Poin utama:
- IHSG berada di 6.351,34 (+0,20 poin / 0,00%) pukul 13:20 WIB, tertunda sekitar 10 menit dari penutupan resmi 5 Agustus 2026.
- Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 13,95 triliun dengan 833 saham aktif dan 422 saham naik.
- BBNI memimpin nilai transaksi emiten pelapor laporan keuangan TW2 2026 dengan Rp 73,94 miliar di harga Rp 3.650,00.
- CBRE, yang baru rilis laporan keuangan TW2 2026, bergerak naik 1,45% menjadi Rp 700,00 dengan nilai transaksi Rp 8,30 miliar.
- TMPO menjadi top gainer dengan kenaikan 26,77% ke Rp 161,00, sementara BACH menjadi top loser dengan -14,86% ke Rp 630,00.
IHSG Bergerak tipis di level 6.351,34 naik 0,20 poin (0,00%) pada pukul 13:20 WIB, Rabu (6/8/2026). Data intraday tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir pada 5 Agustus 2026 tercatat di 6.351,14. Total nilai transaksi mencapai Rp 13,95 triliun dengan 833 saham aktif.
Ringkasan Cepat
- IHSG berada di 6.351,34 (+0,20 poin / 0,00%) pukul 13:20 WIB. Data ini tertunda sekitar 10 menit. Penutupan resmi terakhir 5 Agustus 2026: 6.351,14 (+31,53 poin / +0,5%).
- Total nilai transaksi seluruh pasar: Rp 13,95 triliun. Emiten paling ramai: BUMI (Rp 550,31 miliar), BNBR (Rp 523,28 miliar), dan IATA (Rp 494,29 miliar).
- Dari 400 saham dipantau, 161 naik dan 171 turun. Top gainer: TMPO (+26,77%), JGLE (+25,30%), MDIA (+22,22%), IATA (+19,79%), dan OKAS (+18,45%).
- Top loser: BACH (-14,86%), NSSS (-6,02%), FILM (-4,46%), GRIA (-4,00%), dan HATM (-3,74%).
- Dua belas emiten merilis laporan keuangan TW2 2026, termasuk delapan saham yang juga menempati posisi nilai transaksi terbesar: BBNI, CBRE, LIVE, MBSS, KAQI, ESTA, PDPP, dan RONY.
Pergerakan Indeks Utama dan Nilai Transaksi
IHSG bergerak datar di 6.351,34 pukul 13:20 WIB. Indeks LQ45 berada di 633,92 (-0,01%), IDX30 di 356,05 (+0,04%), dan KOMPAS100 di 836,00 (+0,12%). Rentang harian IHSG masih terlihat lebar dengan high 6.388,20 dan low 6.324,06, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi meskipun perubahan poin masih tipis dibanding penutupan 5 Agustus 2026 di 6.351,14.
Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 13,95 triliun dengan 833 saham aktif. Angka ini terdiri dari 422 saham naik, 223 saham turun, dan sisanya stagnan. Dari 400 saham yang dipantau khusus, 161 naik dan 171 turun. Kapitalisasi pasar tercatat di Rp 11.085,00 triliun. Arus modal asing masih bersih negatif Rp 174,02 juta, menandakan tekanan jual dari investor asing yang masih berlanjut meskipun jumlahnya kecil.
Dengan penutupan sebelumnya naik 31,53 poin pada 5 Agustus 2026, pasar kini menunjukkan fase konsolidasi. Jumlah saham naik (422) masih lebih banyak dari yang turun (223), menandakan selectifnya beli di sektor-sektor tertentu seperti Non-Energy Minerals dan Finance.
Struktur Nilai Transaksi Emiten Pelapor Laporan Keuangan
Grafik utama hari ini menampilkan nilai transaksi delapan emiten yang baru merilis laporan keuangan TW2 2026. BBNI memimpin dengan nilai transaksi Rp 73,94 miliar di harga Rp 3.650,00, disusul CBRE dengan Rp 8,30 miliar di Rp 700,00, dan LIVE dengan Rp 3,51 miliar di Rp 220,00. Keenam saham lain mencatat nilai transaksi di bawah Rp 2 miliar, dengan KAQI di tengah harga Rp 96,00 dan nilai transaksi Rp 829,61 juta. Daftar ini menjadi acuan utama karena grafik menampilkan label kode emiten dengan satuan Rp miliar.
