PIPA Melesat 64,52% Sepekan, Barang Baku Sektor Paling Menguat

Kinerja 11 Sektor IDX Sepekan 18–24 Agustus 2026 — grafik Kinerja Sektor Sepekan (2026-08-18 s.d. 2026-08-24), sumber data IDX 24 Agustus 2026

Poin utama:

  • IHSG menguat 0,80% sepekan ke 6.501,67 dalam periode 18–24 Agustus 2026.
  • Sektor Barang Baku memimpin dengan +4,26%, sementara Kesehatan terlemah -2,25%.
  • PIPA menjadi saham paling menguat sepekan dengan +64,52% ke Rp 204.
  • Net asing seluruh pasar mencatat net jual Rp 544,64 miliar sepanjang pekan.
  • TIMAH (TINS) memimpin net beli asing Rp 99,09 miliar pada penutupan 24 Agustus.

IHSG menguat 0,80% sepekan pada perdagangan 18 hingga 24 Agustus 2026, menutup di 6.501,67 dari penutupan awal pekan 6.449,83. Kenaikan dipimpin sektor Barang Baku yang naik 4,26%, sementara Kesehatan terkoreksi paling dalam -2,25%. Dari 833 emiten aktif, 276 naik dan 384 turun; nilai transaksi 24 Agustus Rp 13,23 triliun.

Ringkasan Cepat

  • IHSG naik 0,80% sepekan ke 6.501,67 dalam periode 18–24 Agustus 2026, dari penutupan awal 6.449,83.
  • Sektor Barang Baku menjadi yang paling menguat (+4,26%) dan Kesehatan yang paling melemah (-2,25%) dari 11 sektor IDX.
  • Oxala Energy International (PIPA) memimpin saham paling menguat sepekan dengan +64,52% ke Rp 204.
  • Net asing seluruh pasar mencatat net jual Rp 544,64 miliar sepanjang pekan.
  • Pada penutupan 24 Agustus, TIMAH (TINS) mencatat net beli asing terbesar Rp 99,09 miliar.

Arah IHSG Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks utama yang mencatat rata-rata pergerakan seluruh saham di Bursa Efek Indonesia. Sepanjang periode 18–24 Agustus 2026, IHSG menutup pekan di 6.501,67 atau naik 0,80% dari posisi penutupan awal 6.449,83.

Pada penutupan terakhir, 24 Agustus 2026, IHSG berada di 6.501,67 dan melemah 24,02 poin (-0,37%) dibanding penutupan sebelumnya. Pergerakan harian itu terjadi di rentang tertinggi 6.551,00 dan terendah 6.474,57, dengan kapitalisasi pasar Rp 11.404,27 triliun.

Di level emiten, sentimen pekan ini terbelah: 276 saham menguat sementara 384 saham melemah dari total 833 emiten yang tercatat aktif. Kondisi itu menunjukkan penguatan IHSG lebih ditopang saham tertentu daripada pergerakan menyeluruh.

Penutupan Harian versus Posisi Pekan

IHSG pada 24 Agustus berada di 6.501,67, turun 24,02 poin atau -0,37% dari penutupan hari sebelumnya, namun secara pekan masih positif 0,80%. Perbedaan ini penting karena angka harian mencerminkan satu sesi, sedangkan persen sepekan mencerminkan akumulasi sejak penutupan 18 Agustus.

Rentang pergerakan harian IHSG berada di 6.474,57–6.551,00 dengan kapitalisasi pasar Rp 11.404,27 triliun. Lebarnya rentang menunjukkan volatilitas intra-pekan sebelum indeks ditutup mendatar di akhir pekan.

Sektor Terbaik dan Terburuk Sepekan

IDX membagi pasar menjadi 11 sektor indeks, masing-masing mengukur rata-rata kinerja harga kelompok industri sejenis. Berikut adalah posisi penutupan dan perubahan persen sepekan untuk seluruh 11 sektor.

Sumber: IDX Index Summary, penutupan resmi 18–24 Agustus 2026.
Sektor Penutupan % Sepekan
Barang Baku 1.832,89 4,26%
Industri 1.583,13 1,44%
Konsumen Primer 713,45 1,10%
Keuangan 1.363,21 0,78%
Infrastruktur 1.912,22 0,73%
Energi 3.230,90 0,64%
Konsumen Non-Primer 947,34 0,31%
Properti & Real Estat 824,84 -0,27%
Teknologi 6.929,96 -0,43%
Transportasi & Logistik 1.787,22 -0,95%
Kesehatan 1.503,48 -2,25%

Sektor Barang Baku mencatat penguatan terbesar +4,26% dan menjadi satu-satunya sektor dengan kenaikan di atas 2% sepekan. Di sisi lain, Kesehatan terkoreksi paling dalam -2,25%, disusul Transportasi & Logistik -0,95% dan Teknologi -0,43%.

