Poin utama:
- IHSG ditutup menguat 1,68% ke 6.501,59 pada penutupan 20 Agustus 2026.
- Net buy asing seluruh pasar mencapai Rp 755,15 M dengan kapitalisasi pasar Rp 11.420,54 T.
- AMMN memimpin net buy asing Rp 412,55 M, disusul BBRI Rp 293,13 M dan ANTM Rp 138,75 M.
- Total nilai transaksi perdagangan Rp 14,23 T dengan 834 saham aktif, 480 naik dan 196 turun.
- DSSA mencatat net sell asing terbesar Rp 120,68 M di antara emiten yang dilego asing.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,68% ke level 6.501,59 pada penutupan 20 Agustus 2026, seiring net buy asing di seluruh pasar mencapai Rp 755,15 M. Dari 834 saham aktif, 480 naik dan 196 turun, dengan total nilai transaksi Rp 14,23 T. Penguatan indeks diiringi masuknya dana asing bersih ke sejumlah emiten tambang dan perbankan.
Ringkasan Cepat
- IHSG ditutup 6.501,59, naik 107,46 poin atau 1,68% pada penutupan 20 Agustus 2026.
- Net buy asing seluruh pasar mencapai Rp 755,15 M; kapitalisasi pasar Rp 11.420,54 T.
- AMMN memimpin net buy asing Rp 412,55 M, disusul BBRI Rp 293,13 M dan ANTM Rp 138,75 M.
- Total nilai transaksi perdagangan Rp 14,23 T dengan 834 saham aktif, 480 naik dan 196 turun.
- PSAB mencetak kenaikan harga terbesar di antara emiten net buy asing, naik 20,75% ke 640.
Siapa yang Menyerap Beli Asing Terbesar?
IHSG menguat di tengah net buy asing Rp 755,15 M yang terkonsentrasi pada belasan emiten. Sepuluh emiten dengan net buy asing terbesar menyerap mayoritas arus masuk tersebut pada penutupan 20 Agustus 2026. Pola ini mencerminkan rotasi dana asing ke sektor tambang dan perbankan.
AMMN Memimpin Masuknya Dana Asing
AMMN mencatat net buy asing Rp 412,55 M, angka terbesar di antara seluruh emiten hari itu. Saham AMMN ditutup di 4.470, naik 7,97%, dengan nilai transaksi mencapai Rp 716,62 M. Derasnya beli bersih asing sejalan dengan penguatan harga emiten minerba tersebut.
BBRI dan ANTM Menyusul di Barisan Beli
BBRI membukukan net buy asing Rp 293,13 M, disusul ANTM Rp 138,75 M. BBRI ditutup 3.140, naik 1,95%, sedangkan ANTM berada di 3.140, naik 3,63%. Keduanya tergolong emiten perbankan dan tambang yang kerap jadi tujuan dana asing saat selera risiko membaik.
BRMS, PSAB, dan BUMI Lengkapi Daftar
BRMS mencatat net buy asing Rp 132,20 M dengan harga naik 9,6% ke 685. PSAB menyusul Rp 97,80 M meski nilai transaksinya lebih kecil, Rp 276,38 M, namun harganya melesat 20,75% ke 640. BUMI melengkapi barisan dengan net buy Rp 60,21 M di harga 190, naik 4,4%.
Emiten Mana yang Dilepas Asing?
Di sisi lain, sejumlah emiten mengalami net sell asing meski sebagian harganya masih naik. Kondisi ini menunjukkan aksi jual tertentu tidak selalu menekan harga ketika pembeli domestik menyerap pasokan. Berikut emiten dengan tekanan jual asing terbesar.
DSSA dan BMRI Terkoreksi Aliran Keluar
DSSA mencatat net sell asing terbesar Rp 120,68 M dan harganya melemah 1,92% ke 1.020. BMRI dilego asing Rp 102,84 M, namun sahamnya masih bertahan naik tipis 0,24% ke 4.150 karena tekanan jual asing tertutup oleh beli domestik.
