Poin utama:
- IHSG berada di 6.599,94 (+1,14%) pada pukul 16:20 WIB, tertunda sekitar 10 menit.
- RGAS tertekan paling dalam, anjlok -13,94% ke Rp 142.
- Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 20,94 triliun.
- Dari 400 saham dipantau, 226 naik dan 121 turun.
- SQMI menjadi top gainer dengan kenaikan 34,92% ke Rp 85.
Sesi perdagangan kedua 1 September 2026 menunjukkan IHSG berada di 6.599,94, naik 74,47 poin (+1,14%) pada pukul 16:20 WIB, data tertunda sekitar 10 menit. Penutupan resmi sebelumnya tercatat pada 31 Agustus 2026 di level 6.525,48. RGAS menjadi saham paling tertekan dengan anjlok -13,94% ke Rp 142 dari 400 saham yang dipantau.
Ringkasan Cepat
- IHSG berada di 6.599,94 (+1,14%) pada pukul 16:20 WIB, tertunda sekitar 10 menit dari penutupan resmi 31 Agustus 2026 di 6.525,48.
- RGAS menjadi saham paling tertekan dengan anjlok -13,94% ke Rp 142, diikuti KICI (-10,14%) dan EMAS (-8,33%).
- Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 20,94 triliun, dengan nilai transaksi 400 saham teratas mencapai Rp 19,22 triliun.
- Dari 400 saham yang dipantau, 226 saham naik dan 121 saham turun.
- SQMI menjadi top gainer dengan melonjak 34,92% ke harga Rp 85.
IHSG Menguat ke 6.599,94 Meski Pelemahan di Beberapa Saham
Pergerakan Indeks di Sesi Kedua
IHSG bergerak kuat di level 6.599,94, naik 74,47 poin (+1,14%) pada pukul 16:20 WIB. Indeks LQ45 menguat 1,64% ke 654,41, IDX30 naik 1,67% ke 366,39, dan KOMPAS100 naik 1,41% ke 863,60. Kapitalisasi pasar tercatat di Rp 11.423,71 triliun berdasarkan penutupan resmi terakhir. Pergerakan positif indeks terjadi meskipun sejumlah saham mengalami tekanan.
Arus Dana Asing
Arus dana asing mencatatkan net penjualan sebesar Rp 701,52 miliar sepanjang sesi. Tekanan ini tidak menghalangi indeks utama untuk menguat, didorong oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar di sektor keuangan dan mineral.
Pelemahan Terdalam di RGAS, KICI, dan EMAS
Saham dengan Kerugian Terbesar
Delapan saham mencatatkan penurunan lebih dari -4,80% di sesi kedua. RGAS memimpin dengan -13,94% ke Rp 142, diikuti KICI (-10,14%) dan EMAS (-8,33%). Keempat saham berikutnya adalah LABA (-6,82%), MGLV (-5,93%), TMPO (-5,43%), PSAB (-5,04%), dan DMAS (-4,81%). Penurunan terjadi lintas sektor, termasuk Non-Energy Minerals, Consumer Durables, dan Finance.
| Kode | Sektor | Harga | Perubahan |
|---|---|---|---|
| RGAS | Industrial Services | Rp 142 | -13,94% |
| KICI | Consumer Durables | Rp 266 | -10,14% |
| EMAS | Non-Energy Minerals | Rp 8.800 | -8,33% |
| LABA | Non-Energy Minerals | Rp 123 | -6,82% |
| MGLV | Consumer Durables | Rp 11.500 | -5,93% |
| TMPO | Consumer Services | Rp 174 | -5,43% |
| PSAB | Non-Energy Minerals | Rp 565 | -5,04% |
| DMAS | Finance | Rp 198 | -4,81% |
Top Gainer dan Saham Paling Ramai
Saham Naik Paling Besar
SQMI memimpin kenaikan dengan melonjak 34,92% ke Rp 85, diikuti KKES (+34,33%) dan NZIA (+24,31%). COCO naik 21,70% ke Rp 129 dengan nilai transaksi Rp 540,59 miliar. Sementara itu, SMGR naik 16,89% ke Rp 1.730 dan SINI naik 17,37% ke Rp 12.500.
