Poin utama:
- IHSG di 6.350,99 pukul 11:50 WIB, turun 0,15 poin dari penutupan 6.351,14 tanggal 5 Agustus 2026.
- TMPO memimpin kenaikan intraday sebesar 25,98%, diikuti MDIA 22,22% dan JGLE 21,69%.
- BACH menjadi top loser dengan penurunan 14,86%, disusul NSSS -6,48% dan FILM -4,95%.
- Total nilai transaksi pasar mencapai Rp 13,95 triliun, dengan arus asing bersih negatif Rp 174,02 juta.
- Tidak ada topik pencarian yang menyangkut pasar modal yang trending di Google Trends Indonesia hari ini.
Indeks Komposit (IHSG) berada pada 6.350,99 pukul 11:50 WIB (data intraday tertunda sekitar 10 menit, bukan penutupan resmi), atau turun 0,15 poin (-0,00%) dari penutupan resmi 6.351,14 pada 5 Agustus 2026. Di antara 833 saham aktif, TMPO mencatat kenaikan terbesar sebesar 25,98%, diikuti MDIA 22,22% dan JGLE 21,69%. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 13,95 triliun, dengan arus asing bersih negatif Rp 174,02 juta.
Ringkasan Cepat
- IHSG tercatat 6.350,99 (-0,15 poin / -0,00%) pada pukul 11:50 WIB (data intraday tertunda ~10 menit, bukan penutupan resmi), sedikit turun dari penutupan resmi 6.351,14 tanggal 5 Agustus 2026.
- TMPO memimpin kenaikan intraday sebesar 25,98% ke harga 160, diikuti MDIA (+22,22%) dan JGLE (+21,69%).
- BACH menjadi top loser dengan turun 14,86% ke 630, disusul NSSS (-6,48%) dan FILM (-4,95%).
- Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 13,95 triliun, dengan saham naik 422 dan turun 223 dari 833 saham aktif.
- Arus asing bersih seluruh pasar tercatat negatif Rp 174,02 juta pada sesi pagi ini.
Pergerakan Indeks di Tengah Sesi
IHSG dan Indeks Lain Bergerak Beragam
IHSG berada di level 6.350,99 pukul 11:50 WIB dengan kisaran harian 6.324,06 hingga 6.388,20, menunjukkan fluktuasi terbatas sepanjang sesi pagi. Indeks LQ45 naik 0,24 poin (0,04%) ke 634,23, IDX30 naik 0,30 poin (0,08%) ke 356,20, sedangkan KOMPAS100 melonjak 1,72 poin (0,21%) ke 836,75, menandakan selektivitas pelaku pasar di lapangan utama. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.085,00 triliun, mempertahankan level tinggi walau sentimen cenderung hati-hati.
Nilai Transaksi Tinggi, Asing Mulai Keluar
Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 13,95 triliun, dengan 400 saham teratas menyerap Rp 9,88 triliun atau sekitar 71% dari total. Arus asing bersih tercatat negatif Rp 174,02 juta, artinya penjualan asing masih melampaui pembelian meskipun margin kecil. Di antara 833 saham aktif, 422 saham naik dan 223 saham turun, mencerminkan selektivitas pelaku pasar yang tetap membrane di sektor-sektor tertentu.
Saham Paling Ramai dan Top Gainer
TMPO, MDIA, dan JGLE Mencetak Kenaikan Dua Digit
TMPO (PT Tempo Inti Media Tbk) memimpin kenaikan intraday sebesar 25,98% ke harga 160, disusul MDIA (PT Intermedia Capital Tbk) 22,22% ke 264 dan JGLE (PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk) 21,69% ke 101, menghasilkan triplet kenaikan dua digit yang mencolok di tengah hari. IATA (PT Karya Pacific Energy Tbk) naik 18,75% ke 114, sedangkan OKAS (PT Ancora Indonesia Resources Tbk) melonjak 19,42% ke 123, menandakan adanya sentimen spesifik di sektor media, properti, dan energi. Kelima saham tersebut juga muncul di daftar chart top gainer, mengonfirmasi bahwa kenaikan mereka didorong oleh volume dan nilai transaksi yang signifikan.
