Poin utama:
- IHSG berada di 6.405,69, turun 95,98 poin (-1,48%) pada 17:20 WIB, data tertunda 10 menit.
- PADA memimpin pelemahan terdalam sesi kedua dengan -14,78% ke Rp 196.
- Dari 831 saham aktif, 599 melemah dan 136 menguat.
- Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 15,58 triliun.
- Investor asing mencatat net sell Rp 182,47 miliar di seluruh pasar.
IHSG melemah 1,48% ke level 6.405,69 pada pukul 17:20 WIB, Selasa (26/8), angka tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi. Dari 831 saham aktif, 599 melemah dan 136 menguat, sementara PADA memimpin pelemahan terdalam sesi kedua dengan -14,78% ke Rp 196.
Ringkasan Cepat
- IHSG berada di 6.405,69, turun 95,98 poin atau -1,48%, pada 17:20 WIB; data tertunda 10 menit dan bukan penutupan resmi.
- PADA memimpin pelemahan terdalam sesi kedua dengan -14,78% ke Rp 196.
- Sebaran pasar melebar: 599 saham turun berbanding 136 naik dari 831 saham aktif.
- Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 15,58 triliun.
- Investor asing mencatat net sell Rp 182,47 miliar di seluruh pasar.
Bagaimana Pergerakan IHSG di Sesi Kedua?
IHSG bergerak dalam rentang dari posisi 6.507,14 hingga titik terendah harian 6.405,69, dengan titik tertinggi 6.532,17. Penurunan 95,98 poin setara -1,48% pada pantauan 17:20 WIB yang tertunda sekitar 10 menit.
Indeks utama lainnya ikut tertekan. LQ45 turun 9,40 poin (-1,46%) ke 632,55, IDX30 turun 4,60 poin (-1,28%) ke 353,99, dan KOMPAS100 turun 14,48 poin (-1,71%) ke 833,48.
Apa arti persentase perubahan indeks?
Persentase perubahan menunjukkan selisih nilai indeks kini terhadap level acuan awal sesi, dikalikan 100. Angka negatif berarti indeks lebih rendah daripada posisi awal, dan poin adalah selisih nilai mentahnya.
PADA dan Delapan Saham Paling Tertekan Sesi Kedua
PADA menjadi saham dengan tekanan jual terdalam pada sesi berjalan, turun 14,78% ke Rp 196. Di belakangnya, PSKT melemah 14,73% ke Rp 220 dan TAMA melemah 14,62% ke Rp 222.
Pelemahan berlanjut pada FUTR (-12,87% ke Rp 298), PIPA (-12,25% ke Rp 179), HUMI (-12,08% ke Rp 131), KETR (-12,06% ke Rp 620), dan YELO (-11,83% ke Rp 82). Delapan emiten ini muncul dalam grafik pelemahan terdalam sesi berjalan pukul 17:20 WIB.
Bagaimana membaca tabel pelemahan?
Tabel di bawah memuat kode emiten, nama, harga terkini, persentase perubahan harga, dan nilai transaksi. Persentase perubahan harga adalah pergerakan dari harga penutupan sebelumnya ke harga kini, tanpa memperhitungkan dividen.
| Kode | Nama | Harga | Perubahan | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| PADA | PT Personel Alih Daya Tbk | Rp 196 | -14,78% | Rp 22,07 miliar |
| PSKT | PT Red Planet Indonesia Tbk | Rp 220 | -14,73% | Rp 18,22 miliar |
| TAMA | PT Lancartama Sejati Tbk | Rp 222 | -14,62% | Rp 13,11 miliar |
| FUTR | PT Futura Energi Global Tbk | Rp 298 | -12,87% | Rp 16,84 miliar |
| PIPA | PT Oxala Energy International Tbk | Rp 179 | -12,25% | Rp 75,01 miliar |
| HUMI | PT Humpuss Maritim Internasional Tbk | Rp 131 | -12,08% | Rp 14,56 miliar |
| KETR | PT Ketrosden Triasmitra Tbk | Rp 620 | -12,06% | Rp 55,25 miliar |
| YELO | PT Yelooo Integra Datanet Tbk | Rp 82 | -11,83% | Rp 8,66 miliar |
Bagaimana Sebaran Naik-Turun Pasar Hari Ini?
Sebaran harga menunjukkan mayoritas saham melemah di sesi berjalan. Dari 831 saham aktif, 599 turun dan 136 naik, sisanya stagnan, sehingga rasio ketertindasan jauh melebihi penguatan.
Pada kelompok 400 saham yang dipantau secara khusus, 308 melemah berbanding 72 yang menguat. Nilai transaksi 400 saham teratas mencapai Rp 15,51 triliun, hampir seluruh nilai pasar Rp 15,58 triliun.
Apa itu sebaran naik-turun?
Sebaran naik-turun atau market breadth membandingkan jumlah saham yang harga akhirnya naik dengan yang turun. Breadth negatif, ketika lebih banyak saham turun, sering dijadikan penanda sentimen pasar yang lemah meski indeks bisa saja terdongkrak saham berkapitalisasi besar.