Mengapa Barang Baku Memimpin

Sektor Barang Baku (IDXBASIC) adalah kelompok emiten produsen bahan dasar seperti tambang dan kimia yang harganya sensitif terhadap komoditas global. Penguatan +4,26% menjadikannya satu-satunya sektor dengan kenaikan di atas 2% sepekan.

Sebaliknya, Kesehatan (IDXHEALTH) melemah -2,25% dan menjadi sektor paling tertahan, diikuti Transportasi & Logistik -0,95%. Hanya tujuh dari 11 sektor yang menutup pekan di zona hijau.

Saham Paling Menguat Sepekan

Berikut adalah sepuluh saham dengan kenaikan persen sepekan terbesar, beserta harga penutupan 24 Agustus dan catatan net asing periode berjalan.

Sumber: IDX Trading Summary, penutupan resmi 18–24 Agustus 2026.
Kode Emiten Penutupan % Sepekan Net Asing
PIPA Oxala Energy International Tbk. 204 64,52% Rp 4,52 miliar
GRIA Ingria Pratama Capitalindo Tbk. 224 51,35% Rp -953,2 juta
ELIT Data Sinergitama Jaya Tbk. 256 43,82% Rp -431,1 juta
PICO Pelangi Indah Canindo Tbk 184 37,31% Rp -333,0 juta
PACK Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. 424 30,86% Rp 27,50 miliar
AREA Dunia Virtual Online Tbk. 338 26,12% Rp -129,1 juta
JARR Jhonlin Agro Raya Tbk. 3.140 25,10% Rp 455,6 juta
KIJA Kawasan Industri Jababeka Tbk. 206 24,10% Rp -12,90 miliar
VICI Victoria Care Indonesia Tbk. 745 23,14% Rp -1,23 miliar
CENT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. 107 22,99% Rp -206,8 juta

Oxala Energy International (PIPA) memimpin penguatan dengan +64,52% ke Rp 204, diikuti Ingria Pratama Capitalindo (GRIA) +51,35% dan Data Sinergitama Jaya (ELIT) +43,82%. Catatan net asing pada kelompok ini beragam, dengan PACK mencatat net beli Rp 27,50 miliar sementara sebagian besar lainnya net jual.

Profil Singkat Top Gainers

PIPA, GRIA, dan ELIT merupakan emiten dengan kapitalisasi relatif kecil sehingga pergerakan harga mereka mudah bergerak tajam dalam volume terbatas. PACK dan JARR yang lebih likuid mencatat net asing bervariasi, dengan PACK mencatat net beli Rp 27,50 miliar.

Saham Paling Melemah Sepekan

Berikut adalah sepuluh saham dengan penurunan persen sepekan terdalam pada penutupan 24 Agustus 2026.

Sumber: IDX Trading Summary, penutupan resmi 18–24 Agustus 2026.
Kode Emiten Penutupan % Sepekan Net Asing
TCPI Transcoal Pacific Tbk. 2.280 -25,49% Rp -1,59 miliar
FAST Fast Food Indonesia Tbk. 462 -12,83% Rp 19,5 juta
BYAN Bayan Resources Tbk. 15.100 -12,59% Rp -937,7 juta
ARTO Bank Jago Tbk. 1.005 -11,45% Rp -8,70 miliar
MDIA Intermedia Capital Tbk. 252 -10,00% Rp 4,5 juta
MSIN MNC Digital Entertainment Tbk. 336 -9,19% Rp 350,0 juta
ASLI Asri Karya Lestari Tbk. 240 -8,40% Rp -516,0 juta
GIAA Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 69 -8,00% Rp -3,37 miliar
BFIN BFI Finance Indonesia Tbk. 860 -7,53% Rp 1,31 miliar
EXCL XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. 2.700 -7,22% Rp -2,65 miliar

Transcoal Pacific (TCPI) menjadi yang paling melemah dengan -25,49% ke Rp 2.280, disusul Fast Food Indonesia (FAST) -12,83% dan Bayan Resources (BYAN) -12,59%. Penurunan terdalam mayoritas terjadi pada emiten energi dan konsumer yang kehilangan momentum dari pekan sebelumnya.