Bank Besar Lain Juga Terkena Net Sell
BBNI dan TPIA masing-masing mencatat net sell Rp 48,58 M dan Rp 46,77 M. TLKM dan ASII juga masuk daftar lego asing dengan net sell di kisaran Rp 41 M. Pergerakan ini mencerminkan seleksi sektoral, bukan keluar masif dari pasar.
Saham Teramai Berdasar Nilai Transaksi
Nilai transaksi mencerminkan saham paling likuid diperdagangkan pada sesi itu. Dari 834 saham aktif, sepuluh teramai mencatat nilai transaksi antara Rp 340 M hingga Rp 716 M. Likuiditas tinggi belum tentu berarti kinerja fundamental unggul.
AMMN dan BUMI Paling Ramai Diperdagangkan
AMMN memimpin nilai transaksi Rp 716,62 M, diikuti BUMI Rp 666,31 M dan BRMS Rp 563,46 M. BUMI ditutup 190, naik 4,4%, dan BRMS 685, naik 9,6%. Volume perdagangan padat menunjukkan minat transaksi tinggi, bukan jaminan arah harga.
KIJA Melesat, Namun di Luar Grafik Net Buy
KIJA mencatat kenaikan harga paling curam di daftar teramai, naik 24,85% ke 206, dengan nilai transaksi Rp 478,60 M. Emiten ini tidak masuk grafik net buy asing utama, sehingga lonjakannya didorong faktor lain di luar arus asing terbesar hari itu.
Apa Itu Net Buy Asing dan Mengapa Penting?
Net buy asing adalah selisih antara nilai beli dan jual investor asing pada satu emiten atau seluruh pasar dalam satu sesi. Angka positif berarti asing membeli bersih, sementara negatif berarti menjual bersih. Istilah ini kerap disebut juga foreign flow.
Cermin Sentimen, Bukan Jaminan Arah
Aliran asing dipakai sebagai pengukur selera risiko global terhadap bursa domestik. Namun net buy asing tidak menjamin indeks naik, karena IHSG juga ditentukan aksi investor lokal dan sentimen eksternal. Pada 20 Agustus 2026, keduanya searah: net buy Rp 755,15 M beriringan dengan IHSG naik 1,68%.
10 Emiten dengan Net Buy Asing Terbesar
| Kode | Emiten | Penutupan (Rp) | Perubahan | Nilai Transaksi | Net Buy Asing |
|---|---|---|---|---|---|
| AMMN | Amman Mineral Internasional | 4.470 | +7,97% | Rp 716,62 M | Rp 412,55 M |
| BBRI | Bank Rakyat Indonesia | 3.140 | +1,95% | Rp 488,44 M | Rp 293,13 M |
| ANTM | ANTAM (Persero) | 3.140 | +3,63% | Rp 445,00 M | Rp 138,75 M |
| BRMS | Bumi Resources Minerals | 685 | +9,6% | Rp 563,46 M | Rp 132,20 M |
| PSAB | J Resources Asia Pasifik | 640 | +20,75% | Rp 276,38 M | Rp 97,80 M |
| BUMI | Bumi Resources | 190 | +4,4% | Rp 666,31 M | Rp 60,21 M |
| BBCA | Bank Central Asia | 6.400 | +1,59% | Rp 430,96 M | Rp 46,58 M |
| MBMA | Merdeka Battery Materials | 565 | +10,78% | Rp 204,91 M | Rp 28,78 M |
| INCO | Vale Indonesia | 5.250 | +3,45% | Rp 66,04 M | Rp 28,01 M |
| DEWA | Darma Henwa | 456 | +3,64% | Rp 260,31 M | Rp 26,81 M |
10 Emiten dengan Net Sell Asing Terbesar
| Kode | Emiten | Penutupan (Rp) | Perubahan | Nilai Transaksi | Net Sell Asing |
|---|---|---|---|---|---|
| DSSA | Dian Swastatika Sentosa | 1.020 | -1,92% | Rp 428,77 M | Rp 120,68 M |
| BMRI | Bank Mandiri | 4.150 | +0,24% | Rp 310,47 M | Rp 102,84 M |
| EMAS | Merdeka Gold Resources | 7.900 | +2,6% | Rp 185,94 M | Rp 53,66 M |
| BBNI | Bank Negara Indonesia | 3.590 | +0,84% | Rp 120,75 M | Rp 48,58 M |
| TPIA | Chandra Asri Pacific | 1.965 | +0,77% | Rp 345,17 M | Rp 46,77 M |
| ISAT | Indosat | 2.730 | -0,36% | Rp 147,22 M | Rp 42,25 M |
| ASII | Astra International | 4.790 | +1,27% | Rp 193,85 M | Rp 41,54 M |
| TLKM | Telkom Indonesia | 2.610 | +0,38% | Rp 226,18 M | Rp 41,05 M |
| TINS | TIMAH (Persero) | 3.990 | -1,48% | Rp 222,50 M | Rp 37,89 M |
| UNTR | United Tractors | 23.825 | +1,06% | Rp 129,41 M | Rp 29,05 M |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu net buy asing?