BNBR, KOTA, dan PTRO Menempati Posisi Teratas Nilai Transaksi
Berdasarkan nilai transaksi, BUMI (PT Bumi Resources Tbk Class A) menjadi paling ramai sebesar Rp 531,15 juta, disusul BNBR (PT Bakrie & Brothers Tbk Class A) Rp 504,93 juta dan IATA (PT Karya Pacific Energy Tbk) Rp 483,13 juta, menunjukkan bahwa sektor non-energi minerals tetap menjadi primadona likuiditas. TPIA (PT Chandra Asri Pacific Tbk) menyerap Rp 449,74 juta, sedangkan KOTA (PT DMS Propertindo Tbk) mencapai Rp 424,62 juta, dengan tambahan ANTM, PTRO, dan BRMS melengkapi posisi teratas. Kelompok ini mencerminkan bahwa modal masih mengalir ke sektor industri dan resources meskipun indeks utama bergerak datar.
Saham Paling Lemah di Tengah Sesi
BACH Tertebas 14,86%, UNVR dan MIKA Masuk Daftar
BACH (PT Bach Multi Global Tbk) tercatat sebagai top loser dengan turun 14,86% ke harga 630, disusul NSSS (PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk) -6,48% ke 1.010 dan FILM (PT MD Entertainment Tbk) -4,95% ke 960, menandakan tekanan jual di sektor distribution services dan consumer services. HATM (PT Habco Trans Maritima Tbk) melemah 3,74% ke 515, dan TOBA (PT TBS Energi Utama Tbk) turun 2,80% ke 520. BACH termasuk sektor distribution services, sementara NSSS berada di sektor process industries, menunjukkan that penurunan menyebar di berbagai sektor non-financial.
Pola Pencarian Publik dan Pasar Modal
Tidak Ada Topik Trending Pasar Modal Hari Ini
Berdasarkan Google Trends untuk Indonesia pada 6 Agustus 2026, tidak ada topik pencarian harian yang menyangkut pasar modal. Pencarian terpopuler adalah pertandingan sepak bola LAFC vs Chivas de Guadalajara, pertandingan tenis Alexandra Eala di Toronto, serta topik umum seperti KJP dan bos. Hal ini mengindikasikan bahwa perhatian publik masih terfokus di luar aset finansial, memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk bergerak tanpa tekananSorotan massal.
Implikasi bagi Pelaku Pasar
Ketidakhadiran topik pencarian pasar modal berarti tidak ada tekanan informasi massal yang bisa memicu pergerakan tajam atau koreksi cepat. Pelaku pasar cenderung mengandalkan data fundamental perusahaan, laporan keuangan, dan arus asing. Dengan IHSG bergerak datar dan arus asing negatif Rp 174,02 juta, strategi hari ini lebih mengandalkan seleksi saham spesifik ketimbang arahan indeks atau momentum ritel.
Konteks Fundamental: Kapitalisasi dan Likuiditas
Kapitalisasi Pasar Tercatat Rp 11.085 Triliun
Kapitalisasi pasar IDX tercatat Rp 11.085,00 triliun pada sesi berjalan, menunjukkan bahwa ekuitas Indonesia tetap menjadi aset bernilai tinggi di mata investor. Total nilai transaksi Rp 13,95 triliun menegaskan likuiditas pasar yang memadai untuk eksekusi order besar tanpa gangguan spread. Dengan 833 saham aktif, distribusi kekayaan tetap terkonsentrasi di kelompok besar sementara saham menengah dan kecil berkontribusi lebih kecil terhadap total transaksi.
Likuiditas Terkonsentrasi di Segmen Non-Energi
Kelompok non-enerni minerals seperti BUMI, BRMS, dan ANTM mendominasi daftar saham paling ramai, bersama sektor jasa industri seperti BNBR dan PTRO, mencerminkan permintaan stabil untuk komoditas dan konstruksi. Sementara itu, saham consumer non-durables seperti UNVR berada di daftar top loser, menandakan rotasi sektor ke arah cyclicals. Arus asing bersih negatif Rp 174,02 juta juga memperkuat tanda kehati-hatian terhadap saham defensif yang biasanya menjadi aman saat tidak pasti.
