99 0,00 Rp 0,55 miliar
MOLI Madusari Murni Indah Tbk. 272 -0,73 Rp 0,32 miliar
IPOL Indopoly Swakarsa Industry Tbk. 113 0,00 Rp 0,12 miliar

Data dalam tabel di atas menunjukkan bahwa empat dari tujuh emiten pelapor bergerak tanpa perubahan harga pada sesi berjalan, sementara dua saham mengalami tekanan jual. DEWA menonjol dengan nilai transaksi Rp 329,44 miliar, sebesar 88% dari total nilai transaksi tujuh emiten pelapor yang tercatat dalam grafik. Fenomena ini menunjukkan bahwa informasi fundamental baru — dalam hal ini laporan keuangan TW2 2026 — dapat memicu aktivitas perdagangan yang tinggi pada saham tertentu meskipun pergerakan indeks utama cenderung melemah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang menyebabkan IHSG turun pada sesi 10 Agustus 2026?

IHSG berada di 6.378,40 poin atau turun 0,49% pada pukul 13:20 WIB. Melemahnya indeks terjadi bersamaan dengan level awal 6.440,60 poin, menandakan adanya aksi jual di tengah sesi. Penutupan resmi pada 7 Agustus 2026 masih mencatatkan penguatan 1,04% ke 6.409,65 poin, sehingga kinerja intraday hari ini masih di bawah level penutupan pekan sebelumnya.

Apa saham emiten pelapor yang paling ramai berdasarkan nilai transaksi di tengah sesi?

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi saham pelapor dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp 329,44 miliar. Emiten industri jasa energi ini Bergerak di sektor Energy Minerals dan harganya tetap stabil di 478 perak tanpa perubahan. Diikuti oleh CBRE (Rp 3,71 miliar) dan MMIX (Rp 2,64 miliar). Ketiga saham ini menyerap total Rp 335,67 miliar dari 400 saham teratas yang berkontribusi Rp 10,29 triliun.

Bagaimana pergerakan harga emiten pelapor laporan keuangan TW2 2026?

Emiten pelapor laporan keuangan menunjukkan pergerakan beragam pada sesi 10 Agustus 2026. IFSH mencatat kenaikan 9,77% ke 1.180 perak dari harga penutupan 1.075 perak, sedangkan POLL naik 4,67% ke 112 perak. DEWA stabil di 478 perak, MMIX turun 1,37% ke 720 perak, dan MOLI turun 0,73% ke 272 perak. Total nilai transaksi 400 saham teratas mencapai Rp 10,29 triliun.

Metodologi dan Sumber Data

Data indeks dan nilai transaksi diambil dari TradingView yang menerbitkan data IDX dengan tertunda sekitar 10 menit. Data penutupan resmi terakhir berasal dari laporan penutupan IDX tanggal 7 Agustus 2026. Data laporan keuangan emiten diambil dari pengumuman resmi IDX yang dirilis antara 6 hingga 10 Agustus 2026. Informasi Google Trends diambil dari Google Trends Daily Search Trends untuk geo=ID pada 10 Agustus 2026. Artikel ini hanya menyajikan data tanpa ajakan investasi atau rekomendasi jual beli. Semua angka disajikan sesuai kondisi pasar saat ini yang mungkin berubah hingga penutupan resmi. Perhitungan persentase dan rasio dilakukan berdasarkan data mentah yang tersedia tanpa penyesuaian manajerial.

Disclaimer Risiko: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek apapun. Segera konsultasikan dengan penasihat keuangan independen sebelum mengambil keputusan investasi. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan. Investasi saham mengandung risiko, termasuk kemungkinan hilangnya sebagian atau seluruh modal. Selalu lakukan riset mandiri sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar modal.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 7 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.