Poin utama:
- IHSG ditutup di 6.449,83, naik 47,94 poin atau 0,75% pada 18 Agustus 2026.
- Investor asing mencatat net sell Rp 674,23 M di seluruh pasar.
- ANTM memimpin net buy asing dengan Rp 68,58 M, disusul BBCA Rp 43,29 M dan INET Rp 36,27 M.
- BBCA menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 732,39 M meski harga melemah 0,79%.
- Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp 13,68 T dengan 835 saham aktif.
IHSG ditutup menguat 0,75% ke level 6.449,83 pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, meski investor asing mencatat net sell Rp 674,23 M. ANTM memimpin pembelian asing dengan net buy Rp 68,58 M, sementara nilai transaksi harian menyentuh Rp 13,68 T.
Ringkasan Cepat
- IHSG ditutup di 6.449,83, naik 47,94 poin atau 0,75% dari penutupan sebelumnya pada 18 Agustus 2026.
- Investor asing mencatat net sell Rp 674,23 M di seluruh pasar, menandai keluarnya dana asing secara neto.
- ANTM memimpin net buy asing dengan Rp 68,58 M, disusul BBCA Rp 43,29 M dan INET Rp 36,27 M.
- Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 13,68 T dengan 835 saham aktif berpindah tangan.
- BBCA menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 732,39 M meski harga melemah 0,79%.
Bagaimana Pergerakan IHSG Hari Ini?
IHSG menutup perdagangan di 6.449,83, menguat 0,75% atau 47,94 poin dibanding penutupan sebelumnya. Indeks bergerak dalam rentang 6.448,26 hingga 6.490,65 sepanjang sesi sebelum berakhir di zona hijau.
Kapitalisasi pasar mencapai Rp 11.348,22 T, mencerminkan total nilai seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dari 835 saham yang aktif diperdagangkan, 419 menguat dan 248 melemah, sehingga apresiasi lebih luas daripada penurunan.
Penguatan indeks tidak otomatis berarti masuknya dana asing. Net asing justru negatif, yang menunjukkan bahwa kenaikan IHSG ditopang oleh sisi lain dari perputaran perdagangan.
Emiten Apa yang Paling Banyak Diborong Asing?
ANTM mencatat net buy asing terbesar sebesar Rp 68,58 M pada 18 Agustus 2026. Saham ANTAM (Persero) Tbk. ditutup di Rp 3.100, naik 0,98%, dengan total nilai transaksi Rp 281,65 M.
ANTM dan Baris Emiten Net Buy Lainnya
BBCA menyusul dengan net buy Rp 43,29 M meski harga turun 0,79% ke Rp 6.300. INET mencatat net buy Rp 36,27 M seiring lonjakan harga 24,79% ke Rp 292, lalu INDY Rp 27,56 M dan PSAB Rp 25,65 M.
EMAS, WIFI, TOWR, SRTG, dan KIJA melengkapi 10 besar net buy asing dengan rentang Rp 15,68 M hingga Rp 24,52 M. Net buy adalah selisih antara total pembelian dan penjualan investor asing pada satu emiten dalam sehari.
Berikut adalah 10 emiten dengan net buy asing terbesar menurut rilis IDX Stock Summary.
| Kode | Nama Emiten | Harga Penutupan (Rp) | Perubahan (%) | Nilai Transaksi | Net Asing |
|---|---|---|---|---|---|
| ANTM | ANTAM (Persero) Tbk. | 3.100 | 0,98 | Rp 281,65 M | Rp 68,58 M |
| BBCA | Bank Central Asia Tbk. | 6.300 | -0,79 | Rp 732,39 M | Rp 43,29 M |
| INET | Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. | 292 | 24,79 | Rp 434,08 M | Rp 36,27 M |
| INDY | Indika Energy Tbk. | 2.690 | 5,08 | Rp 116,13 M | Rp 27,56 M |
| PSAB | J Resources Asia Pasifik Tbk. | 530 | 6,85 | Rp 54,93 M | Rp 25,65 M |
| EMAS | Merdeka Gold Resources Tbk. | 7.800 | 3,31 | Rp 182,41 M | Rp 24,52 M |
| WIFI | Solusi Sinergi Digital Tbk. | 2.120 | 9,56 | Rp 321,03 M | Rp 20,09 M |
| TOWR | Sarana Menara Nusantara Tbk. | 422 | 8,21 | Rp 52,14 M | Rp 19,91 M |
| SRTG | Saratoga Investama Sedaya Tbk. | 1.865 | 1,36 | Rp 23,77 M | Rp 16,46 M |
| KIJA | Kawasan Industri Jababeka Tbk. | 166 | 34,96 | Rp 171,64 M | Rp 15,68 M |
Saham Apa yang Paling Ramai Diperdagangkan?
