TINS Pimpin Net Buy Asing Rp 109,63 M, IHSG Ditutup 6.401,89

Aliran dana asing ke saham tambang dan perbankan 14 Agustus 2026 — grafik Net Buy Asing (Rp miliar) — 2026-08-14, sumber data IDX 14 Agustus 2026

Poin utama:

  • TINS memimpin net buy asing Rp 109,63 miliar pada penutupan 14 Agustus 2026.
  • IHSG ditutup 6.401,89, naik 100,12 poin atau 1,59% dari penutupan sebelumnya.
  • Investor asing mencatat jual bersih Rp 391,99 miliar di seluruh pasar hari ini.
  • Nilai transaksi mencapai Rp 11,03 triliun dengan 834 emiten aktif diperdagangkan.
  • CUAN memimpin saham teramai dengan nilai transaksi Rp 871,10 miliar.

TIMAH (Persero) Tbk. (TINS) memimpin pembelian bersih asing di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Jumat, 14 Agustus 2026, dengan net buy asing Rp 109,63 miliar, sementara IHSG ditutup menguat 1,59% ke level 6.401,89. Meski demikian, investor asing secara keseluruhan masih mencatat jual bersih Rp 391,99 miliar di seluruh pasar.

Ringkasan Cepat

  • TINS mencatat net buy asing tertinggi, yakni Rp 109,63 miliar, pada penutupan 14 Agustus 2026.
  • IHSG ditutup di 6.401,89, naik 100,12 poin atau 1,59% dibanding penutupan sebelumnya.
  • Investor asing mencatat jual bersih Rp 391,99 miliar di seluruh pasar meski sejumlah saham tambang diborong.
  • Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 11,03 triliun dengan 834 emiten aktif diperdagangkan.
  • Sebanyak 354 saham naik, lebih banyak ketimbang 277 saham yang turun.

Siapa Saja Penerima Aliran Dana Asing Hari Ini?

Pembelian bersih asing adalah selisih antara nilai beli dan jual investor asing pada satu emiten; angka positif berarti asing lebih banyak membeli ketimbang menjual. Pada 14 Agustus 2026, aliran masuk terbesar mengalir ke emiten sektor tambang dan perbankan, bukan ke saham industri lain. Pola ini menunjukkan preferensi asing kembali ke aset komoditas dan bank berkapitalisasi besar setelah beberapa sesi bergerak hati-hati.

TIMAH Memimpin Masuknya Asing

TINS mencatat net buy asing Rp 109,63 miliar dengan harga penutupan Rp 3.890, naik 4,57% dari penutupan sebelumnya. Posisinya sebagai penerima terbesar sejalan dengan penguatan harga komoditas logam yang menjadi fokus emiten pelat merah tersebut. Nilai net buy itu juga yang tertinggi di antara seluruh emiten yang masuk dalam rekap bursa hari ini.

Perbankan dan Tambang Melengkapi Daftar

Di bawah TINS, BBRI menyerap net buy asing Rp 93,50 miliar dan ANTM Rp 62,36 miliar, mencerminkan minat asing pada saham perbankan dan tambang emas. BUMI, VKTR, AADI, INCO, dan INET masing-masing mencatat net buy asing Rp 28,82 miliar, Rp 24,29 miliar, Rp 21,31 miliar, Rp 19,29 miliar, dan Rp 15,22 miliar. Penyebaran ini menunjukkan bahwa aliran masuk tidak hanya mengandalkan satu saham, melainkan tersebar di sektor energi dan material.

Net buy asing delapan emiten teratas menurut IDX Stock Summary, penutupan 14 Agustus 2026 (satuan Rp miliar).
Kode Emiten Harga Penutupan (Rp) Perubahan (%) Net Buy Asing (Rp)
TINS TIMAH (Persero) Tbk. 3.890 4,57 109,63 M
BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 3.120 0,32 93,50 M
ANTM ANTAM (Persero) Tbk. 3.070 2,33 62,36 M
BUMI Bumi Resources Tbk. 181 1,69 28,82 M
VKTR VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. 885 7,93 24,29 M
AADI Adaro Andalan Indonesia Tbk. 9.425 4,14 21,31 M
INCO Vale Indonesia Tbk. 5.225 4,50 19,29 M
INET Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. 234 4,46 15,22 M

Mengapa Asing Masih Jual Bersih Meski IHSG Menguat?

IHSG adalah indeks rata-rata harga seluruh saham di BEI yang diberi bobot kapitalisasi pasar, sehingga pergerakannya ditentukan oleh banyak pihak, bukan hanya asing. Indeks ditutup naik 100,12 poin atau 1,59% ke level 6.401,89 meski asing mencatat jual bersih secara keseluruhan. Penguatan ini ditopang oleh pembelian investor domestik yang menyerap sebagian besar penawaran jual asing.

Penjualan Asing Terkonsentrasi di Beberapa Emiten

Jual bersih asing secara total mencapai Rp 391,99 miliar, dipicu oleh TPIA yang dilego Rp 263,77 miliar dan CUAN Rp 126,67 miliar. ISAT, BREN, dan ASII melengkapi daftar dengan jual bersih masing-masing Rp 84,62 miliar, Rp 61,28 miliar, dan Rp 40,60 miliar. Aksi jual terkonsentrasi di emiten petrokimia, energi terbarukan, dan konsumer, sehingga mengimbangi pembelian di saham tambang.