Net buy asing adalah selisih nilai beli dan jual investor asing pada satu emiten atau pasar dalam satu sesi. Pada 20 Agustus 2026, net buy asing seluruh pasar tercatat Rp 755,15 M, menunjukkan asing membeli bersih. Angka ini dihitung dari IDX Stock Summary per emiten, bukan identitas broker.
Emiten apa yang paling banyak dibeli asing?
AMMN mencatat net buy asing terbesar Rp 412,55 M, disusul BBRI Rp 293,13 M dan ANTM Rp 138,75 M pada penutupan 20 Agustus 2026. Sepuluh emiten net buy teratas menyerap sebagian besar dari total net buy pasar Rp 755,15 M. Sektor tambang dan perbankan mendominasi daftar tersebut.
Apakah net buy asing menjamin IHSG naik?
Tidak selalu, namun pada 20 Agustus 2026 keduanya searah: net buy Rp 755,15 M beriringan dengan IHSG naik 1,68% ke 6.501,59. Aliran asing hanyalah satu dari banyak faktor penggerak indeks. Pergerakan IHSG juga dipengaruhi aksi investor domestik dan sentimen pasar global.
Metodologi dan Sumber Data
Data dalam artikel bersumber dari ringkasan perdagangan Bursa Efek Indonesia (IDX), mencakup Index Summary dan Stock Summary, untuk penutupan 20 Agustus 2026. Angka net buy dan net sell asing adalah total nilai beli bersih asing per emiten yang dirilis IDX. IDX tidak merilis identitas broker atau sekuritas per emiten, sehingga artikel ini tidak menyebut nama pelaku pasar tertentu. Data terbatas pada sesi reguler penutupan dan bukan rekomendasi investasi. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.420,54 T dengan 834 saham aktif.
Disclaimer Risiko
Investasi saham mengandung risiko kerugian, termasuk penurunan nilai modal yang ditanamkan. Artikel ini disusun dari data pasar sebagai informasi, bukan ajakan membeli atau menjual efek apa pun. Pembaca disarankan membaca prospektus dan mencermati kondisi keuangan sendiri atau berkonsultasi dengan penasihat investasi berizin sebelum bertransaksi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
Baca juga
- Saham FUJI Sudah Terbang 50%! Tanda ‘Backdoor Listing’ Terlihat Usai Charnic Capital Borong 8.07% & Jefri Nedi Borong 7,63% Saham FUJI
- ARKO dan WEGE Pimpin Pelemahan Terdalam, IHSG Naik 1,68% ke 6.501,59
- AMMN dan BUMI Pimpin Nilai Transaksi, IHSG Naik ke 6.487,96
- MLPT Naik 21,32% dan PSAB 16,04%, IHSG Menguat 1,21% ke 6.471,20
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 20 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.

One thought on “AMMN Pimpin Net Buy Asing Rp 412,55 M, IHSG Ditutup 6.501,59”