Saham dengan Nilai Transaksi Tertinggi
BUMI menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 1,44 triliun, naik 7,29% ke Rp 206. Diikuti BBRI (Rp 1,33 triliun, +4,00%), CUAN (Rp 859,76 miliar, +11,04%), BMRI (Rp 827,70 miliar, +2,13%), dan BBCA (Rp 778,60 miliar, +1,93%). Sektor keuangan dan mineral non-energi mendominasi daftar saham teramai.
Sentimen Global: Won Korea Selatan dan Mata Uang Asia
Topik Pencarian yang Tersangkut Pasar Modal
Topik pencarian “won korea selatan” muncul di Google Trends sebagai topik yang menyangkut pasar modal, menyusul berita pelemahan mata uang Asia di awal pekan. Pergerakan ini terjadi di tengah argentase dolar AS yang menguat, menekan ringgit, won, dan rupiah. Kondisi global memberikan tekanan terhadap aset berisiko di kawasan Asia, meskipun dampaknya belum terlalu menonjol pada indeks utama hari ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa RGAS anjlok -13,94%?
Data IDX menunjukkan RGAS mencatatkan penurunan terbesar di sesi kedua 1 September 2026, dari 400 saham yang dipantau. Saham sektor Industrial Services ini bergerak ke Rp 142 dengan nilai transaksi Rp 54,72 miliar. Informasi fundamental atau katalis spesifik tidak tersedia dalam data bursa hari ini; penurunan terjadi di tengah arus jual yang cukup signifikan.
Apakah IHSG naik atau turun saat ini?
Data intraday pukul 16:20 WIB menunjukkan IHSG berada di 6.599,94, naik 74,47 poin (+1,14%) dari penutupan resmi sebelumnya 6.525,48 pada 31 Agustus 2026. Data ini tertunda sekitar 10 menit dan bukan merupakan penutupan resmi bursa. Penutupan resmi sesi ini akan diumumkan setelah pasar ditutup.
Bagaimana sebaran naik-turun saham hari ini?
Dari 400 saham yang dipantau, 226 saham naik dan 121 turun. RGAS, KICI, dan EMAS menjadi yang paling tertekan, sedangkan SQMI memimpin kenaikan dengan +34,92%. Sektor Non-Energy Minerals mendominasi daftar saham teramai, sementara Consumer Durables menghadapi tekanan penjulan.
Metodologi dan Sumber Data
Sumber data utama adalah Trading Summary IDX untuk data sesi kedua 1 September 2026. Angka intraday pukul 16:20 WIB bersifat tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Data penutupan resmi terakhir berasal dari 31 Agustus 2026. Google Trends diambil dari Daily Search Trends geo=ID. Data tidak mencakup alasan pergerakan harga, katalis fundamental emiten, atau rekomendasi jual/beli. Total nilai transaksi mencakup seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini hanya menyajikan data pasar tanpa menjadi ajakan beli atau jual. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan perdagangan. Pasar modal memiliki risiko tinggi; Anda dapat kehilangan sebagian atau seluruh modal. Data intraday memiliki keterlambatan sekitar 10 menit.
Baca juga
- Emiten Ini Akan Merger, Masuk Di Ekosistem AI Factory Zankore, dan Sebagai Salah Satu Pemegang Lahan di KIT Batang
- BUMI Melonjak 6,25% ke Rp 204, IHSG Bergerak ke 6.582,53 di Sesi 10:20 WIB
- DWGL Anjlok -14,97%, IHSG 6.525,48 (+0,11%) di Sesi Kedua
- SRSN Melonjak 33,78% ke Rp 99,00 di Sesi 31 Agustus 2026
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 31 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
