Poin utama:
- IHSG berada di 6.582,53 poin pukul 10:20 WIB, naik 57,06 poin (+0,87%).
- BUMI memimpin nilai transaksi sesi ini sebesar Rp 846,01 miliar (+6,25%).
- Arus net asing seluruh pasar tercatat Rp -701,52 miliar.
- Dari 400 saham teratas, 226 saham naik dan 105 turun.
- Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 20,94 triliun.
Indeks Komposit Jakarta berada di 6.582,53 (+0,87%) pada pukul 10:20 WIB, Senin (1/9). Angka intraday itu tertunda sekitar 10 menit dari sumber data TradingView dan bukan merupakan penutupan resmi. Penutupan resmi terakhir tercatat 6.525,48 pada 31 Agustus 2026. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 20,94 triliun, dengan 832 saham aktif, 413 naik, dan 245 turun.
Ringkasan Cepat
- IHSG berada di 6.582,53 poin pukul 10:20 WIB, naik 57,06 poin (+0,87%) dari penutupan resmi 31 Agustus 2026.
- Penutupan resmi terakhir pada 31 Agustus 2026: IHSG 6.525,48 (+7,36 poin/+0,11%).
- BUMI memimpin nilai transaksi sesi ini sebesar Rp 846,01 miliar dengan kenaikan 6,25% ke harga Rp 204.
- Arus net asing seluruh pasar tercatat Rp -701,52 miliar.
- Dari 400 saham teratas, 226 naik dan 105 turun dengan total nilai transaksi Rp 6,70 triliun.
Arah IHSG dan Indeks Acuan
Indeks Komposit Jakarta (IHSG) berada di 6.582,53 poin pukul 10:20 WIB, naik 57,06 poin (+0,87%) dari penutupan resmi 31 Agustus 2026. Perkembangan ini diikuti oleh indeks LQ45 di 651,45 (+1,18%), IDX30 di 364,70 (+1,20%), dan KOMPAS100 di 860,64 (+1,06%). Keempat indeks acuan menunjukkan arah penguatan serentak di sesi perdagangan pagi.
Rentang Perdagangan
Rentang harian IHSG saat ini berada antara 6.535,80 dan 6.585,16, dengan titik pembukaan tercatat di 6.538,12. Dengan kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.423,71 triliun, pergerakan sebesar 57 poin menguat menunjukkan kepercayaan pasar yang mulai pulih setelah penutupan sebelumnya yang rata-rata menguat kurang dari 0,15%. Indeks LQ45 yang mencatat kenaikan 1,18% mengindikasikan sentimen positif juga menyentuh emiten besar likuid.
Saham Paling Ramai di Sesi Pagi
BUMI menjadi saham paling ramai diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 846,01 miliar, naik 6,25% ke harga Rp 204. Posisi kedua ditempati BBRI sebesar Rp 495,02 miliar, diikuti KOTA sebesar Rp 372,80 miliar. BBCA menempati posisi keempat dengan Rp 246,36 miliar dan BMRI di posisi kelima dengan Rp 238,68 miliar. Enam saham teratas tercatat dalam kategori naik, kecuali IATA yang turun 0,79%.
Konsentrasi Sektor Finance
Kelima saham teratas menunjukkan konsentrasi tinggi pada sektor Finance yang menempati empat posisi dari 12 saham teramai. BUMI dari sektor Non-Energy Minerals menjadi penyeimbang dengan kenaikan terbesar di antara top 12. Nilai transaksi BUMI sendiri mencapai hampir dua kali lipat BBRI, menandakan aktivitas perdagangan yang sangat tinggi pada sektor pertambangan. INET (+4%) dan PACK (+9,8%) juga mencatat kenaikan signifikan di antara saham teramai. Data dihitung sejak awal sesi perdagangan hingga pukul 10:20 WIB.
Top Gainer dan Loser
SQMI memimpin daftar top gainer dengan kenaikan 28,57% ke harga Rp 81, disusul KKES (+28,36%) dan CSMI (+17,31%). COIN juga mencatat kenaikan 15,53% ke Rp 930, sementara IRSX naik 13,66% ke Rp 416. Di antara saham kapitalisasi besar, SMGR naik 12,84% ke Rp 1.670 dan PTBA naik 7,03% ke Rp 2.740. Pergerakan ini menunjukkan kuatnya permintaan pada sektor semen dan batubara.
Tekanan di Sektor Konsumen dan Properti
Di sisi lain, KICI menjadi top loser dengan -8,78% ke Rp 270, disusul TMPO (-5,98%) ke Rp 173 dan MGLV (-4,29%) ke Rp 11.700. EMAS turun 3,65% ke Rp 9.250, sementara saham konsumen raksasa seperti UNVR turun 2,56% ke Rp 1.710 dan INDF turun 2,67% ke Rp 7.300. DMAS turun 2,88% ke Rp 202 menandakan tekanan juga pada sektor properti dan keuangan. JARR turun 2,54% ke Rp 3.070 menyempurnakan daftar sektor Process Industries yang melemah.