Lima emiten dengan jual bersih asing terbesar menurut IDX Stock Summary, penutupan 14 Agustus 2026 (satuan Rp miliar).
Kode Emiten Harga Penutupan (Rp) Perubahan (%) Net Sell Asing (Rp)
TPIA Chandra Asri Pacific Tbk. 2.010 -2,43 -263,77 M
CUAN Petrindo Jaya Kreasi Tbk. 825 -1,79 -126,67 M
ISAT Indosat Tbk. 2.540 2,83 -84,62 M
BREN Barito Renewables Energy Tbk. 3.570 -2,46 -61,28 M
ASII Astra International Tbk. 4.780 -0,42 -40,60 M

Saham Apa yang Paling Ramai Ditransaksikan?

Saham teramai merujuk pada emiten dengan nilai transaksi tertinggi, yakni ukuran likuiditas harian yang menunjukkan seberapa aktif sebuah saham diperdagangkan. CUAN memimpin dengan nilai transaksi Rp 871,10 miliar, disusul TPIA Rp 861,37 miliar dan DSSA Rp 550,61 miliar, menunjukkan minat tinggi investor secara umum. Menariknya, dua yang teratas justru dilepas asing, mengindikasikan perputaran dana didorong oleh investor dalam negeri.

Likuiditas Tidak Selalu Berarti Harga Naik

TINS dan BBRI berada di posisi keempat dan kelima teramai dengan nilai transaksi Rp 520,68 miliar dan Rp 369,76 miliar. BUMI, BBCA, BMRI, ISAT, dan ANTM melengkapi sepuluh besar dengan nilai transaksi masing-masing Rp 363,75 miliar, Rp 360,45 miliar, Rp 314,08 miliar, Rp 271,43 miliar, dan Rp 253,70 miliar. Perputaran dana terbesar secara konsisten berada di saham perbankan dan sumber daya alam.

Bagaimana Pergerakan IHSG dan Kapitalisasi Pasar?

IHSG bergerak dalam rentang 6.267,41 hingga 6.401,89 dan ditutup persis di batas atasnya, mencerminkan penguatan berkelanjutan sepanjang sesi. Kapitalisasi pasar seluruh emiten mencapai Rp 11.243,35 triliun, naik seiring apresiasi harga saham pada penutupan hari ini. Rentang pergerakan sebesar 134,48 poin menunjukkan volatilitas yang wajar di tengah arus asing yang berlawanan arah.

Keseimbangan Penutupan Cenderung Positif

Dari 834 emiten yang diperdagangkan, 354 menguat dan 277 melemah, sementara sisanya bergerak datar. Komposisi lebih banyak saham naik ketimbang turun mendukung penutupan IHSG di zona hijau meski asing masih mencatat jual bersih. Keseimbangan ini memperlihatkan bahwa penguatan indeks tidak didorong hanya oleh segelintir saham raksasa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Emiten mana yang mencatat net buy asing terbesar hari ini?

TINS mencatat net buy asing terbesar sebesar Rp 109,63 miliar pada penutupan 14 Agustus 2026, disusul BBRI Rp 93,50 miliar dan ANTM Rp 62,36 miliar. Angka ini merujuk pada selisih pembelian dan penjualan investor asing per emiten menurut data IDX Stock Summary.

Mengapa IHSG bisa naik 1,59% padahal asing jual bersih?

IHSG ditutup naik 100,12 poin ke 6.401,89 meski asing mencatat jual bersih Rp 391,99 miliar karena investor domestik menyerap sebagian besar penawaran jual tersebut. IHSG adalah rata-rata harga seluruh saham BEI yang diberi bobot kapitalisasi pasar, sehingga pergerakannya tidak ditentukan oleh satu pihak saja.

Apa yang dimaksud saham teramai?

Saham teramai adalah emiten dengan nilai transaksi tertinggi hari itu. Pada 14 Agustus 2026, CUAN memimpin dengan Rp 871,10 miliar, diikuti TPIA Rp 861,37 miliar dan DSSA Rp 550,61 miliar. Nilai transaksi tinggi belum tentu berarti harga naik, karena dipengaruhi volume dan arah asing.

Metodologi dan Sumber Data

Angka dalam artikel ini diambil dari ringkasan perdagangan Bursa Efek Indonesia, yakni IDX Index Summary untuk IHSG dan kapitalisasi pasar, serta IDX Stock Summary untuk nilai transaksi, net buy dan net sell asing per emiten, dan daftar saham teramai, pada penutupan resmi 14 Agustus 2026 (tanggal data 2026-08-14). Net asing seluruh pasar merupakan agregat pembelian dan penjualan investor asing di keseluruhan papan. Batasan data: IDX merilis total aliran asing per emiten, bukan identitas broker atau pihak per perusahaan, sehingga artikel ini tidak menyebut nama sekuritas tertentu. Seluruh angka adalah posisi penutupan, bukan harga real-time, dan dapat berubah saat rekonsiliasi akhir pihak bursa.

Disclaimer Risiko

Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi berdasarkan data penutupan Bursa Efek Indonesia per 14 Agustus 2026 dan bukan merupakan rekomendasi pembelian maupun penjualan efek apa pun. Harga saham dapat berfluktuasi dan setiap keputusan investasi menyimpan risiko kerugian, termasuk kehilangan modal, sehingga pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum bertransaksi.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 14 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.