BBCA memimpin nilai transaksi dengan Rp 732,39 M, disusul TPIA Rp 583,16 M dan CUAN Rp 497,79 M. Peringkat “paling ramai” diukur dari nilai transaksi, bukan dari besaran kenaikan harga.
BBCA Teramai meski Melemah
BBCA ditutup melemah 0,79% ke Rp 6.300, namun tetap menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi. BMRI dan BBRI menyusul dengan masing-masing Rp 486,96 M dan Rp 477,71 M.
INET masuk daftar teramai dengan Rp 434,08 M seiring kenaikan harga 24,79%. Saham dengan nilai transaksi besar mencerminkan likuiditas tinggi, bukan otomatis kinerja keuangan yang unggul.
CUAN mencatat nilai transaksi Rp 497,79 M dengan kenaikan 1,82% ke Rp 840. BRMS dan BUMI melengkapi daftar dengan masing-masing Rp 412,99 M dan Rp 412,85 M di tengah pergerakan harga yang beragam.
Emiten Apa yang Dilego Asing Hari Ini?
ISAT memimpin net sell asing dengan Rp 187,95 M, disusul BBRI Rp 168,55 M dan DSSA Rp 162,75 M. TPIA melengkapi empat besar dengan net sell Rp 151,14 M.
ISAT dan BBRI di Tengah Jual Asing
ISAT ditutup naik 2,36% ke Rp 2.600 meski asing melego, menunjukkan harga masih terangkat oleh sisi lain. BBRI melemah 1,28% ke Rp 3.080 sejalan dengan tekanan jual asing.
ASII, TLKM, CPIN, ADMR, BYAN, dan BREN melengkapi 10 besar net sell dengan rentang Rp 22,86 M hingga Rp 47,99 M. Total net sell seluruh pasar mencapai Rp 674,23 M setelah selisih beli dan jual asing diakumulasikan.
BYAN tercatat naik 19,97% ke Rp 17.275 meski asing net sell Rp 23,35 M, menggarisbawahi bahwa harga saham tidak selalu bergerak searah dengan aliran dana asing.
Saham Apa yang Mencatat Lonjakan Harga Terbesar?
KIJA memimpin kenaikan harga dengan 34,96% ke Rp 166, disusul INET 24,79% ke Rp 292 dan BYAN 19,97% ke Rp 17.275. Lonjakan ini terekam pada emiten dengan likuiditas yang beragam.
KIJA dan INET di Antara Top Gainers
INET mencatat net buy asing Rp 36,27 M seiring kenaikan harganya, sementara KIJA net buy Rp 15,68 M. BYAN justru net sell asing Rp 23,35 M meski harganya melonjak tajam.
Kenaikan harga sebesar ini mencerminkan penyesuaian pasar terhadap masing-masing emiten dan bukan indikasi kinerja masa depan. Volume dan nilai transaksi perlu dibaca bersama arah dana asing untuk gambaran yang utuh.
Apa Arti Net Asing Negatif bagi Pasar?
Net asing seluruh pasar mencapai Rp -674,23 M, artinya secara agregat investor asing menjual lebih banyak daripada membeli. Angka negatif ini disebut net sell atau net outflow dana asing.
