DSSA Pimpin Nilai Transaksi Rp 531,17 M, IHSG Ditutup 6.394,12

Aliran Dana Asing dan IHSG 6.394,12 per 19 Agustus 2026 — grafik Net Buy Asing (Rp miliar) — 2026-08-19, sumber data IDX 19 Agustus 2026

Poin utama:

  • IHSG ditutup melemah 0,86% ke 6.394,12 pada 19 Agustus 2026 dengan rentang harian 6.373,81–6.490,91.
  • Net sell asing mencapai Rp 470,59 miliar di seluruh pasar, di tengah 379 saham turun berbanding 257 saham naik.
  • TINS mencatat net buy asing terbesar Rp 159,16 miliar, disusul DSSA Rp 57,69 miliar dan BBCA Rp 47,23 miliar.
  • DSSA memimpin nilai transaksi harian Rp 531,17 miliar, mencerminkan volume perdagangan tertinggi, bukan kinerja keuangan.
  • Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 12,18 triliun dengan kapitalisasi BEI Rp 11.246,15 triliun.

IHSG ditutup melemah 0,86 persen ke level 6.394,12 pada perdagangan 19 Agustus 2026, di tengah net sell asing senilai Rp 470,59 miliar. DSSA memimpin nilai transaksi dengan Rp 531,17 miliar, sedangkan TINS mencatat net buy asing terbesar Rp 159,16 miliar.

Ringkasan Cepat

  • IHSG ditutup di 6.394,12, turun 55,70 poin (-0,86%) dari penutupan sebelumnya, dengan rentang harian 6.373,81 hingga 6.490,91.
  • Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 12,18 triliun, melibatkan 830 emiten dengan 257 saham naik dan 379 saham turun.
  • Net sell asing di seluruh pasar mencapai Rp 470,59 miliar, meski TINS masih mencatat net buy asing Rp 159,16 miliar.
  • DSSA memimpin nilai transaksi harian dengan Rp 531,17 miliar dan menguat 6,67% ke Rp 1.040 per saham.
  • Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat Rp 11.246,15 triliun pada penutupan 19 Agustus 2026.

IHSG Melemah di Tengah Dominasi Saham Turun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di 6.394,12, turun 55,70 poin atau 0,86 persen pada 19 Agustus 2026. IHSG adalah rata-rata pergerakan harga seluruh saham di BEI, sehingga penurunannya mencerminkan pelemahan harga secara agregat.

Arah Indeks Sepanjang Hari

IHSG bergerak dalam rentang 6.373,81 hingga 6.490,91 sepanjang sesi. Penutupan di batas bawah, mendekati level terendah harian, menunjukkan tekanan jual membesar menjelang akhir perdagangan sore.

Penyebaran Pergerakan Saham

Dari 830 emiten yang aktif, 379 saham ditutup turun dan hanya 257 yang naik. Selisih 122 saham yang melemah mengonfirmasi sifat penurunan IHSG yang meluas, bukan sekadar koreksi beberapa emiten berkapitalisasi besar.

Kapitalisasi Pasar BEI

Kapitalisasi pasar seluruh emiten di BEI tercatat Rp 11.246,15 triliun pada penutupan. Angka ini dihitung dari harga penutupan dikalikan jumlah saham beredar, sehingga ikut menyusut seiring melemahnya harga.

Siapa yang Menyerap Net Buy Asing?

Meski pasar netral hingga negatif secara agregat, sejumlah emiten masih mencatat pembelian bersih oleh investor asing. Net buy asing adalah selisih antara total beli dan total jual investor asing pada satu emiten; angka positif berarti asing membeli lebih banyak.

TINS Memimpin Masuknya Dana Asing

TINS mencatat net buy asing terbesar Rp 159,16 miliar dan menguat 3,85% ke Rp 4.050. DSSA menyusul dengan Rp 57,69 miliar, lalu BBCA Rp 47,23 miliar dan BULL Rp 24,54 miliar pada 19 Agustus 2026.

10 emiten dengan net buy asing terbesar, berdasarkan IDX Stock Summary, 19 Agustus 2026 (Rp miliar).
Kode Emiten Net Buy Asing Nilai Transaksi Penutupan (Rp) Perubahan
TINS TIMAH (Persero) Tbk. 159,16 426,77 4.050 +3,85%
DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk 57,69 531,17 1.040 +6,67%
BBCA Bank Central Asia Tbk. 47,23 432,07 6.300 0,00%
BULL Buana Lintas Lautan Tbk. 24,54 206,90 460 +5,99%
TLKM Telkom Indonesia (Persero) Tbk. 13,09 118,44 2.600 0,00%
ARKO Arkora Hydro Tbk. 10,99 68,54 5.700 +9,62%
PSAB J Resources Asia Pasifik Tbk. 10,81 40,47 530 0,00%
INDF Indofood Sukses Makmur Tbk. 10,43 39,80 7.275 -1,02%
DMAS Puradelta Lestari Tbk. 9,62 95,21 163 +1,24%
BRPT Barito Pacific Tbk. 9,27 95,17 1.855 +0,54%

Di Mana Asing Melakukan Net Sell?

Arus keluar asing terkonsentrasi pada bank besar, grup Astra, dan emiten tambang. Net sell asing berarti total penjualan asing melebihi total pembeliannya pada emiten tersebut, sehingga menekan harga saham terkait.