Perlu dicatat bahwa data intraday ini tertunda sekitar 10 menit dari sesi aktual. Data resmi penutupan akan diterbitkan setelah bursa tutup. Penutupan resmi terakhir 5 Agustus 2026 mencatat IHSG naik 31,53 poin (+0,5%) ke 6.351,14. Total nilai transaksi 400 saham teratas adalah Rp 10,14 triliun, sebagian besar dari transaksi saham teramai hari ini seperti BUMI, BNBR, dan IATA.
Tabel di bawah ini memperlihatkan perbedaan nilai transaksi yang signifikan antar emiten pelapor. BBNI sendiri menyerap lebih dari 85% dari total nilai transaksi kedelapan saham pelapor, menandakan dominasi likuiditas di saham bank. Sementara itu, saham kecil seperti KAQI, ESTA, dan RONY bergerak dengan nilai transaksi di bawah Rp 1 miliar.
Tabel Harga dan Nilai Transaksi Emiten Pelapor
| Kode | Nama Emiten | Harga (Rp) | Perubahan (%) | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| BBNI | Bank Negara Indonesia | 3.650 | +0,55 | Rp 73,94 M |
| CBRE | Cakra Buana Resources Energi | 700 | +1,45 | Rp 8,30 M |
| LIVE | Homeco Victoria Makmur | 220 | +5,77 | Rp 3,51 M |
| MBSS | Mitrabahtera Segara Sejati | 2.830 | +0,35 | Rp 1,57 M |
| KAQI | Jantra Grupo Indonesia | 96 | 0,00 | Rp 829,61 Jt |
| ESTA | Esta Multi Usaha | 186 | -0,53 | Rp 125,27 Jt |
| PDPP | Primadaya Plastisindo | 304 | -1,94 | Rp 53,38 Jt |
| RONY | Aracord Nusantara Group | 1.260 | -0,79 | Rp 10,71 Jt |
Top Gainer dan Loser: Rotasi Sektor yang Terlihat
Pergerakan kuat di beberapa saham dengan kapitalisasi kecil didominasi sektor Finance dan Consumer Services. TMPO menguat 26,77% ke Rp 161,00, diikuti JGLE (+25,30% ke Rp 104,00) dan MDIA (+22,22% ke Rp 264,00). IATA juga masuk dalam jajaran teratas dengan kenaikan 19,79% ke Rp 115,00. Sedangkan OKAS (+18,45%), BKDP (+15,75%), SOLA (+11,36%), dan IPOL (+10,09%) menunjukkan aktivitas di sektor Non-Energy Minerals, Industrial Services, dan Process Industries. BNBR naik 9,90% ke Rp 111,00 dan DWGL naik 9,63% ke Rp 410,00 juga mencuri perhatian.
Di sisi lain, BACH tertekan -14,86% ke Rp 630,00, disusul NSSS (-6,02% ke Rp 1.015,00) dan FILM (-4,46% ke Rp 965,00). GRIA turun 4,00% ke Rp 144,00, HATM turun 3,74% ke Rp 515,00, dan MBMA turun 2,73% ke Rp 535,00. Saham besar juga melemah: UNVR turun 2,71% ke Rp 1.795,00, BFIN turun 2,67% ke Rp 910,00, KLBF turun 2,50% ke Rp 780,00, KPIG turun 2,47% ke Rp 79,00, MEDC turun 2,28% ke Rp 1.285,00, dan PANI turun 1,95% ke Rp 6.275,00.
BNBR termasuk dalam jajaran top gainer dan teramai sekaligus, naik 9,90% ke Rp 111,00 dengan nilai transaksi Rp 523,28 miliar. PTRO naik 5,79% ke Rp 5.025,00 dan KOTA naik 7,02% ke Rp 183,00 juga menonjol di antara saham teramai. DEWA naik 0,42% ke Rp 482,00, BRMS naik 0,82% ke Rp 615,00, dan BRPT stagnan di Rp 1.870,00 melengkapi daftar saham dengan nilai transaksi tertinggi.
Rotasi sektor terlihat jelas di mana saham tambang dan energi masih menumpu perhatian, sementara konsumen staples melemah. Hal ini mencerminkan aliran dana ke sektor proyek infrastruktur dan energi terbarukan.