Cara Membaca Aliran Dana Asing
Foreign flow mengukur selisih beli dan jual investor asing di seluruh emiten. Ketika bernilai negatif, tekanan jual asing ada, namun harga indeks bisa tetap naik jika sisi beli domestik lebih dominan.
Kondisi net sell asing yang disertai IHSG menguat seperti hari ini menunjukkan pergerakan indeks didorong oleh perputaran dana di dalam negeri. Pembacaan ini penting agar investor tidak langsung menyimpulkan pasar sedang tertekan.
Bagaimana Statistik Pasar Keseluruhan?
Total nilai transaksi menyentuh Rp 13,68 T dengan 835 saham aktif diperdagangkan. Jumlah saham yang menguat (419) lebih banyak daripada yang melemah (248).
Rentang IHSG dan Kapitalisasi
IHSG bergerak antara 6.448,26 dan 6.490,65 sebelum ditutup di 6.449,83. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.348,22 T, gambaran nilai seluruh emiten di papan perdagangan.
Sebaran pergerakan menunjukkan pasar cukup selektif, dengan penguatan tersebar pada sejumlah emiten. Kondisi ini mencerminkan perputaran dana di dalam negeri yang relatif aktif di tengah net sell asing.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu net buy asing dan bagaimana cara membacanya?
Net buy asing adalah selisih antara total pembelian dan penjualan investor asing pada satu emiten dalam sehari. Pada 18 Agustus 2026, ANTM mencatat net buy Rp 68,58 M, artinya asing membeli saham itu lebih banyak daripada menjualnya. Angka positif berarti ada pemasukan dana asing.
Mengapa IHSG naik meski asing mencatat net sell?
IHSG ditutup menguat 0,75% ke 6.449,83 pada 18 Agustus 2026, sementara asing mencatat net sell Rp 674,23 M. Penguatan indeks terjadi karena sisi beli dari investor domestik menutupi tekanan jual asing, sehingga pergerakan indeks tidak selalu searah dengan aliran dana asing.
Apa perbedaan saham teramai dengan net buy asing?
Saham teramai diukur dari nilai transaksi terbesar, bukan arah dana asing. Pada 18 Agustus 2026, BBCA memimpin nilai transaksi Rp 732,39 M sekaligus net buy Rp 43,29 M, sementara ANTM memimpin net buy Rp 68,58 M dengan nilai transaksi lebih kecil Rp 281,65 M.
Metodologi dan Sumber Data
Angka dalam artikel diambil dari IDX Trading Summary, Index Summary, dan Stock Summary (Foreign Buy/Sell) untuk penutupan 18 Agustus 2026. Data net asing per emiten adalah total pembelian dikurangi penjualan investor asing yang dirilis Bursa Efek Indonesia.
Bursa tidak merilis identitas broker per emiten, sehingga artikel ini tidak menyebut nama sekuritas atau pihak tertentu. Net asing seluruh pasar adalah agregat seluruh emiten dan dapat berbeda dengan jumlah per emiten karena selisih pencatatan.
Data bersifat penutupan resmi per 18 Agustus 2026 dan bukan prediksi harga. Pembaca disarankan membandingkan dengan rilis resmi IDX untuk konfirmasi angka sebelum menggunakannya.
Artikel ini disusun dari data pasar dan bukan merupakan rekomendasi membeli atau menjual saham. Seluruh angka adalah kondisi historis per 18 Agustus 2026 yang dapat berubah. Investasi di pasar modal mengandung risiko, termasuk kemungkinan kerugian modal; lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.
Baca juga
- FAST dan ENRG Pimpin Nilai Transaksi Emiten Pelapor, IHSG 6.482,57
- INET dan JARR Pimpin Kenaikan di Sesi Pagi, IHSG Naik ke 6.478,07
- CUAN Pimpin Transaksi Rp 319,55 M, IHSG Naik 1,23% ke 6.480,94
- TPIA dan CUAN Pimpin Transaksi Pembukaan, IHSG Naik 1,59% ke 6.401,89
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 18 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