Nilai Transaksi dan Distribusi Saham
Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 20,94 triliun. Dari 832 saham aktif, 413 saham naik dan 245 saham turun, dengan 174 saham lain bergerak netral. 400 saham teratas berkontribusi Rp 6,70 triliun atau sekitar 32% dari total nilai transaksi. Distribusi ini menunjukkan bahwa likuiditas terkonsentrasi pada saham kapitalisasi besar dan menengah, sementara saham mikro masih menunjukkan volatilitas tinggi di top gainer dan loser.
Konteks Pencarian dan Pasar Modal
Data Google Trends untuk wilayah Indonesia pada 1 September 2026 menunjukkan tidak ada topik pencarian yang trending dan menyangkut pasar modal hari ini. Pencarian terpopuler didominasi oleh topik kemnaker, fenomena langit, dan perkembangan teknologi AI. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perhatian publik belum tertumpu pada pergerakan indeks saham atau berita ekonomi pasar modal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana kinerja IHSG di sesi pagi 1 September?
IHSG berada di 6.582,53 poin pukul 10:20 WIB, naik 57,06 poin (+0,87%) dari penutupan resmi 31 Agustus 2026. Indeks LQ45 berada di 651,45 (+1,18%) dan IDX30 berada di 364,70 (+1,20%). Angka intraday tertunda sekitar 10 menit dan bukan penutupan resmi.
Saham apa yang paling ramai ditransaksikan di sesi ini?
BUMI menjadi saham paling ramai dengan nilai transaksi Rp 846,01 miliar (+6,25%) ke harga Rp 204, disusul BBRI Rp 495,02 miliar (+2,46%) dan KOTA Rp 372,80 miliar (+5,56%). Total nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp 20,94 triliun.
Apakah arus net asing berpengaruh signifikan?
Arus net asing seluruh pasar tercatat Rp -701,52 miliar. Dari 400 saham teratas, 226 saham naik dan 105 turun, menunjukkan tekanan aliran dana asing yang belum sepenuhnya menghentikan penguatan indeks.
Metodologi dan Sumber Data
Data intraday diambil dari TradingView (data IDX tertunda sekitar 10 menit) pada 1 September 2026 pukul 10:20 WIB. Data penutupan resmi terakhir berasal dari laporan IDX tanggal 31 Agustus 2026. Angka di atas bukan merupakan penutupan resmi sesi hari ini dan dapat berubah hingga bursa menutup sesi.
| Kode | Nama | Harga | Perubahan | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| BUMI | PT Bumi Resources Tbk Class A | Rp 204 | +6,25% | Rp 846,01 miliar |
| BBRI | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Class B | Rp 3.330 | +2,46% | Rp 495,02 miliar |
| KOTA | PT DMS Propertindo Tbk | Rp 228 | +5,56% | Rp 372,80 miliar |
| BBCA | PT Bank Central Asia Tbk | Rp 6.550 | +1,16% | Rp 246,36 miliar |
| BMRI | PT Bank Mandiri Tbk | Rp 4.310 | +1,89% | Rp 238,68 miliar |
| IATA | PT Karya Pacific Energy Tbk | Rp 125 | -0,79% | Rp 194,86 miliar |
| INET | PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk | Rp 364 | +4,00% | Rp 176,52 miliar |
| DSSA | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk | Rp 1.120 | +0,90% | Rp 166,55 miliar |
| DEWA | PT Darma Henwa Tbk | Rp 454 | +3,18% | Rp 139,08 miliar |
| PACK | PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk | Rp 560 | +9,80% | Rp 132,88 miliar |
| CPIN | PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk | Rp 3.030 | +1,68% | Rp 124,98 miliar |
| PTBA | PT Bukit Asam Tbk | Rp 2.740 | +7,03% | Rp 122,82 miliar |
Artikel ini hanya menyajikan data pasar modal dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek. Investasi memiliki risiko. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca juga
- DWGL Anjlok -14,97%, IHSG 6.525,48 (+0,11%) di Sesi Kedua
- SRSN Melonjak 33,78% ke Rp 99,00 di Sesi 31 Agustus 2026
- IHSG Turun 0,12% Sepekan, Barang Baku Terbaik, EKAD Melesat 34,84%
- RGAS, IMPC, FILM Pimpin Pelemahan, IHSG 6.518,12 (-0,06%)
Data dalam artikel ini bersumber dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk perdagangan 31 Agustus 2026, diolah redaksi Info A1. Artikel disusun otomatis dari data pasar dan ditinjau ulang berdasarkan aturan editorial infoa1.org.