Apa Kata Google Trends soal Pasar Modal Hari Ini?
Tidak ada topik trending yang menyangkut pasar modal hari ini. Pencarian ramai di Indonesia didominasi topik di luar pasar keuangan, seperti Cerezo Osaka, tim nasional bola voli putri Indonesia, dan Borneo yang masing-masing mencatat perkiraan pencarian 100+ hingga 200+.
Topik seperti CCTV dan Preston Lions juga masuk daftar tren harian, namun tidak satu pun menjurus ke saham, obligasi, atau indeks. Bagi pembaca pasar, ketiadaan topik trending terkait modal berarti minat pencarian publik tidak sedang terkonsentrasi pada instrumen investasi hari ini.
Saham Paling Ramai dan Indeks Utama
Di sisi nilai transaksi, DSSA memimpin dengan Rp 674,30 miliar meski hanya naik 0,47% ke Rp 1.070. BMRI menyusul dengan Rp 649,64 miliar, diikuti TPIA Rp 647,27 miliar dan BBCA Rp 546,84 miliar.
Kapitalisasi pasar seluruh emiten tercatat Rp 11.229,98 triliun. Tabel berikut merangkum indeks utama pada 17:20 WIB sebagai pembanding pergerakan masing-masing kelompok saham.
Di sisi penguatan, TMPO melesat 34,76% ke Rp 252 memimpin top gainer, disusul NICE 25% ke Rp 340 dan GRIA 23,08% ke Rp 224. JAST naik 21,98%, FPNI 20,91%, serta RGAS 15,52% ke Rp 268 yang juga masuk daftar saham paling ramai dengan nilai Rp 463,13 miliar.
| Indeks | Harga | Poin | Persen |
|---|---|---|---|
| COMPOSITE (IHSG) | 6.405,69 | -95,98 | -1,48% |
| LQ45 | 632,55 | -9,40 | -1,46% |
| IDX30 | 353,99 | -4,60 | -1,28% |
| KOMPAS100 | 833,48 | -14,48 | -1,71% |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah angka 17:20 WIB sudah merupakan penutupan resmi?
Tidak. Angka 17:20 WIB diambil pada sesi berjalan dan tertunda sekitar 10 menit, sehingga bukan penutupan resmi Bursa Efek Indonesia. Penutupan resmi terakhir tercatat pada 26 Agustus 2026; angka final baru terbit setelah bursa tutup dan direkonsiliasi IDX. Pembaca perlu menunggu rilis resmi IDX untuk angka penutupan.
Saham apa yang paling tertekan di sesi kedua hari ini?
PADA menjadi emiten paling tertekan dengan penurunan 14,78% ke Rp 196 per lembar. Di belakangnya berturut-turut PSKT melemah 14,73% dan TAMA melemah 14,62%. Delapan saham tertekan paling dalam terekam dalam grafik sesi berjalan pukul 17:20 WIB. Pelemahan ini terjadi pada sesi kedua perdagangan dan belum merupakan penutupan resmi.
Berapa nilai transaksi dan posisi investor asing hari ini?
Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 15,58 triliun dengan 831 saham aktif. Investor asing mencatat net sell Rp 182,47 miliar di seluruh pasar, mencerminkan arus dana keluar pada pantauan tertunda 17:20 WIB, bukan posisi penutupan resmi. Angka ini diambil pada sesi berjalan dan tertunda sekitar 10 menit.
Metodologi dan Sumber Data
Angka harga, indeks, dan nilai transaksi diambil dari ringkasan perdagangan IDX melalui TradingView dengan notasi tertunda sekitar 10 menit, diambil 17:20 WIB pada 26 Agustus 2026. Sumber resmi setara adalah Trading Summary dan Index Summary milik Bursa Efek Indonesia serta laporan keuangan emiten.
Batasan data: angka intraday belum final dan bukan penutupan resmi; penutupan resmi terakhir tercatat 26 Agustus 2026. Data Google Trends bersumber dari Google Trends Daily Search Trends dengan cakupan Indonesia, dan tidak memuat topik yang menyangkut pasar modal. Pemantauan mencakup 831 saham aktif, dengan subkumpulan 400 saham sebagai kelompok pantauan khusus.
Disclaimer risiko: Artikel ini menyajikan data pasar dan bukan rekomendasi membeli atau menjual efek apa pun. Harga saham dapat bergerak cepat dan rugi modal merupakan risiko nyata; pembaca wajib melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan berizin sebelum bertransaksi.
Baca juga
- TMPO Melesat 33,69% ke Rp 250, Saham Paling Menguat Sesi Ini
- PIPA Melesat 64,52% Sepekan, Barang Baku Sektor Paling Menguat
- CSMI Naik 34,68% ke 167, Nilai Transaksi Rp 44,59 Miliar
- MDIA Anjlok -10%, Pimpin Pelemahan Sesi Kedua IHSG 6.501,67
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 26 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.

2 thoughts on “PADA Tertekan -14,78%, IHSG Melemah ke 6.405,69 di Sesi Kedua”