Profil Singkat Top Losers

TCPI dan BYAN berasal dari sektor energi yang kehilangan momentum setelah pekan sebelumnya menguat. ARTO dan GIAA mencatat net jual asing masing-masing Rp -8,70 miliar dan Rp -3,37 miliar, menambah tekanan pelemahan.

Aliran Dana Asing pada Penutupan Terakhir

Net buy asing adalah selisih antara nilai beli dan jual investor asing di satu saham; angka positif berarti asing beli bersih. Meski net asing seluruh pasar sepekan tercatat net jual Rp 544,64 miliar, delapan saham masih mencatat net beli pada penutupan 24 Agustus.

Sumber: IDX Trading Summary, penutupan resmi 24 Agustus 2026.
Kode Emiten Penutupan % Harian Net Beli Asing
TINS TIMAH (Persero) Tbk. 4.130 2,48% Rp 99,09 miliar
BRMS Bumi Resources Minerals Tbk. 730 5,04% Rp 56,33 miliar
EMAS Merdeka Gold Resources Tbk. 8.725 10,44% Rp 55,47 miliar
AADI Adaro Andalan Indonesia Tbk. 10.250 4,59% Rp 42,23 miliar
ADRO Alamtri Resources Indonesia Tbk. 2.630 3,14% Rp 32,22 miliar
ANTM ANTAM (Persero) Tbk. 3.190 0,63% Rp 29,22 miliar
PACK Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. 424 9,84% Rp 27,50 miliar
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. 4.200 -0,47% Rp 21,81 miliar

TIMAH (TINS) memimpin net beli asing terbesar Rp 99,09 miliar, diikuti Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp 56,33 miliar dan Merdeka Gold Resources (EMAS) Rp 55,47 miliar. Ketiganya berasal dari sektor energi dan tambang, mencerminkan minat asing pada hari terakhir meski IHSG melemah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa perubahan IHSG sepekan ini?

IHSG menguat 0,80% sepekan, dari penutupan awal 6.449,83 ke 6.501,67 pada periode 18–24 Agustus 2026. Kenaikan didorong sektor Barang Baku yang naik 4,26%, sementara Kesehatan melemah 2,25%. Dari 833 emiten aktif, 276 saham naik dan 384 saham turun.

Saham apa yang paling menguat sepekan?

Oxala Energy International (PIPA) memimpin penguatan dengan naik 64,52% sepekan ke Rp 204. Di posisi berikutnya, Ingria Pratama Capitalindo (GRIA) naik 51,35% dan Data Sinergitama Jaya (ELIT) naik 43,82%. Seluruh sepuluh saham paling menguat mencatat kenaikan dua digit persen.

Bagaimana aliran dana asing sepanjang pekan?

Net asing seluruh pasar mencatat net jual Rp 544,64 miliar sepanjang pekan. Namun pada penutupan 24 Agustus, delapan saham mencatat net beli asing, dipimpin TIMAH (TINS) Rp 99,09 miliar, disusul Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp 56,33 miliar dan Merdeka Gold Resources (EMAS) Rp 55,47 miliar.

Metodologi dan Sumber Data

Data dalam artikel ini diambil dari ringkasan perdagangan resmi Bursa Efek Indonesia, yaitu IDX Trading Summary dan IDX Index Summary, dengan tanggal data 24 Agustus 2026. Angka penutupan, nilai transaksi, dan net asing merujuk pada pencatatan resmi IDX pada hari tersebut.

Persen sepekan dihitung dari perbandingan dua penutupan resmi pada 18 Agustus 2026 dan 24 Agustus 2026, bukan dari rata-rata harian. Rentang periode bisa bukan tepat 7 hari kalender karena adanya hari libur bursa di antara kedua tanggal tersebut.

Artikel ini merupakan rekap mingguan berbasis penutupan resmi dan bukan rekomendasi transaksi. Daftar saham paling menguat dan melemah hanya mencatat 10 emiten dengan pergerakan ekstrem, bukan seluruh saham di pasar.

Disclaimer Risiko

Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi berdasarkan data penutupan resmi IDX per 24 Agustus 2026, bukan merupakan ajakan, saran, atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual efek apa pun. Harga saham dapat berubah sewaktu-waktu dan setiap keputusan investasi menimbulkan risiko kerugian, termasuk kehilangan modal, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 24 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


2 thoughts on “PIPA Melesat 64,52% Sepekan, Barang Baku Sektor Paling Menguat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.