Bank dan Tambang Tertekan Arus Keluar

ASII memimpin net sell asing Rp 72,81 miliar, disusul ANTM Rp 52,49 miliar dan AADI Rp 48,91 miliar. BMRI dan BUMI masing-masing mencatat net sell Rp 39,71 miliar dan Rp 47,34 miliar pada 19 Agustus 2026.

10 emiten dengan net sell asing terbesar, berdasarkan IDX Stock Summary, 19 Agustus 2026 (Rp miliar).
Kode Emiten Net Sell Asing Nilai Transaksi Penutupan (Rp) Perubahan
ASII Astra International Tbk. 72,81 212,88 4.730 -1,25%
ANTM ANTAM (Persero) Tbk. 52,49 283,88 3.030 -2,26%
AADI Adaro Andalan Indonesia Tbk. 48,91 149,78 9.725 0,00%
BUMI Bumi Resources Tbk. 47,34 190,91 182 -1,09%
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. 39,71 329,43 4.140 -0,24%
INET Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. 38,97 502,27 288 -1,37%
ISAT Indosat Tbk. 37,59 426,60 2.740 +5,38%
AMMN Amman Mineral Internasional Tbk. 32,60 169,68 4.140 -2,59%
BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 26,62 77,18 3.560 -0,84%
PWON Pakuwon Jati Tbk. 23,95 77,97 266 +3,10%

DSSA Pimpin Nilai Transaksi, Bukan Kinerja Keuangan

DSSA mencatat nilai transaksi terbesar Rp 531,17 miliar dan ditutup naik 6,67% ke Rp 1.040. Posisi ini mencerminkan volume perdagangan harian tertinggi, bukan pernyataan tentang laba atau kesehatan keuangan emiten.

Apa Arti “Saham Teramai”?

Saham teramai adalah emiten dengan nilai transaksi (total rupiah yang berpindah tangan) paling besar dalam sehari. Nilai setara dengan harga saham dikalikan jumlah lembar yang diperdagangkan, sehingga belum menunjukkan arah kinerja fundamental.

10 Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar

Setelah DSSA, INET mencatat nilai transaksi Rp 502,27 miliar dan KIJA Rp 478,95 miliar pada 19 Agustus 2026. Berikut 10 emiten dengan nilai transaksi terbesar menurut ringkasan perdagangan BEI.

10 emiten dengan nilai transaksi terbesar, berdasarkan IDX Trading Summary, 19 Agustus 2026 (Rp miliar).
Kode Emiten Nilai Transaksi Penutupan (Rp) Perubahan
DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk 531,17 1.040 +6,67%
INET Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. 502,27 288 -1,37%
KIJA Kawasan Industri Jababeka Tbk. 478,95 165 -0,60%
BBCA Bank Central Asia Tbk. 432,07 6.300 0,00%
TINS TIMAH (Persero) Tbk. 426,77 4.050 +3,85%
ISAT Indosat Tbk. 426,60 2.740 +5,38%
TPIA Chandra Asri Pacific Tbk. 410,83 1.950 -0,76%
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. 329,43 4.140 -0,24%
BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 311,32 3.080 0,00%
ANTM ANTAM (Persero) Tbk. 283,88 3.030 -2,26%

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab IHSG melemah ke 6.394,12?

IHSG ditutup melemah 0,86 persen ke 6.394,12 pada 19 Agustus 2026, sejalan dengan net sell asing Rp 470,59 miliar dan lebih banyak saham turun (379) daripada naik (257). Penurunan indeks mencerminkan tekanan jual yang meluas di sesi sore.

Saham apa yang paling ramai ditransaksikan?

DSSA memimpin nilai transaksi harian dengan Rp 531,17 miliar, disusul INET Rp 502,27 miliar dan KIJA Rp 478,95 miliar pada 19 Agustus 2026. Nilai transaksi tinggi menunjukkan volume perdagangan besar, bukan kinerja keuangan emiten.

Emiten mana yang paling banyak dibeli asing?

TINS mencatat net buy asing terbesar Rp 159,16 miliar, lalu DSSA Rp 57,69 miliar dan BBCA Rp 47,23 miliar pada 19 Agustus 2026. Net buy menunjukkan selisih positif antara pembelian dan penjualan investor asing per emiten.

Metodologi dan Sumber Data

Data dalam artikel ini diambil dari ringkasan perdagangan dan ringkasan indeks Bursa Efek Indonesia (IDX Trading Summary dan IDX Index Summary) serta IDX Stock Summary untuk posisi net buy dan net sell asing per emiten, dengan tanggal data penutupan 19 Agustus 2026.

Angka net buy dan net sell asing adalah total akumulasi beli-jual investor asing per emiten yang dirilis IDX. IDX tidak merilis identitas broker atau perantara per emiten, sehingga artikel ini tidak menyebut nama sekuritas tertentu. Kapitalisasi pasar dihitung dari harga penutupan dan belum memasukkan perdagangan setelah penutupan resmi.

Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual. Investasi saham mengandung risiko; harga dapat turun maupun naik dan nilai investasi dapat berkurang. Pembaca bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan transaksi yang diambil. Data bersifat historis per 19 Agustus 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 19 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.