Pencarian Pasar Modal di Tengah Perkembangan Harga Emas
Topik pencarian yang paling relevan dengan pasar modal hari ini adalah “harga” dengan perkiraan lebih dari 2.000 pencarian di Google Trends Indonesia pada 6 Agustus 2026. Artikel terkait mengangkat kenaikan harga emas Pegadaian Galeri 24, UBS, dan Antam yang melonjak. Pergerakan ini menjadi sorotan utama karena emas sering dijadikan hedge, yaitu instrumen lindung nilai saat saham bergerak datar di level 6.351. Investor ritel kini memperhatikan lebih dekat hubungan antara kinerja saham dan harga emas sebagai aset alternatif.
Kenaikan harga emas secara umum mencerminkan sentimen inflasi dan ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Di tengah arus modal asing bersih negatif Rp 174,02 juta dan IHSG yang konsolidasi, banyak investor beralih ke aset fisik seperti emas untuk melindungi nilai portofolio. Pencarian yang tinggi pada topik “harga” menunjukkan preocupasi publik terhadap pergerakan aset non-saham.
Peningkatan harga emas Antam sebesar Rp 50.000 ke angka Rp 2,679 juta per gram menjadi sorotan utama. Harga emas Pegadaian Galeri 24 dan UBS juga ikut naik, menciptakan pola kenaikan lintas penyedia. Hal ini menambah beban pengeluaran konsumen sekaligus meningkatkan nilai aset pegang saham emas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa IHSG hampir tidak bergerak di level 6.351?
IHSG berada di 6.351,34 (+0,20 poin) pada pukul 13:20 WIB karena konsolidasi setelah penutupan 5 Agustus 2026 di 6.351,14. Selisih 0,20 poin menunjukkan keseimbangan daya beli dan jual. Data ini tertunda sekitar 10 menit dari sesi aktual dan bukan penutupan resmi.
Apakah laporan keuangan TW2 2026 mempengaruhi harga saham pelapor?
Dari 12 emiten yang merilis laporan keuangan TW2 2026, CBRE naik 1,45% menjadi Rp 700,00 dan LIVE menguat 5,77% ke Rp 220,00. Namun reaksi harga sangat bervariasi: FIMP turun 9,21% ke Rp 69,00, sementara PDPP melemah 1,94% ke Rp 304,00. Nilai transaksi juga beragam, dari Rp 2,47 juta hingga Rp 73,94 miliar. Laporan keuangan TW2 2026 memang menjadi katalis jangka pendek, tetapi reaksi pasar bergantung pada ekspektasi versus realisasi.
Bagaimana kinerja saham teramai dibanding top gainer?
Saham paling ramai berdasarkan nilai transaksi adalah BUMI (Rp 550,31 miliar, +1,12%) dan BNBR (Rp 523,28 miliar, +9,90%). Top gainer TMPO (+26,77%) justru memiliki nilai transaksi lebih kecil, Rp 20,82 juta. Ini menunjukkan volume besar bisa terjadi di saham blue chip atau saham kinerja menengah, bukan hanya saham dengan kenaikan persentase tertinggi. Saham dengan nilai transaksi besar biasanya didominasi investor institusional yang melakukan transaksi dalam lot besar.
Metodologi dan Sumber Data
Data indeks dan harga saham bersumber dari TradingView (data IDX tertunda sekitar 10 menit) dan diambil pada pukul 13:20 WIB, 6 Agustus 2026. Data penutupan resmi terakhir adalah per tanggal 5 Agustus 2026 yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia. Data Google Trends diambil dari Google Trends Daily Search Trends untuk geo=ID pada 6 Agustus 2026. Data laporan keuangan emiten merujuk pada rilis bursa untuk periode TW2 2026. Data ini tidak disarankan sebagai dasar keputusan investasi. Untuk keputusan investasi, gunakan data resmi dari Bursa Efek Indonesia dan konsultasikan dengan penasihat keuangan independen.
Artikel ini hanya berisi informasi pasar dan laporan keuangan tanpa rekomendasi investasi. Setiap keputusan beli atau jual saham adalah tanggung jawab pribadi. Investasi pasar modal mengandung risiko, termasuk kerugian modal. Selalu verifikasi data resmi dari IDX sebelum mengambil keputusan.
Baca juga
- IHSG 6.350,99 di Tengah Sesi, TMPO dan MDIA Pimpin Kenaikan Intraday
- IHSG di 6.375,33 di Pembukaan, TPIA Pimpin Transaksi Rp 192,78 Juta
- IHSG Naik 0,5% ke 6.351, Sektor Kesehatan Pimpin Perubahan
- ANTM Pimpin Net Buy Asing Rp 183,11 Miliar, IHSG 6.351,14
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 5 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
