IHSG Turun 1,53% ke 6.267,88, TPIA Pimpin Nilai Transaksi

Aliran Dana Asing dan Saham Teramai 11 Agustus 2026 — grafik Net Buy Asing (Rp miliar) — 2026-08-11, sumber data IDX 11 Agustus 2026

Poin utama:

  • IHSG ditutup 6.267,88, turun 1,53% (-97,49 poin) pada penutupan resmi 11 Agustus 2026.
  • Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 12,96 triliun dengan 832 saham aktif.
  • Aliran asing bersih seluruh pasar minus Rp 268,66 miliar.
  • BBRI mencatat net buy asing tertinggi sebesar Rp 177,19 miliar.
  • TPIA menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 779,20 miliar, meski jual asing Rp 171,91 miliar.

IHSG ditutup pada level 6.267,88 atau turun 1,53% pada penutupan resmi 11 Agustus 2026, terdepresiasi 97,49 poin dari sesi sebelumnya. Pasar mencatat tekanan lebar dengan 567 saham melemah melawan 148 saham naik. Nilai transaksi mencapai Rp 12,96 triliun, kapitalisasi pasar Rp 10.955,42 triliun. Aliran dana asing bersih tercatat minus Rp 268,66 miliar, mengindikasikan sentimen defensif yang mendominasi hari itu.

Ringkasan Cepat

  • IHSG ditutup di 6.267,88, turun 97,49 poin (-1,53%) pada 11 Agustus 2026, menjadi penutupan resmi terakhir.
  • Kapitalisasi pasar tercatat Rp 10.955,42 triliun, dengan 832 saham aktif diperdagangkan.
  • Total nilai transaksi mencapai Rp 12,96 triliun; saham naik 148, turun 567.
  • Aliran dana asing bersih seluruh pasar minus Rp 268,66 miliar; BBRI mencatat net buy asing tertinggi sebesar Rp 177,19 miliar.
  • TPIA menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 779,20 miliar, diikuti BBCA Rp 704,82 miliar dan BUMI Rp 662,35 miliar.

Aliran Dana Asing Berbalik Keluar

Pada 11 Agustus 2026, investor asing mencatatkan aliran keluar bersih sebesar Rp 268,66 miliar di seluruh pasar. Pergerakan ini mencerminkan sentimen risk-off terhadap aset emerging markets di tengah ketidakpastian global. Dari total 832 saham aktif, hanya 148 yang naik sementara 567 melemah, menandakan tekanan lebar di sektor-sektor utama.

BBRI Jadi Primadona Asing

Meski arif keluar dominan, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menarik dana asing bersih sebesar Rp 177,19 miliar. Harga penutupan BBRI bertahan di Rp 3.090, tanpa perubahan persentase. Posisi ini membuat BBRI menempati peringkat pertama dalam daftar pembelian bersih asing, mengungguli ANTM sebesar Rp 73,71 miliar dan AMMN Rp 67,24 miliar. Minat asing pada BBRI diduga terkait kinerja fundamentals perbankan yang stabil pada kuartal terkini.

Sektor BUMN dan Mineral Dijaga

ANTAM (ANTM) dan Amman Mineral (AMMN) juga mendapat perhatian asing meskipun harga keduanya turun, masing-masing -1,59% ke Rp 3.090 dan -2,75% ke Rp 4.250. Barito Pacific (BRPT) dan Vale Indonesia (INCO) mencatat net buy berturut-turut Rp 35,27 miliar dan Rp 28,00 miliar. Indah Kiat (INKP) juga masuk dalam daftar pembelian asing sebesar Rp 18,24 miliar, menunjukkan kecenderungan asing membeli saham komoditas, energi, dan hasil tambang sebagai lindung nilai inflasi.

Manufaktur dan Consumer

Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menjadi satu-satunya saham konsumen yang masuk net buy asing sebesar Rp 25,94 miliar dengan harga naik 0,72% ke Rp 1.395. TIMAH (TINS) juga diburu asing sebesar Rp 25,34 miliar meskipun turun 2,08% ke Rp 3.770. Bumi Resources Minerals (BRMS) mencatat net buy asing Rp 23,21 miliar di tengah penurunan 2,44% ke Rp 600.

Sektor Perbankan dan Sumber Daya Bercampur

Data menunjukkan kontras tajam di sektor perbankan. BBRI naik dan diburu asing, tetapi Bank Mandiri (BMRI) mengalami jual bersih asing Rp 168,50 miliar dengan harga turun 1,44% ke Rp 4.120. Bank Central Asia (BBCA) juga turun 1,18% ke Rp 6.300 dengan jual bersih asing Rp 65,21 miliar. Kombinasi ini menciptakan dinamika yang tidak seragam di sektor keuangan.

TPIA Paling Ramai dengan Sentimen Negatif Asing

Chandra Asri Pacific (TPIA) menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 779,20 miliar, turun 2,36% ke Rp 2.070. Pada saat yang sama, TPIA mencatat jual bersih asing terbesar sebesar Rp 171,91 miliar. Tingkat aktivitas tinggi ini mengindikasikan adanya transaksi internal domestik yang signifikan, baik dari investor ritel maupun institusi lokal, di tengah tekanan jual asing.