Tabel Saham Paling Ramai Berdasarkan Nilai Transaksi
| Kode | Nama Emiten | Harga | % Perubahan | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| BUMI | PT Bumi Resources Tbk Class A | 180 | +0,56% | Rp 531,15 juta |
| BNBR | PT Bakrie & Brothers Tbk Class A | 110 | +8,91% | Rp 504,93 juta |
| IATA | PT Karya Pacific Energy Tbk | 114 | +18,75% | Rp 483,13 juta |
| TPIA | PT Chandra Asri Pacific Tbk | 2.090 | +1,46% | Rp 449,74 juta |
| KOTA | PT DMS Propertindo Tbk | 184 | +7,60% | Rp 424,62 juta |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang menyebabkan IHSG bergerak datar pada 6 Agustus 2026?
IHSG tercatat 6.350,99 pukul 11:50 WIB, turun hanya 0,15 poin (-0,00%) dari penutupan resmi 6.351,14 pada 5 Agustus 2026. Indeks sempat berkisaran antara 6.324,06 dan 6.388,20, menunjukkan pasar berada dalam range terbatas. Total nilai transaksi mencapai Rp 13,95 triliun, dengan 152 saham naik dan 174 saham turun di antara 400 saham yang dipantau. Arus asing bersih tercatat negatif Rp 174,02 juta.
Mengapa TMPO menjadi top gainer dengan kenaikan 25,98%?
TMPO (PT Tempo Inti Media Tbk) naik 25,98% menjadi 160 pada sesi berjalan, menempati posisi terbesar di antara 833 saham aktif. Kenaikan ini disusul MDIA (+22,22%) dan JGLE (+21,69%). IHSG secara keseluruhan hanya bergerak 0,15 poin, sehingga kenaikan TMPO didorong oleh sentimen spesifik saham tersebut, bukan arahan pasar umum. Nilai transaksi TMPO tercatat Rp 19,88 juta, yang termasuk moderat dibanding saham paling ramai.
Apakah arus asing masih mendominasi pasar?
Arus asing bersih seluruh pasar tercatat Rp -174,02 juta, artinya pembeli asing masih lebih banyak menjual pada sesi pagi. Kapitalisasi pasar IDX tercatat Rp 11.085,00 triliun. Meskipun sebagian besar indeks seperti LQ45 dan IDX30 mengalami kenaikan kecil, arus keluar asing menandakan kehati-hatian pelaku asing terhadap aset lokal pada perioda ini.
Metodologi dan Sumber Data
Data intraday diambil dari TradingView yang menggunakan sumber IDX dengan tertunda sekitar 10 menit, per pukul 11:50 WIB pada 6 Agustus 2026. Angka ini bukan penutupan resmi; penutupan resmi terakhir adalah 5 Agustus 2026. Daftar top gainer, top loser, dan saham paling ramai disusun berdasarkan nilai transaksi dan persentase perubahan harga dari data Trading Summary IDX. Data Google Trends disajikan sebagai konteks pencarian publik dan tidak memengaruhi rekomendasi investasi.
Setiap investasi mengandung risiko. Data yang disajikan adalah rekam jejak pergerakan pasar pada tanggal dan waktu tertentu dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas tertentu. Pembaca disarankan melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga
- IHSG di 6.375,33 di Pembukaan, TPIA Pimpin Transaksi Rp 192,78 Juta
- IHSG Naik 0,5% ke 6.351, Sektor Kesehatan Pimpin Perubahan
- ANTM Pimpin Net Buy Asing Rp 183,11 Miliar, IHSG 6.351,14
- BACH dan PRDL Pimpin Daftar Saham Tertekan, IHSG Bergerak di 6.357,11
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 5 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