BUMI dan DSSA Derita Asing

Bumi Resources (BUMI) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menempati posisi ketiga dan keempat dalam nilai transaksi, masing-masing Rp 662,35 miliar dan Rp 649,38 miliar, dengan penurunan harga -4,81% dan -4,06%. Kedua saham ini juga mengalami jual bersih asing, masing-masing Rp 22,94 miliar dan Rp 135,32 miliar. Jual asing yang disertai volume tinggi menandakan adanya aksi lepas dari investor asing di saham sumber daya.

Telkom dan Energi Terbaru

Telkom Indonesia (TLKM) turun 0,38% ke Rp 2.610 dengan jual bersih asing Rp 15,70 miliar, meskipun nilai transaksi tercatat Rp 219,02 miliar. Barito Renewables Energy (BREN) juga turun 1,78% ke Rp 3.310 dengan jual bersih asing Rp 15,11 miliar. Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun 1,32% ke Rp 1.490 dengan jual bersih asing Rp 27,52 miliar, menandakan sentimen lemah di sektor energi terbarukan dan gas.

Nilai Transaksi Terbesar

Kelompok saham dengan nilai transaksi tertinggi hari ini adalah TPIA, BBCA, BUMI, DSSA, dan BMRI. BBRI menempati peringkat keenam dengan nilai Rp 552,35 miliar, seiring dengan statusnya sebagai primadona pembelian asing. Tingginya aktivitas di TPIA, BBCA, dan BUMI menandakan adanya repositioning portofolio besar di sesi penutupan.

Tabel 1. Saham Teramai Berdasarkan Nilai Transaksi, 11 Agustus 2026. Sumber: IDX Stock Summary.
Kode Nama Harga Penutupan Perubahan Nilai Transaksi
TPIA Chandra Asri Pacific Tbk. Rp 2.070 -2,36% Rp 779,20 miliar
BBCA Bank Central Asia Tbk. Rp 6.300 -1,18% Rp 704,82 miliar
BUMI Bumi Resources Tbk. Rp 178 -4,81% Rp 662,35 miliar
DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk Rp 945 -4,06% Rp 649,38 miliar
BMRI Bank Mandiri Tbk. Rp 4.120 -1,44% Rp 613,46 miliar
BBRI Bank Rakyat Indonesia Tbk. Rp 3.090 0,00% Rp 552,35 miliar
DEWA Darma Henwa Tbk Rp 442 -6,75% Rp 423,11 miliar
ANTM ANTAM Tbk. Rp 3.090 -1,59% Rp 346,24 miliar
AMMN Amman Mineral Tbk. Rp 4.250 -2,75% Rp 332,78 miliar
BRPT Barito Pacific Tbk. Rp 1.820 -2,15% Rp 275,63 miliar

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa IHSG turun meski BBRI diburu asing?

IHSG turun 1,53% karena tekanan dari saham besar seperti TPIA, BBCA, dan BMRI yang mengalami jual bersih asing, sementara penyerapan asing di BBRI belum cukup menutupi kerugian bersih sebesar Rp 268,66 miliar. Total nilai transaksi mencapai Rp 12,96 triliun, tetapi distribusi akumulasi tidak merata. Kinerja 567 saham yang melemah juga mendistorsi indikator keseluruhan pasar.

Apakah aliran dana asing keluar terus berlanjut?

Data 11 Agustus 2026 menunjukkan aliran keluar bersih sebesar Rp 268,66 miliar, mengindikasikan sentimen risk-off terhadap pasar emerging markets. BBRI menjadi pengecualian dengan net buy Rp 177,19 miliar, tetapi tren broader masih rawan mengikuti dinamika suku bunga global dan nilai tukar. Investor perlu memantau laporan IDX berikut untuk konfirmasi arah arif.

Mana saham paling ramai dan apa maknanya?

TPIA memimpin nilai transaksi sebesar Rp 779,20 miliar, diikuti BBCA Rp 704,82 miliar dan BUMI Rp 662,35 miliar. Tingginya volume transaksi saat harga turun bisa menandakan distribusi saham dari pemilik lama ke pembeli baru, atau aktivitas spekulatif jangka pendek. Tanpa data broker spesifik, interpretasi harus hati-hati karena IDX tidak merilis identitas pelaku transaksi per emiten.

Tren Pencarian Terkait Pasar Modal

Pada 11 Agustus 2026, tidak ada topik trending yang menyangkut pasar modal. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perhatian publik belum terkonsentrasi pada pergerakan saham atau indikator keuangan spesifik pada hari itu.

Metodologi dan Sumber Data

Data diambil dari IDX Stock Summary dan Index Summary untuk perdagangan 11 Agustus 2026. Net buy asing dihitung dari selisih pembelian dan penjualan asing per emiten berdasarkan data yang dirilis Bursa Efek Indonesia. Waktu data: 18:30 WIB. Data ini bukan termasuk laporan keuangan emiten atau rekomendasi investasi. IDX tidak merilis identitas broker per emiten, sehingga nama bandar atau sekuritas tidak dapat disinggung dalam laporan ini.

Artikel ini hanya laporan berbasis data pasar dan bukan merupakan ajakan beli atau jual. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Pasar modal memiliki risiko; selalu lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan yang berwenang sebelum mengambil keputusan.

Baca juga

Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 11 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bergabung dengan Organisasi Info A1 gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun bersama 7000+ anggota lainnya.